Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Orang-orang aneh


__ADS_3

“ Dimas mana Mel?" tanya Chika.


“ Tuh lagi ikut balapan Chik." kata Imel.


“ Chik, yuk nunggu disana aja sambil ngobrol, yuk Mel." kata Lisa.


“ Ar gue ke sana dulu ya." kata Chika.


“ Iya Chik." kata Arga.


Chika duduk di warung yang ada di pinggir jalan tempat balapan.


“ Oh ya Chik, Lo serius udah pacaran sama Arga." Tanya Lisa.


“ Belum Lis." jawab Chika.


“ Loh waktu itu Arga bilang kalian udah pacaran?" kata Lisa.


“ Iya sih dia udah pernah bilang suka sama gue, tapi gue masih trauma sama sikap Arga sebelumnya Lis, dia selalu kasih gue harapan dan ternyata dia juga udah punya cewek." kata Chika.


“ Terus ntar kedepannya Lo punya rencana apa?" tanya Imelda.


“ Gue sih sebenarnya juga suka sama Arga, tapi gue masih pengen nata diri gue dulu Lis, gue masih trauma aja." kata Chika.


“ Terus Arganya gimana Chik?" tanya Imelda.


“ Arga sih bilang dia bakalan berubah demi gue, dan dia bakalan ada di samping gue sampai rasa trauma gue ini hilang." kata Chika.


“ Ah so sweet bangeeett." kata Imelda.


“ Terus Lo gimana Mel?" kata Lisa.


“ Kalo Dimas sih cowok yang baik sih Lis, gue juga udah mulai suka sama dia, tapi dia belum bilang apa-apa ke gue sampe sekarang." kata Imelda.

__ADS_1


“ Ya mungkin Dimas memang masih butuh waktu Mel, lagian kalian juga butuh kenal satu sama lain kan?" kata Lisa.


“ Iya Mel, gue tau kok Dimas bukan tipe cowok yang cuma bisanya Ghosting cewek aja." kata Chika.


“ Iya Chik, Lis, tetap semangat pokoknya buat kita masing-masing." kata Imelda.


“ Oh ya Fin gue mau nanya sama Lo, kok temen-temen Fino serem-serem gitu ya." kata Chika.


“ Yang mana Chik?" kata Lisa.


“ Yang itu lho, tampangnya kaya preman gitu." kata Chika menunjuk ke beberapa gerombolan orang.


“ Itu bukan temen-temennya Fino Chik." jawab Lisa.


“ Jadi mereka bukan anggota geng motornya Fino?" kata Chika.


“. Iya bukan." jawab Lisa.


“ Terus mereka siapa donk?" kata Chika.


“ Iya mungkin sih, tapi gue liatnya serem aja, mencurigakan gitu." kata Chika.


Di tempat Arga dan Teman-teman Fino.


“ Fin Lo udah balapan belum?" tanya Arga.


“ Belum Ar." jawab Fino.


“ Gimana kalo kita balapan aja." kata Arga.


“ Serius? katanya Lo lagi gak enak badan, mending nggak usah dari pada ntar kenapa-kenapa." kata Fino.


” Tenang aja nggak papa kok." kata Arga

__ADS_1


“ Yaudah kalo gitu." kata Fino.


Saat Fino dan Arga mulai balapan, Orang-orang yang Chika bilang seperti preman itu mendekati anggota geng motor Arga dan Fino, akhirnya terjadi perkelahian. Geng motor yang menyerang tiba-tiba itu ternyata musuh gengnya Fino, Fino dan arga masih tetap melanjutkan balapan karna mereka tidak tau kalo ada geng motor yang tiba-tiba menyerang.


“ Eh itu kok pada berantem kenapa?" kata Lisa.


“ Gue takut Chik." kata Imelda.


“ Gue tadi udah bilang kan, ada yang gak beres sama orang-orang itu." kata Chika.


“ Yaudah kita pergi aja yuk." kata Lisa.


“ Vivi yuk pergi aja Vi." kata Chika menarik tangan Vivi yang sedang ketakutan karna melihat Refan sedang berantem.


Di cafe.


Cewek-cewek memilih balik ke Cafenya Arga.


“ Chik gue khawatir sama Refan." kata Vivi.


“ Iya yaudah kita tenang dulu ya Vi, semoga nggak terjadi apa-apa sama mereka, oh ya Arga mana?"kata Chika


“ Tadi waktu Arga dan Fino balapan, baru orang-orang itu menyerang Chik." kata Vivi.


“ Atau jangan-jangan geng motor yang Lo bilang itu, emang udah ngawasin dari tadi, sampe nunggu ketua geng motor Arga dan Fino lagi nggak disana, iya nggak?" kata Lisa.


“ Iya bener, setelah Arga sama Fino melajukan motor mereka langsung datang gitu aja." kata Vivi.


“ Yaudah kita tunggu aja disini dulu." kata Imelda.


“ Oh ya gue punya temen, dia itu polisi siapa tau dia bisa bantu kita." kata Lisa.


“ Iya buruan Lo telfon dia, biar pada bubar tawurannya." kata Imelda.

__ADS_1


Lisa menelfon temannya yang bekerja sebagai polisi.


__ADS_2