
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, Chika semakin disibukkan dengan tugas akhir nya. Sekarang dia juga jarang berkomunikasi dengan teman-temannya yang ada di Jakarta, karna memang nomor HP Chika ganti.
“ Eh kok ada Lo er?" kata Chika yang baru keluar dari kamarnya, dan melihat Erlangga sudah bersama papanya.
“ Iya Chik gue mau ajak Lo bareng." kata Erlangga.
“ Tapi emang nggak papa?"tanya Chika.
“ Kan gue yang sengaja ke sini mau jemput Lo." kata Erlangga.
“ Oh yaudah kalo gitu, Chika berangkat dulu ya pa". kata Chika.
“ Erlangga juga pamit dulu ya om." kata Erlangga.
“ Iya hati-hati ya". kata Pak Heru.
Chika berangkat bersama Erlangga naik mobilnya Erlangga.
“ Nggak nyangka ya Chik Lo udah mau selesai aja kuliahnya." kata Erlangga.
“ Iya ngga, rasanya baru kemarin masuk udah mau selesai aja." kata Chika.
“ Oh ya ntar malem ada acara nggak Chik?" tanya Erlangga.
“ Enggak ngga, emang kenapa?" tanya Chika.
“ Jalan yuk, keliling-keliling kota." kata Erlangga.
“ Ah kalo keliling-keliling aja gue nggak mau." kata Chika.
“ Terus gimana? Lo mau minta apa? ntar biar gue beliin, atau pengen ke mana gitu." kata Erlangga.
“ hahaha, becanda ngga, keliling-keliling juga nggak papa sih." kata Chika.
“ Serius juga nggak papa Chik." kata Erlangga.
Malam Hari.
__ADS_1
Erlangga menjemput Chika ke rumahnya.
“ Kita mau kemana ini ngga?" tanya Chika.
“ Mau nyari ayam jantan yang bisa bertelur." kata Erlangga.
“ Emang ada? namanya juga jantan, kan pasti cowok donk, masa bisa bertelur." kata Chika.
“ Ya abisnya sih Lo nanya-nanya terus." kata Erlangga.
“ Oh ya kok tumben naik motor, biasanya kan naik mobil?" kata Chika.
“ Kenapa? nggak suka naik mobil ya Chik, atau mau balik ke rumah gue dulu ambil mobil." kata Erlangga.
“ Nggak usah, gue nggak papa kok naik motor, gue kan tadi cuma nanya, tumben aja." kata Chika.
“ Iya nih, tadi ngeliat motor di garasi nggak pernah dipake, terus gue pake aja deh dari pada nganggur." kata Erlangga.
Mereka berdua berkeliling kota sambil ngobrol.
“ Chik kalo menurut Lo tentang perjodohan itu gimana sih?" tanya Erlangga.
“ Ya misal ada orang yang menikah karna dijodohkan gitu, terus menurut Lo gimana? apa nanatinya bakalan bahagia atau gimana?" tanya Erlangga.
“ Kalo menurut gue ya ngga, emang sih kedengarannya kaya ancaman gitu, iya kan kata ancaman, orang nggak saling ada rasa kok dipaksa buat nikah." kata Chika.
“ Iya sih Chik, tapi bakalan ada rasa yang tumbuh nggak sih Chik kalo seiring berjalannya waktu?" kata Erlangga.
“ Ya itu mungkin terjadi er, akhir dari perjodohan banyak yang bahagia karna walau awalnya terpaksa dan belum ada rasa cinta satu sama lain, tapi dengan kebersamaan mereka setelah nikah, gue yakin lama-lama pasti bisa buka hati. Tapi banyak juga yang endingnya nggak mengenakkan ngga, ada yang mungkin karna udah berusaha buka hati tapi emang nggak suka ya udah nggak suka, tapi ada juga yang memang udah ada seseorang dihatinya." kata Chika.
“ Kedengarannya bener-bener extrime ya Chik, kalo berhasil bakal bahagia, kalo gagal Bakan hancur." kata Erlangga.
“ Tapi emang kalo bisa sih kalo aku nih ya ngga, mending nyari pasangan sendiri dari pada dijodohin, tapi banyak juga yang dijodohin malah jadi langgeng, karna memang biasanya pilihan orang tua itu yang terbaik ngga, tapi ya walaupun awalnya nggak saling cinta sih." kata Chika.
” Kalo Lo dijodohin gimana?" tanya Erlangga.
“ Ya mau nggak mau gue bakalan nurutin permintaan papa, karna memang papa satu-satunya harta yang paling berharga buat gue ngga, dan yang pastinya walaupun nggak cinta bakalan gue usahain biar bisa buka hati ngga." kata Chika.
__ADS_1
“ Oh ya dari tadi kita udah muter-muter ya, gimana kalo kita nyari makan dulu?" kata Erlangga.
“ Boleh." kata Chika.
“ Mau makan dimana?" tanya Erlangga.
“ Gue lagi pengen makan nasi goreng dipinggir jalan ngga, boleh nggak?" tanya Chika.
“ Yakin mau makan nasi goreng dipinggir jalan?" tanya Erlangga.
“ Iya, bolehkan? tapi kalo nggak boleh, nggak papa sih." kata Chika.
“ Iya boleh kok Chik." kata Erlangga.
Chika dan Erlangga makan nasi goreng dipinggir jalan. Tiba-tiba ada pengemis anak kecil.
“ Kak minta uangnya kak, aku belum makan dari tadi pagi." kata Pengemis itu.
“ Kamu belum makan dari pagi dek?" tanya Erlangga.
“ Iya kak, aku laper banget." kata Pengemis itu.
“ Yaudah kamu duduk sini aja dulu ya biar Kaka pesenin makanan buat kamu." kata Erlangga.
“ Makasih ya kak, kakak baik banget " kata Pengemis.
“ Iya sama-sama dek." kata Erlangga kemudian pergi memesankan makanan untuk anak itu.
“ Ternyata Erlangga baik juga ya, dia juga ganteng, perhatian banget." Batin Chika.
“ Tunggu bentar ya dek, lagi dibuatin makanannya." kata Erlangga.
“ Iya kak." kata Pengemis.
“ Ngga..." panggil Chika.
“ Iya kenapa Chik?" tanya Erlangga.
__ADS_1
“ Lo ternyata baik juga ya, eh pak polisi emang harus baik kalo nggak baik bisa masuk penjara." kata Chika.
“ Iyalah Chik, kalo gue jahat gue udah bunuh Lo, atau culik Lo." kata Erlangga.