Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Minum


__ADS_3

Setelah selesai cuci piring Chika kembali kekamar untuk membuat tugas kuliah.


“ Chik tolong dengerin penjelasan gue." kata Arga yang tiba-tiba datang dan duduk berlutut di kaki Chika.


“ Lo mau jelasin apa Arga? yang gue liat tadi udah lebih dari cukup buat kenyataannya, lagian kita itu cuma pacaran dan inget kita bukan suami istri, jadi kalo memang Lo mau Deket sama cewek lain juga nggak papa kok, nggak ada apapun yang mengikat kita, Lo bisa Deket sama siapa aja, begitu juga gue." kata Chika.


“ Kenapa Lo ngomong gitu Chik? apa Lo bener-bener udah nggak percaya lagi sama gue." kata Arga.


“ Gue fikir Lo udah bisa berfikir sendiri, mana yang terbaik buat Lo dan mana yang enggak, jadi mungkin menurut Lo gue bukan yang terbaik, masih ada waktu buat cari yang lain, sebelum Lo terlalu lama memaksakan diri untuk sama gue, kalo emang hati Lo bukan buat gue, gue minta jangan pernah paksain Ar." kata Chika.


“ Gue sayang sama Lo Chik, maafin gue Chika, maafin gue." kata Arga.


“ Udahlah Ar, gue nggak mau terlalu mikirin hal ini, sekarang terserah lo, Lo boleh Deket sama siapa aja dan sebaliknya, gue juga nggak pernah ngelarang Lo kok, seperti sebelum-sebelumnya, jadi kita masing-masing bisa bebas, kembali suatu saat kalo Lo udah bisa bahagiakan diri Lo sendiri, nyokap Lo dan baru Lo boleh bilang suka, sayang sama orang. Nggak ada yang mau dengan cuma ngomong aja Ar." kata Chika.


“ Oke kalo itu yang Lo mau Chik, asal Lo tau aja gue akan tetap sayang sama Lo." kata Arga kemudian pergi meninggalkan Chika.

__ADS_1


Setelah dari kamar Chika, Arga memutuskan untuk keluar.


“ Arga kamu mau kemana?" tanya Bu Winda.


“ Keluar." kata Arga singkat.


“ Arga kenapa? kok nggak kaya biasanya." kata Bu Winda.


Arga pergi ke club malam, dia memutuskan untuk minum sebagai pelampiasan hatinya. Dia mengajak Dimas dan Refan, tapi hanya Dimas yang datang, karna Refan masih sedang mempersiapkan acara tunangan dengan Vivi.


“ Lo lagi ada masalah apaan sih Ar, nggak mau cerita sama gue?" tanya Dimas.


“ Pasti gue respon kok, jangan malah minum gini, mending ceritain sama gue aja, lampiaskng dengan ceritakan masalah Lo, jangan malah minum sampe banyak gini." kata Dimas.


“ Percuma, lagi pula dengan gini gue lebih merasa tenang." kata Dimas.

__ADS_1


Pagi hari, Dikampus.


“ Loh kok berangkat sendirian Chik? Arga mana?" tanya Refan.


“ Semalem dia nggak balik ke rumah, tidur di cafe mungkin." kata Chika.


“ Semalam dia ngechat gue, dia ajak gue buat minum, tapi gue nggak bisa Dateng karna lagi mempersiapkan acara tunangan gue sama Vivi " kata Refan.


“ Semalem Arga juga ajak gue, dan waktu gue datang arg sudah minum banyak banget, gue tanya sama dia, kenapa kok dia minum banyak banget gini, karna biasanya dia gitu kalo lagi ada masalah." kata Dimas.


“ Terus Arga jawab apa dim?" tanya Chika.


“ Biasanya dia mau ceritain ke gue, tapi semalem dia bener-bener nggak mau Cerita, dia malah bilang buat apa banyak omong tapi nggak pernah di respon, gue malah jadi bingung." kata Dimas.


“ Terus gimana?" tanya Refan.

__ADS_1


“ Gue mau anter balik kerumah, tapi dia nggak mau, dia malah nyuruh gue anterin dia ke Cafe aja." kata Dimas.


“ Kenapa Arga malah gini sih." Batin Chika


__ADS_2