Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Chika!!!!!


__ADS_3

“ Ya dulunya itu, geng motor Fairuz itu yang mimpin papa nya den Arga, dan setelah papa nya den Arga meninggal, yang mimpin geng motor itu den Arga non." kata Bibi.


“ Terus kenapa geng motor lain, kaya pada nggak suka sama geng motor Fairuz bik?" tanya Chika.


“ Karna bisa dibilang geng motor Fairuz itu, geng motor yang terkenal di daerah sini non, paling ditakuti lah, jadi banyak yang pengen gantiin posisi geng motor Fairuz non, itu sih yang bibi tau." kata Bibi.


“ apa alasan Arga nggak mau berhenti dengan dunia balap Motornya itu juga karna papanya ya bik?" tanya Chika.


“ ya mungkin non, karna sejak den Arga kecil, papanya selalu ajak dia naik motor, otak-atik mesin motor, dan Saat den Arga masih duduk di bangku SMP juga sudah dibolehkan mengendarai motor sendiri non." kata Bibi.


“ Oh gitu ya bik." kata Chika.


“ Iya non, dan setau Bibi juga den Arga pernah cerita kalo papanya den Arga pengen kalo den Arga jadi pembalap non." kata Bibi.


“ Oh jadi alasan Arga selama ini tuh itu." kata Chika.


“ Iya non, non Chika nggak usah terlalu khawatir sama den Arga, bib yakin den Arga pasti tau kok mana yang baik dan buruk buat dia." kata Bibi.


“ Iya bik." jawab Chika.


Chika mengerjakan tugas kuliah di ruang menonton TV, sampai larut malam, dan Akhirnya Refan dan Dimas pun pulang.


“ Kok belum tidur Chik?" tanya Refan.


“ Iya fan lagi ngerjain tugas." kata Chika.


“ jangan sampe malam-malam Chik, ntar mata Lo jadi mata panda gimana?" kata Dimas.


“ Ada-ada aja Lo dim, kalian udah mau balik?" tanya Chika.


“ iya nih kita mau balik, kita pamit pulang dulu ya Chik, Ar." kata Dimas dan Refan.

__ADS_1


“ iya dim, fan, hati-hati ya." kata Arga.


“ Sip bro." kata Dimas.


Arga mengantar Dimas dan Refan keluar, setelah itu Arga kembali masuk rumah.


“ Tidur udah malem, buat tugasnya besok lagi." kata Arga.


“ Iya bentar lagi, nanggung udah mau selesai." kata Chika


“ Gue bilang kerjain besok lagi, udah malem." kata Arga mendekati Chika.


“ Iya-iya." kata Chika.


“ Pintu depan udah gue kunci " kata Arga.


“ Ar..." panggil Chika.


“ Maafin gue ya." kata Chika.


“ Maaf buat apa?" tanya Arga.


“ Lo marah kan sama gue, karna gue crita ke nyokap Lo?" kata Chika.


“ Nggak, cuma kesel aja." kata Arga.


“ Ya sama aja." kata Chika.


“ Udahlah, udah malem istirahat." kata Arga menuju kamarnya.


“ Nggak marah tapi cuma kesel aja, ya sama aja kan, gimana sih dia?" kata Chika ngomel-ngomel sendiri.

__ADS_1


“ Buruan tidur udah malem, nggak usah ngomel-ngomel sendiri." kata Arga dari atas.


“ Iya-iya ini juga mau ke kamar." kata Chika.


Pagi hari.


“ Arga nanti kamu sama Chika naik mobil mama aja, hari ini mama libur, jadi kamu bisa pake mobil mama." kata Bu Winda.


“Iya ma." jawab Arga singkat.


Chika dan Arga naik mobil Bu Winda. Saat di perjalanan.....


“ Ar kalo misal gue nyuruh Lo buat milih gue atau geng Fairuz, Lo bakal pilih mana?" kata Chika saat Arga sedang fokus mengendarai mobil, tiba-tiba Arga langsung mengeram mendadak.


“aww... kok ngerem mendadak sih Ar." kata Chika


“ Kenapa Lo nanya gitu?" tanya Arga dengan tatapan serius.


“ Ya kenapa emangnya, kan gue cuma nanya, misal kalo gue nyuruh Lo milih gue, atau milih Geng Fairuz, Lo bakal milih mana, gitu doang kan?" kata Chika


“ Gue nggak suka Lo nany gitu Chik." kata Arga.


“ Kenapa? karna Lo lebih milih geng Fairuz? atau gue ini sama artinya sama geng Fairuz." kata Chika.


“ Ada alasan yang nggak bisa gue jelasin." kata Arga.


“ Kenapa? karna geng Fairuz peninggalan bokap Lo? dan itu pasti lebih penting dari segalanya, dan lebih penting dari gue." kata Chika.


“ Chika..." kata Arga hendak menampar Chik, tapi tidak jadi, dia malah memukul setir mobil.


“ Aaa...." kata Chika menutup mukanya.

__ADS_1


__ADS_2