
“ Tante udah kenal sama papa?" tanya Chika.
“ Ternyata kamu anaknya mas Heru?" tanya Bu Winda.
“ Lo anaknya pak Heru Chik? Dia pembunuh, gara-gara dia bokap gue meninggal, dia pembunuh." kata Arga.
“ Udah Ar, kamu tenang donk." kata Bu Winda.
“ Gara-gara dia papa meninggal ma." kata Arga.
“ Bukan saya yang membunuh Angga, Arga." kata Pak Heru.
“ Mana ada maling mau ngaku." kata Arga.
” Jadi selama ini Chika anak kamu, anak sebaik Chika kenapa harus punya papa seperti kamu." kata Bu Winda.
“ Bukan saya Win, bukan saya yang membunuh Angga, kamu juga tau sendiri kan, Angga sahabat aku." kata Pak Heru.
“ Sebenarnya apa yang sudah terjadi pa?" tanya Chika.
“ Gara-gara bokap Lo, bokap gue meninggal Chik, bokap Lo itu seorang pembunuh." kata Arga.
“ Jadi orang yang Waktu itu Lo ceritain itu papa? tapi papa nggak mungkin bunuh sahabatnya sendiri Ar." kata Chika.
__ADS_1
“ Kenapa nggak mungkin, dulu bokap Lo suka sama mama, dan siapa lagi kalo bukan dia yang bunuh papa." kata Arga.
“ Saya berani bersumpah win saya nggak pernah bunuh Angga...." kata pak Heru kemudian dadanya terasa sakit, dan pak Heru pun pingsan.
“ Pa, papa, bangun pa." kata Chika menangis.
“ Arga gue minta tolong, anterin papa ke rumah sakit Ar, gue minta tolong Ar." kata Chika memohon-mohon kepada Arga.
“ Tante tolongin papa tan, kalo emang papa punya salah tolong maafin papa tan, Chika nggak mau papa kenapa-kenapa Tan, Arga tolong bantuin gue bawa papa ke rumah sakit Ar, Arga gue mohon Ar." kata Chika memeluk kaki Arga.
Bu Winda yang melihat Chika seperti itu tidak tega melihatnya.
“ Arga ayo bantuin om Heru Ar." kata Bu Winda.
“ Lupain itu dulu nak, bagaimana pun dulu om Heru selalu bantuin kita nak." kata Bu Winda, dan akhirnya Arga mau membantu Chika membawa pak Heru ke rumah sakit.
Dirumah Sakit Chika menangis tak henti-hentinya.
“ Papa kenapa Chika?" tanya Bu Rere sok peduli bersama anaknya, yaitu adik tiri Chika yang bernama Ifa.
“ Kalian nggak usah sok peduli sama papa, kalian bahagia kan kalo papa gini?" kata Chika emosi.
“ Emang kita senang liat papa kamu sakit, dan habis itu kita bisa ambil Hartanya." kata Bu Rere dengan senyum liciknya.
__ADS_1
Plaaakkk....
Tamparan meluncur di pipi Bu Rere.
“ Udah Chika, kamu tenang dulu, ini di rumah sakit, jangan teriak-teriak ya." kata Bu Winda
“ Ini semua gara-gara dia Tan, pasti kalian nggak mau ngurusin papa, sampai papa sakit gini." kata Chika.
“ Hello... emangnya kamu ngurusin papa kamu, dan kita buat apa ngurusin papa kamu, ya nggak sayang." kata Bu Rere.
“ Iya donk ma." kata Ifa.
“ Kalian berdua bisa stop nggak? nanti saya adukan ke mas Heru." kata Bu Winda.
“ Saya nggak takut, lagian siapa anda." kata Bu Rere.
” Oke kalo memang begitu, saya sudah merekam semua omongan anda tadi dengan Chik, saya bisa dengan mudahnya laporkan kamu ke mas Heru " kata Bu Winda.
“ Awas ya kalian." kata Bu Rere kemudian pergi bersama anaknya.
“ Papa gimana Tan? Chika nggak mau kehilangan papa tan, cuma papa yang peduli sama Chika." kata Chika.
“ Papa kamu pasti baik-baik aja kok sayang, udah jangan nangis lagi ya, kita doakan sama-sama papa kamu." kata Bu Winda
__ADS_1