
" Argaaa....!!!!, apa-apaan sih Lo, lepasin gue." kata Chika memukul dada Arga.
Arga pun tersadar, karena saat menarik tangan Chika, dia masih setengah sadar.
" kenapa sih." kata Arga mulai membuka mata.
" ada apa, ada apa, lepasin gue, Lo pasti mau modus kan." kata Chika, yang membuka Arga membuka matanya dan langsung bangun.
" ngapain Lo peluk-peluk gue." kata Arga setelah sadar.
" hello..., tadi Lo yang narik tangan Gue, kenapa jadi gue yang disalahin." kata Chika tidak terima.
" mana ada gue narik Lo, bilang aja Lo suka sama gue, dan Lo pengen meluk- meluk gue." kata Arga dengan PD nya.
" apa Lo bilang, gak Sudi kali gue peluk-peluk Lo, mending gue peluk bantal guling." kata CHika.
" terus Lo ngapain di kamar gue, Lo mau nyolong pasti kan." kata Arga yang membuat Chika emosi.
" nih nyolong." kata Chika langsung menampar Arga
PLAkkkk
" eh Lo berani-beraninya nampar gue lagi, Lo itu cuman pembantu di rumah gue, jadi Lo tuh gak usah sok-sokan mentang-mentang Lo udah pernah nolongin mama." kata Arga dan membuat Chika menyerah.
" terserah, terserah Lo mau bilang apa, emang gue disini cuma pembantu, tapi bukan berarti Lo bisa seenaknya sama gue." kata Chika dan langsung meninggalkan Arga, dan menuju kamar Chika.
__ADS_1
Arga ke bawah, menuju meja makan.
" Loh Chikanya mana, kok kamu turun sendirian." Tanya Bu Winda bingung.
" gak tau ma, bukanya dia udah turun duluan." kata Arga tak peduli.
" kata siapa, bukanya tadi mama suruh dia bangunin kamu." kata Bu Winda.
" gak tau, mungkin dia dikamar." kata Arga.
" yaudah kalo gitu tolong panggilin sana." kata Bu Winda.
" kok Arga sih ma, kan bisa mama atau bibi aja." kata Arga males.
" iya-iya maaa..." kata Arga sambil berjalan malas.
Di kamar Chika
" ya kali masak gue disuruh panggil dia sih, males banget." kata Arga tak merasa bersalah.
Tok Tok Tok
Chika membukakan pintu. " kenapa?" kata Chika tak memandang wajah Arga.
" di panggil mama, suruh makan." kata Arga.
__ADS_1
" nanti aja, bukanya kata Lo gue cuma pembantu di sini, dan pembantu itu makannya harus nunggu Lo sama nyokap lo selesai." kata Chika santai.
" tapi Lo dipanggil mama." kata Arga.
" iya nanti gue ke sana." kata Chika.
" sekarang, mama panggilnya sekarang." kata Arga dengan nada tinggi.
" biasa aja kali." kata Chika.
" gue mah biasa aja, Lo aja yg baperan, dimarahin dikit, langsung ngambek." kata Arga menatap Chika.
" helloooo... siapa juga yang ngambek." kata Chika.
" ya elo lah, Lo pasti ngambek kan, abis itu biar mama marah sama gue, itu kan yang Lo mau." kata Arga.
" Tuan Arga Bagaskara yang katanya orang kaya ini, emangnya gak ada sisi baiknya gue Dimata Lo, gue rasain dari awal kita ketemu, gue selalu aja yang salah, dan Lo cuma bisanya marah-marah aja" kata Chika serius.
" kok Lo sekarang jadi baperan gini sih, gak asik ah." kata Arga.
" Arga, Lo pikir gue gak punya perasaan, sampai-sampai Lo tuh selalu ngelakuin apa pun semau Lo sendiri, usah lah gue capek ribut terus sama Lo." kata Chika dan langsung meninggalkan Arga sendiri.
Arga masih mematung di tempat itu mencerna perkataan Chika.
" apa gue salah, apa gue keterlaluan sama dia, eh tapi biarin emang gue sengaja biar dia gak betah disini." kata Arga dan kemudian ikut ke Bawah.
__ADS_1