Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Baik dok


__ADS_3

Pagi itu Chika pergi bersama Vivi dan Imelda. Tapi saat Vivi dan Imelda lagi membeli makanan dipinggir jalan, Chika hendak ikut bersama mereka berdua, tiba-tiba ada Motor yang melintas dan menabrak Chika.


“ A......" teriak Chika, dan chika langsung tergeletak dengan kepala yang bercucuran darah.


“ Chika..." kata Imelda.


“ Chika bangun Chik, tolong....,, tolong..." kata Vivi dan Imelda teriak minta tolong dan orang disekitar langsung membantu membawa Chika ke rumah sakit.


Saat dirumah Sakit Chika langsung dibawa ke UGD, Vivi dan Imelda masih syok, mereka menangis karna tidak tega melihat Chika tergeletak tadi, Imelda langsung teringat untuk mengabari Arga dan yang lain. Dan tak lama kemudian Arga dan yang lain datang.


“ Dimana Chika Mel?" tanya Arga berlari menghampiri Imelda.


“ Chika masih di tangani dokter Ar." kata Imelda.


“ Kok bisa kayak gini gimana ceritanya Mel, Vi?" tanya Dimas dan Imelda langsung memeluk Dimas.


“ Tadi kita berdua lagi beli makanan dipinggir jalan, dan gue nyuruh Chika di dalam mobil aja, tapi Chika nyamperin kita berdua, dan saat Chika nyebrang, ada motor yang lewat, karna Chika memang tadi lagi nggak enak badan katanya dim, ini semua salah gue dim." kata Imelda terus menyalahkan dirinya


“ Enggak kok Mel, ini musibah, bukan salah kamu, udah jangan nangis lagi ya, kita doakan yang terbaik aja buat Chika, semoga Chika nggak kenapa-kenapa." kata Dimas.

__ADS_1


“ Mana orang yang udah nabrak Chika Mel, Vi?" tanya Arga terlihat emosi.


“ Dia langsung pergi Ar." jawab Vivi.


“ Gimana ciri-ciri orangnya?" tanya Arga.


“ Gue nggak tau pasti Ar, tapi orang itu naik motor balap kaya punya Lo, warnanya Hitam, dan sepertinya dia anak geng motor, karna dia pake Jaket ada logo seperti nama geng motornya." kata Imelda.


“ Lo liat nama geng motornya?" tanya Refan.


“ Enggak fan, dia naik motor ngebut banget, dan nabrak Chika, sampai Chika terpental jauh." kata Imelda.


“ Tunggu Ar, Lo jangan kemana-mana dulu, kita cari tau nanti sama-sama aja, kita nunggu dokter yang periksa Chika keluar dulu." kata Dimas.


“ Tapi gue yakin, ini disengaja dim, gue nggak terima kalo ada yang berani celakain Chika dim." kata Arga emosi.


“ Tenang Ar, Lo lagi emosi gini, gue nggak bakalan biarin Lo pergi, dengerin gue, kita tunggu dulu sampe dokter keluar, kalo memang Chika udah nggak papa, nanti baru kita cari tau. Kalo nanti dokter butuh bantuan kita gimana? kita nggak disini?" kata Dimas.


Arga pun akhirnya mau mendengarkan perkataan Dimas, Arga terduduk dilantai bersandar tembok sambil menangis.

__ADS_1


Kemudian Pak Heru datang karna mendengar Chika kecelakaan.


“ Gimana keadaan Chika Arga?" tanya Pak Heru.


“ Chika masih di dalam om." kata Arga.


“ Kok bisa jadi seperti ini gimana ceritanya?" tanya Pak Heru.


“ Ini semua salah Arga om, Arga nggak bisa jagain Chika." kata Arga.


“ Udah ar, ini mungkin memang musibah, jangan menyalahkan diri kamu gini." kata Pak Heru.


Tiba-tiba dokter keluar dari ruangan.


“ Gimana keadaan nak saya dok? Chika baik-baik saja kan?" tanya Pak Heru.


“ Sebaiknya bapak ikut saya ke ruangan saya, nanti saya jelaskan gimana keadaan pasien saat ini." kata Dokter.


“ Baik dok." kata Pak Heru.

__ADS_1


__ADS_2