
Arga memberhentikan motornya.
“ Dek ini ada makanan buat kalian." kata Arga.
“ Makasih ya kak." kata anak-anak disana.
“ Iya sama-sama." kata Arga.
Arga dan Chika melanjutkan perjalanan. Mereka berdua berhenti lagi. Arga memberikan Sisa kue nya ke pemulung.
“ Pak ini ada sedikit makan buat bapak." kata Arga.
“ Makasih ya mas." kata Pemulung itu.
“ Iya sama-sama pak." kata Arga.
Kemudian mereka berdua lanjut pulang.
“ Bisa berbagi itu rasanya seneng banget ya Chik." kata Arga.
“ Iya Ar, Lo hebat banget, apalagi itu juga uang Lo sendiri kan?" kata Chika.
“ Iya Chik, biasanya pengasihan yang gue dapat dari Cafe itu, buat gue bayar kuliah, terus kadang sisanya buat kasih ke mama, walaupun ntar dikasihin lagi ke gue." kata Arga.
“ Iya nggak papa walaupun dikasih lagi ke Lo, seenggaknya Lo udah bantu Tante Winda itu udah bagus." kata Chika.
__ADS_1
“ Gue masih bingung buat apa uangnya Chik, terus gue kasihin aja ke mama, mungkin kalo nanti gue udah selesai kuliah bakalan gue buat usaha apa, yang bisa nambah penghasilan gue." Kata Arga.
“ Iya Ar, gue bakalan selalu dukung Lo kok, asal uangnya jangan buat beli yang aneh-aneh." kata Chika.
“ Yang aneh-aneh itu contoh nya apa?" tanya Arga.
“ Ya mungkin karna Lo merasa udah bisa cari uang sendiri, terus Lo buat nyoba-nyoba beli obat-obatan terlarang gitu, apalagi kan pergaulan Lo tuh sama anak-anak geng motor." kata Chika.
“ Iya gue ngerti kok Chik, lagian masih ada yang penting lagi kan." kata Arga.
“ Iya Ar." kata Chika
Meraka berdua pulang ke rumah, Bu Winda hari ini pulang lebih awal.
“ Mama udah balik ma?" kata Arga.
“ Iya ma tadi kita abis ketemu sama nenek yang waktu itu Arga serempet." kata Arga.
“ Eh tunggu-tunggu, muka kamu kenapa, kok kaya bengkak gitu? jangan bilang berantem lagi?" tanya Bu Winda.
“ Enggak kok ma semalem cuma pemanasan dikit." kata Arga .
“ Pemanasan apanya? kamu berantem lagi?" tanya Arga.
“ Enggak kok ma." kata Arga.
__ADS_1
“ Chika muka Arga kenapa? Tante percaya kalo kamu yang jawab, kalo dia nih susah banget dikasih tau." kata Bu Winda.
“ Eeee... Arga semalem..." kata bingung menjawabnya, karna arga bilang Chika nggak boleh kasih tau mamanya.
“ Udah nggak papa bilang aja sayang, nggak usah takut." kata Bu Winda.
“ Semalem Arga berantem sama geng motor lain, waktu mereka balapan Tan." kata Chika.
“ Arga... kamu ini ya, susah banget di kasih tau, pokoknya motor kamu mama sita." kata Bu Winda.
“ Tapi kan ma, Arga lakuin itu juga karna Arga nggak mau mereka hancurin cafe Arga ma." kata Arga.
“ Lagian suruh siapa ikut-ikutan geng motor kaya gitu." kata Bu Winda.
” Iya-iya ma, Arga salah." kata Arga.
“ Yaudah sana istirahat, mana kunci motornya biar mama yang pegang dulu." kata Bu Winda, dan Arga pun menyerahkan kunci motornya.
Arga pergi ke kamar, disusul Chika yang mau ke kamarnya juga.
“ Arga tunggu." panggil Chika, saat Arga mau masuk kamar.
“ Kenapa?" tanya Arga dingin.
“ Maafin gue, gue nggak bermaksud buat bikin motor Lo disita sama Tante Winda, gue cuma sependapat aja sama Tante Winda, buat apa Lo ikutan geng motor kalo tau bakalan gini kan." kata Chika.
__ADS_1
“ Udah lah nggak usah dibahas Chik, gue capek mau istirahat." kata Arga kemudian masuk kamar meninggalkan Chika.