Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Semangat Buat bangun


__ADS_3

Akhirnya Arga mendapat pendonor yang cocok dengan golongan darah Arga. Dokter langsung mengambil tindakan. Semua menunggu di depan ruangan UGD, menunggu dokter keluar. Dokter pun keluar.


“ Gimana dok keadaan anak saya?" Tanya Bu Winda.


“ Alhamdulillah Bu, setelah mendapat donor darah, keadaan pasien mulai membaik." kata Dokter.


“ Apa saya boleh masuk dok?" tanya Bu Winda.


” Sebaiknya nanti aja Bu, setalah pasien di pindahkan ke ruangan" kata Dokter.


“ Yaudah makasih ya dok." kata Bu Winda.


“ Iya Bu sama-sama, kalo gitu saya permisi dulu ya." kata Dokter.


Fino dan Lisa pamit pulang, Dimas dan Refan juga mengantar Vivi dan imelda pulang karna sudah larut malam. Arga pun di pindahkan ke ruangan.


“ Arga bangun donk Ar, mana katanya cowok yang pemberani? kalo emang Lo serius sama gue bangun donk Ar, gue juga sayang sama Lo Ar, Lo harus bangun, kalo nggak bangun ntar gue tinggal pergi emang Lo mau?" kata Chika sambil menatap seseorang yang selama ini selalu ada di sampingnya dan sekarang orang itu hanya terbaring lemah.


“ Arga bangun donk, gue nggak mau kehilangan Lo Ar, kenapa sih Lo susah banget di kasih tau, gue kan udah bilang nggak usah ikut balapan, ngeyel banget sih jadi cowok, ayo bangun donk Ar." kata Chika sambil menggenggam tangan Arga.


Bu Winda hanya bisa diam menatap Chika yang mengajak Arga ngobrol, tapi Arga masih belum siuman juga, Bu Winda meneteskan air mata melihat Arga dan Chika.


Hari sudah larut Bu Winda menyuruh Chika untuk tidur.

__ADS_1


“ Chika udah malem kamu tidur di sofa gih, biar Tante yang tidur dikursi." kata Bu Winda.


“ Nggak usah Tan, Tante aja yang tdiru di sofa, biar Chika tidur di kursi sambil nemenin Arga." kata Chika.


“ Serius nggak papa?" tanya Bu Winda.


“ Iya nggak papa." Kata Chika.


“ Yaudah kalo gitu." kata Bu Winda.


Chika tidur sambil duduk di kursi didekat Arga.


Pagi hari pukul 05.00


Arga siuman, dia melihat Chika yang masih tertidur di sebelahnya sambil menggenggam tangan nya.


“ Arga, Lo udah bangun, serius gue nggak mimpikan?" tanya Chika.


Arga mencoba melepas Oksigen yang menutupi mulutnya.


“ Eh kok dilepas sih Ar, nggak usah dilepas." kata Chika.


“ Makasih udah selalu ada buat gue." kata Arga terdengar masih lemas.

__ADS_1


“ Nggak usah banyak ngobrol dulu, mending itunya dipake lagi, eh tapi pake nya gimana? gue panggilin dokter aja ya." kata Chika.


“ Nggak usah Chik." kata Arga.


“ Yaudah gausah banyak bicara dulu." kata Chika.


“ Mama mana Chik?" tanya Arga.


“ lagi tidur Ar, mungkin Tante Winda kecapean semalem dia tidur sampe larut banget, dia khawatir banget sama Lo Ar." kata Chika.


“ Cuma mama yang khawatirin gue? Lo nggak khawatir gue kenapa-kenapa?" tanya Arga.


” Ya gue juga khawatir lah Ar, Tapi ini juga salah Lo sih, udah dikasih tau nggak usah ikut balapan ngeyel banget, kalo udah gini sekarang siapa yang ngerasain sakit? Lo kan?" kata Chika.


“ Iya emang sakit sih Chik, tapi gue juga seneng akhirnya gue bisa tau kalo Lo juga sayang sama gue " kata Arga.


“ Maksud Lo?" kata Chika pura-pura lupa sama omongannya semalem.


“ Gue bisa denger apa yang Lo omongin Chik, Arga bangun donk Ar, gue sayang sama Lo, gue nggak mau kehilangan Lo, gue denger semua kok Chik, dan itu yang bikin semangat gue terkumpul dan akhirnya gue bisa lewati. masa kritis gue " kata Arga.


“ Kok gue lupa ya, apa bener gue bilang gitu?" kata Chika sok tidak tau.


“ Udah nggak usah bohong Chikaaa." kata Arga tersenyum.

__ADS_1


“ oh ya serius nggak mau di panggilin dokter?" kata Chika.


“ Nggak usah Chik, lagian dokternya juga masih kumpul sama keluarganya, jadi nggak usah diganggu dulu." kata Arga.


__ADS_2