
“ Tapi kalo Lo terus berfikiran gitu, itu bakalan membahayakan diri Lo Ar, apalagi Lo seorang polisi." kata Chika.
“ Justru itu Chik, ini jadi bikin gue semangat buat selamatan orang lain, Dan gue anggap ini sebagai balasan gue karna udah nggak bisa selamatkan mama, dan gue rasa lebih baik gue gini Chik, kalo suatu saat gue kenapa-kenapa, bahkan mati sekalipun gue rela Chik, asalkan bisa menyelamatkan orang lain." kata Erlangga.
“ Lo bener-bener cowok yang baik ngga." kata Chika memeluk Erlangga.
“ Sekarang Lo ngerti kan? biarin gue gini ya Chik, dan jangan khawatirin gue ya. biarin gue jadi polisi yang selalu bisa jagain Lo Chik." kata Erlangga mendekap Chika.
“ Sekarang terserah Lo ngga, yang penting Lo harus bisa jaga diri, kalo sampe Lo kenapa-kenapa siapa yang bakalan jagain gue?" tanya Chika
“ Gue pasti jaga diri baik-baik kok Chik, karna ada seseorang yang harus gue perjuangin, yaitu Lo." kata Erlangga.
Tiba-tiba bibi datang.
“ Maaf permisi mas, saya mau anterin minuman buat mbak Chika." kata Bibi.
“ Iya masuk aja bik." kata Erlangga.
“ Silahkan diminum mbak, oh ya mas makan siangnya udah matang kalo mau makan." kata Bibi.
“ Iya nanti aja bik." kata Erlangga.
“ Yaudah bibi ke belakang dulu ya." kata Bibi.
Kemudian bibi pergi dari kamar Erlangga.
__ADS_1
“ Kenapa nggak makan?" tanya Chika.
“ Nanti aja nunggu Lo balik." kata Erlangga.
“ Kenapa emangnya? takut gue liat kalo Lo makannya banyak?" kata Chika.
“ Ya enggak lah Chik, ternyata lucu juga ya Lo, nggak enak aja masak makan didepan Lo." kata Erlangga.
“ Ya nggak papa, emangnya kenapa kalo makan didepan gue?" tanya Chika.
“ Ya nggak papa sih emang, tapi nanti aja lah." kata Erlangga.
“ Sekarang aja ngga, apalagi Lo harus minum obat kan? Yaudah kalo Lo nggak mau ambil biar gue yang ambilin." kata Chika.
“ Tunggu sini biar gue ambilin dulu." kata Chika.
Tak lama kemudian Chika datang ke kamar Erlangga membawa makanan dan minuman.
“ Nih dimakan buruan." kata Chika memberikan makanan kepada Erlangga.
“ Nggak ada niatan buat nyiapin gitu?" tanya Erlangga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“ Lo pengen gue suapin?" tanya Chika.
“ Ya nggak sih, tapi kalo Lo mau suapin gue mau kok." kata Erlangga tersenyum.
__ADS_1
“ Tinggal bilang pengen disuapin aja ribet, sini Aaa...." kata Chika.
Erlangga makan disuapi oleh Chika.
“ Ini kata bibi obatnya diminum dulu, udah gue tata sesuai aturannya." kata Chika.
“ Thanks ya Chik, oh ya om Heru dirumah sama siapa?" tanya Erlangga.
“ Papa dirumah sama bibi ngga, dan tadi gue juga udah izin kok sama papa." kata Chika.
“ Terus Gimana keadaannya sekarang?" tanya Erlangga.
“ Katanya sih udah baikan ngga, tapi kata papa kadang kepalanya tiba-tiba pusing." kata Chika.
“ oh ya bibi lagi apa?" tanya Erlangga.
“ Katanya lagi buatin kue balok kesukaan Lo." kata Chika.
“ Bibi emang tau banget semua yang gue suka, dia juga udah gue anggap seperti nyokap gue sendiri Chik, dia yang selalu jagain gue setelah mama pergi." kata Erlangga.
“ Emang keliatan juga orangnya baik dan ramah ngga, walaupun gue baru kenal sama bibi sih, oh ya sekarang Lo istirahat aja dulu biar obatnya bereaksi." kata Chika
“ Terus Lo mau kemana? jangan balik dulu lah Chik, disini dulu, kita jarang kan bisa ketemu dirumah gue, biasanya kan paling gue yang ke rumah Lo." kata Erlangga.
“ Iya-iya, Yaudah istirahat aja dulu, gue pengen bantuin bibi masak." kata Chika
__ADS_1