
Arga yang mengikuti Chika, melihat taksi yang dinaiki Chika berhenti pun ikut berhenti dan membantu melawan empat preman itu.
“ Hati-hati Chik." kata Arga.
“ Iya Ar." kata Chika.
Para preman itu pun tergeletak, Chika menghampiri Arga yang sedang tergeletak juga di jalan.
“ Lo gak papa Ar?" tanya Chika.
“ Gue gak papa Chik." kata Arga sambil kesakitan.
“ Yaudah kita kerumah sakit aja ya." kata Chika
“ Gak usah Chik, gue mau balik ke rumah aja." kata Arga.
“ Yaudah kalo gitu, pak tolong bantu temen saya." kata Chika kepada sopir taksi.
“ Ayo mas berdiri, hati-hati." kata Supir Taksi.
“ Bapak ikutin saya ya, biar saya yang naik motor temen saya." kata Chika.
“ Iya mbak." kata Sang sopir
Arga pulang naik taksi yang tadi dinaiki Chika, dan Chika naik motor Arga.
Dirumah.
“ Ayo Ar biar gue bantu." kata Chika.
__ADS_1
“ Pelan-pelan jalannya mas." kata Sopir taksi yang ikut membantu Arga masuk ke dalam Rumah.
“ Astaghfirullah, ini Arga kenapa Chik?" tanya Bu Winda khawatir.
“ Critanya panjang Tan, sekarang Chika minta tolong ambilin kotak obat." kata Chika.
“ Bibi ambilin kotak obat bik." perintah Bu Winda, dan tak lama kemudian bibi datang membawa kotak obat.
Dikamar Arga.
“ Kok Bisa babak belur gini sih sayang." kata Bu Winda
“ Arga gak papa kok ma." kata Arga.
“ Kok bisa sampai gini, gimana Ceritanya sih Chika." kata Bu Winda.
“ Tadi Chika pulang dari Cafe itu naik taksi Tan, dan diperjalanan Chika dihadang 4 preman, dan untungnya ada Arga yang bantuin lawan preman-preman itu " kata Chika menjelaskan.
“ Maafin Chika Tan." kata Chika menunduk.
“ Yaudah kalo gitu biar mama buatin minuman dulu ya buat kalian berdua." kata Bu Winda.
Bu Winda ke dapur membuatkan minuman untuk Chika dan Arga.
“ Ar Lo gak papa kan?" tanya Chika.
“ Emang Lo liatnya gimana Chik, apa gue baik-baik aja." jawab Arga.
“ Maafin gue Ar." kata Chika.
__ADS_1
“ Besok-besok lagi pulang sendiri lagi kaya tadi ya." kata Arga.
“ Maaf Ar, gue kan gak tau kalo bakalan gini." kata Chika.
“ Makannya gak usah sok-sokan bisa jaga diri, oke lah Lo bisa bela diri, tapi kalo kaya tadi Lo dikeroyok gitu, emangnya Lo bisa ngelawan mereka sendirian." kata Arga.
“ Iya gue tau gue salah." kata Chika.
“ Jangan ulangin itu lagi Chik, apalagi Lo cewek gak baik pulang malem sendirian, gue gak mau Lo kenapa-kenapa." kata Arga dengan lembutnya kepada Chika.
“ Jujur sebenernya gue nyaman banget kalo sama Lo Ar, tapi sayangnya Lo milik orang lain" Batin Chika.
“ Chika Lo denger gak?" kata Arga yang melihat Chika hanya diam saja.
“ Iya Ar, gue ngerti kok, makasih ya Lo udah selalu lindungin gue." kata Chika memeluk Arga.
“Rasanya gue lebih baik babak belur gini Chik, biar selalu dipeluk Lo."Batin Arga.
Bu Winda yang hendak masuk ke kamar Arga melihat Chika dan Arga sedang pelukan pun menghentikan langkahnya.
“ Mama lebih suka liat kamu sama Chika Ar dari pada sama Bella." Kata batin Bu Winda.
“ Permisi, maaf mama ganggu ya, mama cuma mau anterin minuman buat kalian." kata Bu Winda masuk ke kamar Arga.
“ Enggak kok Tan." kata Chika melepaskan pelukan Arga.
“ Nih minuman buat kalian, diminum pasti kalian masih trauma sama kejadian tadi." kata Bu Winda.
“ Makasih ya Tan." kata Chika.
__ADS_1
Bu Winda duduk diantar Chika dan Arga.
“ Mama seneng banget kalo liat kalian akur gini, sini kalian berdua." kata Bu Winda memeluk Chik dan Arga.