
" Lo gak makan Ar?" tanya Chika.
" gue nanti aja." jawab Arga.
" yaudah dimakan, gue tinggal dulu." kata Arga yang pergi menuju tempat teman-temannya duduk.
Ditempat teman-teman Arga
" kenapa gue gue jadi peduli sama dia ya, apa gue lakuin ini karna takut sama mama atau apa, gue kok bingung sendiri sih sama jalan pikiran gue." batin Arga.
" woy, ngelamunin apaan sih Lo, sampai segitunya." kata Dimas.
" Atau jangan-jangan dia udah mulai suka sama Chika." goda Refan.
" Bisa jadi tuh." kata Adam.
" kalian ini apaan sih, bisa diem gak." kata Arga.
" kalo emang lagi banyak pikiran, mending Lo balik dulu aja, toh Lo juga udah tau kan tempat buat besok balapan." kata Refan memberi saran.
Arga berfikir sejenak.
" bener juga sih, kasian tuh cewek gue tinggal sendirian. gumam Arga yang lagi-lagi mengkhawatirkan keadaan Chika.
Arga menuju tempat duduk Chika.
" udah selesai makanya?"tanya Arga.
" udah Ar." jawab Chika.
" obatnya udah Lo minum." sambung Arga kembali.
" udah, barusan udah gue minum." jawab Chika.
__ADS_1
" yaudah kalo gitu." kata Arga.
" oh ya Lo kok ke sini, emang gak ikut ngobrol sama temen-temen Lo?" tanya Chika.
" udah selesai." kata Arga.
" udah gitu doang, sampai Lo bela-belain ngebut kaya tadi." kata Chika heran.
" ya sebenernya gue masih pengen kumpul-kumpul sama temen gue." kata Arga.
" terus kenapa Lo malah ke sini." kata Chika.
" ya Lo disini, masak gue suruh ninggalin Lo sendirian, ntar Lo ngadu sama mama yang enggak-enggak lagi." kata Arga yang lagi-lagi menjadikan mamanya sebagai alasan.
" enggak lah Ar, udah sana kalo Lo masih mau ngobrol sama temen-temen Lo." suruh Chika.
" udah ah, lagian gue juga lagi gak mood." kata Arga.
" gak mood kenapa? atau karna ada gue?" tanya Chika merasa dirinya sudah menyusahkan.
" udah kok." jawab Chika.
" yaudah yuk pulang aja. ajak Arga.
" gak papa Lo pulang duluan." tanya Chika merasa tidak enak.
" iya udah gpp." jawab Arga singkat.
" kok Lo gak bayar?" tanya Chika heran.
" ini Cafe gue, jadi gak usah bayar." jawab Arga dengan sombongnya.
" tuh kan keluar sombongnya." kata Chika melirik ekspresi Arga.
__ADS_1
" Biarin Cafe-cafe gue, kenapa Lo yang sewot." kata Arga.
" ya emang sih gpp." jawab Chika.
Arga berpamitan pulang kepada teman-temannya.
" serius mau balik Ar?" tanya Chika.
" iya mbak Chika Adhiraaa..., atau Lo mau nginep sini?" tawaran Arga.
" enggak lah, gue mau balik." jawab Chika.
" yaudah buruan naik." suruh Arga.
Mereka berdua pulang, tak memakan waktu yang lama, mereka sudah sampai rumah.
" kok tumben jam segini udah balik Ar?" tanya mamanya meras aneh.
“ ya kan Ada Chika ma, ntar kalo Arga ajak Chika nongkrong sampai malam, ntar dimarahin mama." kata Arga.
" pasti itu, lagian bawa anak orang sampe malem." kata Bu Winda.
" yaudah pada istirahat sana." Suruh Bu Winda.
“ iya Tante, kalo gitu Chika masuk dulu yan Tan." kata Chika.
“ mama gak tidur?" tanya Arga
" iya ini lagi mau selesaikan pekerjaan mama dulu." Jawab Bu Winda.
" tapi jangan tidur sampai larut malam ya ma, Arga gak mau sampai mama kecapean." kata Arga.
Chika yang mendengar Arga mengingatkan mamnya pun merasa senang.
__ADS_1
" ternya tuh anak perhatian banget ya kalo sama mamany, walaupun kadang suka ngelawan kalo dinasehatin." gumam Chika.