Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Valita


__ADS_3

“ Ngga makasih ya udah bantuin selesain masalah papa, sekarang pelakunya udah ketangkep, dan Lo juga sampe kena tembak gini." kata Chika.


“ Lo nggak perlu bilang makasih Chik, itu udah tugas gue, dan untuk gue kena tembak itu udah menjadi resiko gue sebagai polisi." kata Erlangga.


“ Pasti sakit banget ya ngga."kata Chika.


“ Lumayan sih, pas gue kena tembak rasanya ada sesuatu yang tajam masuk ke perut gue, dan itu bener-bener sakit banget." kata Erlangga.


Saat sedang ngobrol berdua dengan Chika, tiba-tiba ada teman Erlangga datang untuk menjenguk.


“ selamat pagi pak." kata Salah satu teman Erlangga, karna ada tiga teman Erlangga yang juga sebagai polisi.


“ Selamat Pagi silahkan masuk." kata Erlangga.


“ Gimana keadaan pak Erlangga?" tanya Seorang polisi wanita.


“ Saya sudah baik-baik saja." kata Erlangga.


“ Oh ya ini kami bawa buah buat bapak, dimakan ya pak." kata teman Erlangga.


Chika hanya diam menyimak pembicaraan mereka, sampai akhirnya Erlangga tersadar kalo Chika juga di sana dan hanya diam saja.


“ Oh ya ini Chika teman saya." kata Erlangga


“ Chika kenalin ini Bu Valita, ini pak Bagas, dan ini pak Bayu." kata Erlangga.

__ADS_1


“ Pak saya mau tanya." kata Bayu.


“ iya kenapa?" tanya Erlangga.


“ Mbak Chika ini beneran teman bapak?" tanya Bayu.


“ Iya, emang kenapa?" tanya Erlangga.


“ Soalnya kemarin waktu kita bawa pak Erlangga ke rumah sakit, mbak Chika ini datang dan nangis melihat pak Erlangga yang terbaring lemas di UGD." kata Bayu.


“ Serius Chik?" tanya Erlangga.


“ Enggak, pak Bayu mungkin salah liat kali." kata Chika.


“ Kemarin saya inget banget mbak." kata Bayu.


“ Apaan sih ngga." kata Chika.


Setelah mengobrol sebentar, teman-teman Erlangga pergi lagi ke kantor.


“ Chik serius yang di bilang pak Bayu?" tanya Chika.


“ Apaan sih ngga, ya gue nangis karna kasian aja sama Lo, liat badan Lo dipakein alat-alat banyak banget, nanti kalo Lo mati gimana? bisa-bisa gue dihantui Lo lagi." kata Chika.


“ Jadi doain gue mati nih?" tanya Erlangga.

__ADS_1


“ Ya nggak juga sih, cuma takutnya Lo mati." kata Chika.


“ Cie... takut kehilangan gue ya?" tanya Erlangga.


“ Tau ah, Lo gitu terus." kata Chika.


Setelah beberapa Hari dirumah sakit, akhirnya Erlangga diperbolehkan untuk pulang. Tapi Chika tidak bisa menjemput Erlangga dirumah sakit, karna dirinya sekarang sudah belajar untuk mengurus sebagian perusahaan papanya yang ada di Bandung.


Setelah Chika pulang dari kantor, Chika mampir ke rumah Erlangga, dia membelikan Erlangga kue balok. Tapi ternyata ada seorang cewek yang lagi menjenguk Erlangga, dan Chika juga tidak asing dengan orangnya.


“ Bukannya itu teman Erlangga yang polisi itu kan, siapa ya namanya? oh ya itu Valita." kata Chika.


Chika masih didepan kamar melihat mereka berdua mengobrol, dan keliatannya juga mereka sangat dekat. Valita menyuapi Erlangga makanan.


Dan mereka berdua bercanda bersama.


Akhirnya Chika memutuskan untuk menitipkan kue yang dia bawa kepada bibi, kemudian dia pulang, karna memang sudah malam juga.


Valita pulang, bibi langsung masuk ke kamar Erlangga untuk memberikan kue yang dititipkan Chika kepadanya.


“ Mas maaf ini bibi mau anter kue dari mbak Chika buat mas Erlangga." kata Bibi.


“ Terus Chikanya mana bik?" tanya Erlangga.


“ Mbak Chika nya sudah balik mas, tadi mbak Chika Dateng pas mas Erlangga lagi sama Mbak Valita, terus kata mbak Chika dia nggak mau ganggu mas Erlangga, dan dia nitipin ini ke bibi katanya buat mas Erlangga, terus dia balik katanya takut pulangnya kemaleman, soalnya kata mbak Chik dia baru balik dari kantor." kata Bibi.

__ADS_1


“ Kalo Chika mikir yang enggak-enggak gimana ya? gue telfon aja deh." Batin Erlangga.


__ADS_2