
Hari ini pak Heru sudah diperbolehkan untuk pulang. Chika dan Pak Heru dijemput oleh Erlangga.
Sampai rumah.
“ Hati-hati om, biar Erlangga bantu." kata Erlangga membantu pak Heru berjalan.
Pak Heru sedang istirahat di kamarnya, Erlangga duduk di ruang tamu. Chika membuatkan minuman untuk Erlangga.
“ Diminum dulu ngga." kata Chika.
“ Makasih ya Chik." kata Erlangga.
“ Gimana ngga tentang penyelidikan kecelakaan papa." kata Chika.
“ Gue curiga sama sopir bokap Lo Chik, apa dia udah lama kerja sama bokap Lo?" tanya Erlangga.
“ Belum lama sih ngga, sopir papa itu baru kerja pas papa baru keluar rumah sakit kemaren, kira-kira baru 2 bulanan ngga." kata Chika.
__ADS_1
“ Masak pak Joko sih pelakunya ngga, keliatannya orangnya baik gitu." kata Chika.
“ Jangan salah Chik, biasanya musuh berasal dari pihak kita sendiri, yang selama ini kita anggap baik belum tentu baik Chik, jadi kita harus selalu waspada, Bahkan orang yang Deket sama kamu juga bisa tega sama Lo kan, contoh nya Fero, Tapi ini masih dugaan gue aja Chik, nanti bakalan gue selidiki lagi." kata Erlangga.
“ Yaudah gue serahin sama Lo aja ngga, yang penting gue pengen papa aman dan nggak ada lagi yang mau celakain papa, karna papa hanya harta satu-satunya yang gue punya." kata Chika.
“ Pasti Chik." kata Erlangga.
Selama dua hari ini Erlangga sibuk mencari tau tentang kasus kecelakaan yang menimpa pak Heru. Karna Chika juga sudah melapor ke kantor polisi, dan Erlangga yang ditugaskan untuk bertugas mencari tau pelaku yang sengaja Nabrak Pak Heru.
Sudah tiga hari, Erlangga jarang ke rumah Chika, biasanya dia selalu ke rumah Chika. Chika pun khawatir karna HP Erlangga tidak bisa dihubungi. Akhirnya Chika menelfon papanya Erlangga yaitu Pak Davit.
“ Iya gimana Chika?" tanya Pak Davit.
“ Chika mau nanya, kok udah tiga hari Erlangga nggak bisa dihubungi, Chika khawatir karna Erlangga lagi menyelidiki kasus papa Chika om, takutnya kalo terjadi apa-apa sama dia." kata Chika.
“ Kamu tenang aja Chika, lagian Erlangga itu seorang polisi, pasti dia bisa selesaikan masalah ini, apalagi ini menyangkut keselamatan papa kamu, dia bakalan lakuin itu semua, biar kamu bahagia." kata Pak Davit.
__ADS_1
“ Maksudnya gimana om?" tanya Chika.
“ Erlangga selama ini cerita sama om, cerita tentang kamu, tentang kamu cewek yang nggak gampang nyerah, kamu cewek yang kuat walaupun banyak masalah yang selama ini kamu lewati, kamu yang penyayang sama papa kamu, sampai kamu yang setia nunggu Arga yang selama ini nggak pernah kasih kabar sama kamu, Erlangga selalu ceritain itu semua sama om Chika, dia juga pernah cerita kalo dia suka sama kamu, jadi banyak alasan buat Erlangga selalu ada buat kamu." kata Pak Davit.
“ Jadi Erlangga selalu cerita gitu om?" tanya Chika.
“ Iya Chika, dan kadang dia juga ngeluh, karna selama ini kamu masih tetep nunggu Arga, Erlangga itu tipe orang yang keras kepala, kalo dikasih tau susah, kalo dia bilang bakalan nungguin kamu, dia nggak bakalan merubah keputusannya itu, kadang om juga capek sendiri kalo liat dia selalu ambisi untuk mendapatkan sesuatu yang dia mau, ya walaupun itu baik sih, tapi dia suka lupa sama dirinya sendiri." kata Pak Davit.
“ Erlangga emang orang yang baik om, oh ya apa om tau Erlangga dimana?" tanya Chika.
“ Tadi kata pembantu dirumah om, Erlangga lagi sakit, tapi Erlangga nggak kasih tau om, itu yang om nggak suka dari dia, selalu nggak mau nyusahin orang lain, padahal dirinya butuh." kata Pak Davit.
“ Jadi Erlangga itu sakit om?" tanya Chika.
“ Iya Chika, kata pembantu om kemarin Erlangga pulang malem dalam keadaan basah kuyup kehujanan, dan paginya dia sakit." kata Pak Davit.
“ Oh yaudah kalo gitu makasih ya om." kata CHika.
__ADS_1
“ iya sama-sama Chika." kata Chika.