Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Sosok Vita


__ADS_3

Arga menyusul Chika ke kamar Chika karna mau mengajak Chika berangkat bareng besok.


“ Chik." kata Arga mengetuk pintu kamar Chika.


“ Kenapa Ar?" tanya Chika.


“ Enggak gue cuma mau bilang, besok Lo berangkat bareng gue ya." kata Arga.


“ Gue berangkat sendiri aja lah Ar, lagian gue juga cuma pembantu di rumah Lo kan, dan nggak pantes lah pembantu pergi sama majikannya." Kata Chika mengingat omongan Arga tadi.


“ Chika mendengar omongan gue tadi? Tapi gue bilang gitu karna gue gengsi sama mama." Batin Arga.


“ Tapi kan Chik?" kata Arga.


“Nggak papa Arga..., gue juga udah hafal kok jalan ke kampus." kata Chika mencoba meyakinkan Arga.


“ Yaudah kalo gitu Lo mau gak temenin gue ke Cafe, udah dua hari gue gak kesana?" kata Arga.


“ Tapi kan tugas kuliah gue." Kata Chika.


“ Ntar gue bantuin, lagian masih ada waktu buat pengumpulan tugasnya kan?" tanya Arga.


“ Iya sih, tapi kan?" kata Chika mengingat omongan Arga, dia berniat untuk tidak terlalu dekat dengan Arga.


“ Udah lah Chika gak usah tapi-tapian, yuk buruan." kata Arga.


” Tapi ntar dulu gue siap-siap dulu." kata Chika.


“ Nggak usah, Lo udah cantik kok." kata Arga menggandeng tangan Chika.


“ Ma Arga mau pinjem Chika bentar, buat temenin Arga ke Cafe." kata Arga.


“ Iya sana, jangan sampe Chika kenapa-kenapa." kata Bu Winda.


” iya ma, tenang aja Chika aman sama Arga." kata Arga.


Chika dan Arga pergi.

__ADS_1


“ Arga-arga, kamu ini sebenernya maunya gimana sih nak, kalo emang mau sama Bella, yaudah gak usah deketin Chika, kalo kamu mau sama Chika tinggalin Bella, apa kamu gak sadar kamu lagi mempermainkan dua hati wanita secara bersamaan." kata Bu Winda setelah Arga pergi.


Di perjalanan.


“ Chik udah lama ya kita gak pernah pergi bareng gini." kata Arga.


“ Iya Ar, kan Lo juga sekarang Bella udah balik, dan gue cuma temenin Lo kalo dia gak ada, lebih tepatnya..." kata Chika ingin bilang kalo dirinya cuma pelarian karna Arga kesepian tanpa Bella.


“ Lebih tepatnya apa Chik?" kata Arga.


“ Enggak Ar, nggak jadi, lupain aja." kata Chika.


“ Kok lupain aja emang kenapa?" tanya Arga.


“ Gue lupa." jawab Chika.


“ Oh." jawab Arga.


“ Oh ya Ar kata Farel dia biasa ketemu sama Lo kalo lagi nonton balapan." kata Chika.


“ Mungkin, tapi gue jarang liat." kata Arga.


“ Belum pernah, kalo nggak salah terakhir gue nonton balapan Farel balapan sama Adam." kata Farel.


“ Siapa yang menang Ar?" tanya Chika.


“ Farel." kata Arga.


“ Hebat ya Ar." kata Chika.


“ Gimana kalo nanti dia Dateng, gue ajakin balapan?" kata Arga.


“ Ya terserah." kata Chika.


” Tapi kalo Cuma balapan aja gak seru Chik." Kata Arga.


“Tarus?" tanya Chika.

__ADS_1


“ Gimana kalo kita taruhan?" kata Arga


“ Taruhan apa?" tanya Chika.


“ Kalo nanti gue yang menang, Lo harus buatin tugas kuliah gue selama satu Minggu." kata Arga.


“ Kalo farel yang menang?" tanya Arga.


“ Nanti Tugas kuliah Lo, gue yang kerjain selama satu Minggu." kata Arga.


“ Yaudah boleh." kata Arga.


“ Oke ntar gue tantang dia buat balapan." Kata Arga.


Mereka sampai Cafe nya Arga.


Dimas dan Refan sudah melihat Arga dan Chika dari kejauhan.


“ Gue masih gak habis fikir sama temen Lo dim, liat setelah dia selalu sama Bella masih PD nya dia ajakin Chika juga." kata Refan.


“ Yee temen Lo juga kali fan." kata Dimas.


“ Tau ya, kok bisa-bisanya kita punya temen kaya si Arga yang gak punya pendirian, udah gitu keras kepala banget lagi." kata Dimas.


“ Iya gue setuju, tapi dia anaknya baik juga sih, jadinya gue juga seneng temenan sama dia walaupun kadang beda pendapat." kata Refan.


” Harusnya dia juga bisa menilai orang ya, tapi mungkin dia udah buta karna Cinta." kata Dimas.


“ Tapi kayaknya Arga tuh gak suka sama Bella, hanya saja selama ini Bella selalu bersikap seperti Vita mantannya Arga itu." kata Refan


“ Gue setuju fan, mungkin karna Arga melihatnya ada kemiripan sifat pura-pura Bella itu sama Vita." kata Dimas.


“ Tapi Vita emang cewek yang perfect banget Dim, pantes kalo Arga gak bisa move on." kata Refan.


“ Ditambah lagi datanglah sosok Bella yang mau manfaatin arga dengan bersikap seperti Vita supaya Arga suka." kata Dimas.


“ Kita sekarang harus sadarin Arga dim." kata Refan.

__ADS_1


“ Pasti itu Fan." kata Dimas


__ADS_2