
Malam itu Arga hanya dikamar, setelah berantem sama Chika. Karna Arga tidak di cafe, Dimas dan Refan kerumah Arga.
“ Woy bro, ngapain Lo ngelamun di kamar." kata Dimas Beru datang.
“ Iya udah kaya orang putus Cinta aja galau gitu." kata Refan.
“ Melebihi putus Cinta Fan." kata Arga.
“ Jadi bener Lo lagi galau, galau in siapa?" tanya Dimas.
“ Chika." kata Arga.
“ Chika? jadi Lo sekarang udah sadar, kalo selama ini itu Lo suka sama dia." kata Dimas.
“ Gue sadar setelah semuanya hancur Dim, gue emang cowok yang bodoh, gue cowok yang bodoh." kata Arga melempar barang-barang Yang ada di kamarnya.
“ Santai donk bro jangan emosi, Lo bisa ceritain Sama kita, Lo nggak boleh marah-marah gini." kata Refan.
“ Gue cowok yang bodoh Fan, gue udah nyakitin Chika, sekarang dia udah benci sama gue." kata Arga.
Arga pun menceritakan tentang kejadian tadi sama Refan dan Dimas.
“ Sekarang Kuta sih nggak bisa bantu Ar, semua jawabannya ada di Lo." kata Refan.
“ Iya Ar, sekarang Lo mau pilih Chika atau Bella? karna nggak mungkin Lo milih dua-duanya kan?" kata Dimas.
“ Iya bro, ayolah Lo kan udah dewasa, harusnya Lo udah bisa milih mana yang baik buat Lo dan mana yang buruk buat Lo, lagian udah seharusnya Lo serius Ar, jangan cuma pacaran buat seneng-seneng kaya nak SMA lagi." kata Refan.
“ Emang apa yang udah Lo lakuin ke Vivi?" kata Arga.
__ADS_1
“ Gue udah berencana mau tunangan sama dia, dan gue juga sayang sama dia, ikutin kata hati Lo, yang nantinya bisa bikin Lo bahagia." kata Refan.
“ Gue ngerti emang pilihan yang sulit buat Lo, tapi asal Lo tau ya, bukanya gue jelekin cewek Lo, tapi emang dia itu pura-pura baik di depan Lo Ar, dia bersikap seperti Vita mantan Lo, supaya Lo bis luluh sama dia." kata Dimas.
“ Iya Ar, dia cuma manfaatin harta Lo aja, Lo bisa liat sendiri kan, selama ini dia selalu datang ke Lo kalo dia butuh uang." kata Refan.
“ Iya Sih dim, fan." kata Arga.
“ Sekarang Lo fikirin aja pilihan Lo, sebelum terlambat Ar." kata Dimas.
“ Kesempatan nggak datang dua kali loh Ar, inget itu, Lo harus buruan kejar mana yang jadi pilihan Lo, sebelum semuanya tinggal kenangan." kata Refan
“ Iya fan, Lo jadi cowok harus bisa ambil keputusan donk." kata Dimas.
“ Sekarang semuanya terserah Lo, Lo mau pilih siapa, kita akan ikut bahagia kalo Lo bahagia Ar." kata Refan.
“ Chika."panggil Dimas.
“ Iya kenapa dim?" tanya Chika.
“ Lo nggak mau tawarin kita minum gitu?" kata Dimas.
“ iya maaf dim, oh ya mau minum apa?" kata Chika.
“ Yang seger-seger aja Chik, biar bikin hati Arga adem." kata Refan.
“ Yaudah gue buatin minuman dulu ya." kata Chika.
Tak lama kemudian Chika datang membawa tiga minuman.
__ADS_1
“ Ini silahkan diminum." kata Chika.
“ Makasih ya Chik, oh ya Chik ajakin Imel ke sini donk." kata Dimas.
“ Kan Lo bisa telfon dia suruh ke sini." kata Chika.
“ Lo aja lah, kalo Lo yang telfon pasti dia mau ke sini." kata Dimas.
“ Yaudah gue telfonin, tapi disuruh Lo ya." kata Chika.
“ Iya siap, yang penting suruh dia ke sini." kata Dimas.
Chika ke kamarnya dan menghubungi Imelda.
“ Lo suka sama Imelda?" kata Arga.
“ Kalo iya emang kenapa? lagian dia juga cantik banget." kata Dimas.
“ Oh ya kok temen-temen Chika perasaan rata-rata orang kaya semua, padahal dia kan katanya dari kampung." kata Arga.
“ Sebenernya Chika itu..." kata Dimas hampir keceplosan.
“ Chika itu sebenernya kenapa? Lo tau tentang Chika?" tanya Refan.
“ Enggak, maksud gue mungkin kebetulan aja, Chika punya temen rata-rata orang kaya, lagian siapa sih orang yang nggak mau Deket sama Chika, dia cewek yang baik, udah gitu jago bela diri juga." kata Dimas.
“ kemarin kata Vivi juga Chika melintir tangan Bella." kata Refan.
“ Oh ya gue mau tau Critanya, Sebenernya kemarin gimana sih Critanya kok Chika Sam a Bella berantem." kata Arga.
__ADS_1