
“ Oh ya Chik, Lo sama pak Erlangga ini beneran cuma temen? tadi saya tanya pak Erlangga kok bilangnya kalian cuma temen, tapi gue liat keliatannya enggak tuh." kata Sely.
“ Iya bener, kita cuma temen kok sel." kata Chika tiba-tiba Chika perutnya mual, dan muntah-muntah.
“ Chika Lo nggak papa?" tanya Erlangga.
“ kepala gue pusing ngga." kata Chika.
“ Chika Lo nggak papa?" tanya Sely.
“ Tadi Lo makan apa Chik?" tanya Erlangga.
“ Atau jangan-jangan karna biasa keluar malem, ternyata hamil." kata Valita.
“ Maaf buk ya, temen saya bukan cewek kaya gitu ya, lain kali ngomongnya dijaga donk buk, jangan mentang-mentang ibuk polisi." kata Sely tidak terima.
“ Sely gue mau balik ke kantor aja." kata Chika.
“ Tapi gue belum berani bawa mobil dijalan ramai Chik." kata Sely.
“ Yaudah kamu balik ke kantor aja, biar Sely saya anter ke rumah sakit dulu." kata Erlangga.
“ Gue nggak papa ngga, gue mau balik ke kantor aja." kata Chika.
“ Nggak Chik, gue nggak mau Lo kenapa-kenapa." kata Erlangga kemudian membantu Chika berjalan.
“ Pak tapi bapak kan habis ini masih ada tugas lagi pak." kata Valita tidak suka Erlangga dekat dengan Chika.
__ADS_1
Di mobil Erlangga.
“ Ini minum air putih dulu Chik, biar nggak terlalu mual." kata Erlangga memberikan botol minumnya.
“ Makasih ngga." kata Chika.
Dirumah sakit
“ Gimana keadaan Chika dok?" tanya Erlangga.
“ Istri bapak cuma alergi sama udang, mungkin Bu Chika tadi makan udang, jadi alerginya keluar." kata Dokter.
Mendengar dokter bilang kalo Chika istrinya Erlangga, Chika langsung melotot ke arah Erlangga.
“ Chika bukan istri saya dok, dia cuma teman saya." kata Dokter.
“ Dokter bisa aja, masih di usahain dok biar bisa jadi suaminya." kata Erlangga menggoda Chika.
“ Apaan sih ngga." kata Chika mencubit perut Erlangga.
“ Amin semoga dipermudah ya pak., ya sudah saya berikan resep untuk ibuk, nanti bisa ditebus pak." kata Dokter.
“ Yasudah kalo gitu kita permisi dulu ya dok." kata Erlangga.
“ Iya silahkan pak." kata Dokter.
Di ruang tunggu untuk menebus obat.
__ADS_1
“ Erlangga Lo apaan sih pake bilang gitu sama dokternya, kan malu tau." kata Chika.
“ Emang kenapa? nyatanya gue lagi usahain biar bisa jadi calon pendamping yang Lo inginkan, biar Lo bisa sayang sama gue seperti Lo sayang ke Arga " kata Erlangga serius tanpa menatap Chika.
“ Sampai Erlangga masih nunggu gue, Kenapa gue jahat banget ya nggak pernah sadar kalo Erlangga selama ini peduli sama gue. Gue jadi ngerasa hutang jawaban sama Erlangga, tapi maaf ngga, gue masih butuh waktu buat jawab itu." Batin Chika.
“ Ngga?" panggil Chika.
“ Iya kenapa Chika?" tanya Erlangga.
“ Apa Lo suka sama Bu Valita?" tanya Chika.
“ Kenapa emangnya? Lo cemburu? ya nggak mungkin juga ya kalo Lo cemburu." kata Erlangga.
“ Kalo iya?" kata Chika dengan polosnya.
“ Enggak lah Chik, kalo gue suka sama Bu Valita, buat apa gue masih nunggu jawaban dari Lo, ya walaupun gue nggak tau Lo bakalan jawab kapan." kata Erlangga.
“ Ya siapa tau kalo gue nolak Lo, biar Lo langsung ada cadangan cewek lain gitu." kata Chika.
“ Chika-Chika..., ternyata seburuk itu gue dipikiran Lo ya." kata Erlangga.
“ Tapi keliatannya kalian Deket banget, dan valita juga kayaknya suka sama Lo, sampe selama ini selalu jelek-jelekin gue didepan Lo." kata Chika.
“ Kalo soal dia suka sama gue juga gue nggak terlalu faham Chik, tapi waktu gue putusin dia dulu kayaknya dia belum bisa terima." kata Erlangga.
“ Putusin? jadi kalian dulu pernah pacaran?" tanya Chika kaget.
__ADS_1