Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Sedih aja


__ADS_3

“ Chik ini kok piringnya udh gue cuci masih aja berminyak sih." kata Arga.


“ Ya sabar donk Ar, namanya juga air sama minyak, kan bersihinnya lama." kata Chika.


“ Kaya Chika sama Arga kaya minyak sama Air." kata Arga dan membuat Chika tertawa.


“ Hahahah, ada-ada aja Lo Ar." kata Chika.


“ Tapi emang bener kan?" kata Arga.


“ Ya enggak lah Ar, yaudah buruan cuci piringnya, nih sarapannya udah matang." kata Chika.


“ Iya." kata Arga


Mereka semua sarapan bersama.


“ Oh ya Tan ini ada sedikit hadiah dari kami, sebagai ucapan terima kasih kami, karna Tante udah bolehin kami tinggal disini waktu kami liburan di Bandung." kata Dimas memberikan kado buat Bu Risma.


“ Dan ini buat Bagas..." kata Chika memberikan kado ke Bagas anak nya Bu Risma.


“ Makasih kak." kata Bagas.


“ Tapi kamu harus janji sama kakak, kamu gak boleh nakal, harus rajin belajar, dan yang penting gak boleh bikin Mama marah ya." kata Chika.


“ Iya kak, makasih ya." kata Bagas.


“ Iya sama-sama." kata Chika.

__ADS_1


“Oh ya Tan, rencananya kita mau balik nanti siang Tan." kata Dimas.


“ Yaudah kalo gitu kalian nanti pulangnya hati-hati ya." kata Bu Risma.


“Nanti kapan-kapan main ke sini lagi ya kak." kata Bagas.


“ Pasti donk." kata Refan.


“ Jujur aku betah banget disini." kata Vivi.


“ Iya Vi, gue juga." kata Arga


Mereka menyiapkan barang-barang bawaan mereka. Setelah mengemas Baju Chika ke balkon kamar.


“ Pa maafin Chika, Chika gak bisa temuin papa dulu, Chika bakalan buktiin ke papa, Chika bisa hidup mandiri, walaupun tidak bertemu papa, tapi dengan Chika dibandung, rasanya dekat, dan nyaman sekali pa, papa tenang aja Chika bisa jaga diri kok." kata Chika bicara sendiri.


Arga mencari Chika dikamar Chika.


“ Chika..." panggil Arga, tapi didalam kamar hanya ada Vivi.


“ Eh Arga, cari Chika ya Ar, Chika nya di balkon kamar." kata Vivi.


“ Oh yaudah makasih ya Vi, gue samperin dia dulu." kata Arga kemudian pergi menghampiri Chika.


“ Kok disini Chik, emang udah beres-beres barangnya?" tanya Arga.


“ Udah Ar." kata Chika.

__ADS_1


“ Kok bengong di sini kenap?" tanya Arga


“ Gak papa Ar, gue cuma nyaman aja tinggal di Bandung, rasanya sedih banget mau balik ke Jakarta." kata Chika.


“ Sedih mana kalo kehilangan gue?" tanya Arga mencoba menghibur Chika.


“ Ar gue serius, gue suka banget tinggal disini." kata Chika.


“ Terus Lo gak mau balik, mau disini aja." kata Arga.


“ Ya enggak, gua mau buktiin ke papa dulu kalo aku bisa hidup mandiri." kata Chika.


“ Emang rumah Lo disini, dan papa Lo, kenapa Lo gak pernah cerita tentang keluarga Lo?" tanya Arga bingung, tapi Chika hanya diam, bingung menjelaskan nya.


“ Gak papa kalo Lo belum siap buat ceritain itu, lagian itu juga hak Lo kok, mau cerita atau enggak." kata Arga tersenyum.


“ Makasih ya Ar, Lo selalu ngertiin gue." kata Chika.


“ Iya, yaudah yuk keluar." kata Arga menggandeng tangan Chika.


“ Kok diem kenapa, gak boleh gue gandeng Lo, apa perlu gue jadi mama dulu, biar boleh gandeng tangan Lo." kata Arga.


“ Ya enggak juga sih." kata Chika.


” Yaudah ah yuk keluar." kata Arga.


Mereka berdua keluar kamar, dan ternyata ada seseorang yang mencari Chika kata Vivi.

__ADS_1


__ADS_2