
“ Jadi gimana Ar? kita balikan kaya dulu lagi kan?" kata Vita.
“ Gue bingung vit, gue udah punya Chika, tapi gue juga masih ada rasa sama Lo, bagaimana pun perpisahan kita waktu itu nggak ada masalah sama sekali." Batin Arga.
“ Arga kok malah diem sih Ar?" tanya Vita.
“ Gue masih butuh waktu buat jawab pertanyaan kamu Vit, nggak papa kan?" tanya Arga.
“ Iya nggak papa kok Ar, lagian gue juga salah karna waktu itu udah ninggalin kamu." kata Vita.
“ Oh ya sekarang tinggal dimana?" tanya Arga.
“ Gue tinggal di rumah Tante gue Ar, oh ya Ar gue nggak bisa lama-lama karna gue ada janji sama temen gue ar." kata Vita.
“ Yaudah kalo gitu biar gue anterin aja vit." kata Arga.
“ Nggak usah Ar, gue sendiri aja." kata Vita.
“ Yaudah hati-hati ya." kata Arga.
“ Iya Ar, gue duluan ya." kata Vita.
Vita pergi dari cafe itu, setelah Vita pergi, karyawan Arga menghampiri Arga, dia memberikan HP Arga yang tadi di bawakan Chika.
“ Permisi mas Arga." kata pelayan perempuan
“ Iya kenapa?" Jawab Arga
__ADS_1
“ saya cuma mau ngasih HP masa Arga." kata pelayan.
“ Kok HP saya bisa di kamu?" tanya Arga.
“ Iya mas, jadi tadi saya liat mbak Chika lagi nangis, pas saya nanya kenapa, dia jawab nggak papa terus malah nitipin HP mas Arga ke Saya, Kata mbak Chika disuruh kasihin mas Arga." kata pelayan.
“ Jadi tadi Chika kesini?" tanya Arga.
“ Iya mas, terus habis itu langsung pergi dalam keadaan nangis." kata Pelayan.
“ Kenapa tadi kamu nggak panggil saya?" tanya Arga.
“ Saya cuma nggak mau menggangu mas Arga, tadi keliatannya mas Arga sedang ngobrol serius sama mbak yang tadi." kata Pelayan.
“ Yaudah kamu urus cafe, saya mau pergi dulu." kata Arga.
Arga pun langsung pergi, dia balik ke rumah mencari Chika.
“ Ada apa den Arga." kata Bibi.
“Chika mana bik?" tanya Arga.
“ Loh bukannya tadi non Chika mau ketemu sama den Arga?" tanya Bibi.
“ Iya tadi kata karyawan Arga, Chika ke cafe tapi dia langsung pergi bik." kata Arga.
“ Aduh terus non Chika kemana? kalo terjadi apa-apa sama dia gimana?" kata Bibi.
__ADS_1
“ Yaudah biar Arga cari Chika dulu ya bik." kata Arga.
“ Hati-hati den jangan ngebut-ngebut bawa motornya." kata Arga.
Chika pergi ke taman untuk menenangkan diri. saat dia sedang duduk sendirian, ada seseorang yang menghampirinya.
“ Chika? kok kamu disini sendirian?" tanya Fero, ternyata Fero.
“ Kak Fero? kok kakak disini?" tanya Chika.
“ Iya Chik, kakak lagi ke rumah saudara Kaka yang di Jakarta." jawab Fero.
“ Kok kamu nangis disini sendirian kenapa? apa yang sudah terjadi?" tanya Fero.
“ Arga kak, tadi aku liat arga lagi mesra-mesraan sama cewek lain." kata Chika.
“ Kamu udah nanya Arga belum? siapa tau itu cuma temen atau saudara nya." kata Fero.
“ Kalo saudara aku nggak papa sih kak, tapi kalo temen kan awalnya aku sama Arga juga temen Kak, bisa aja mereka saling suka." kata Chika masih terus menangis.
“ Kamu jangan mikir gitu dulu, sebaiknya kamu tanyain sama Arga, dengerin penjelasan Arga." kata Fero.
“ Tapi Arga nggak pernah sedekat itu sama cewek kak, tapi tadi dia bener-bener Deket banget sama Arga." kata Chika.
“ Yaudah jangan nangis gini ya? nanti kamu tanyain aja ke Arga, lagian mana Chika yang aku kenal, dia nggak cengeng kan? udah nggak usah nangis lagi ya." kata Fero.
“ Yaudah gimana kalo gue anterin balik aja, udah mau sore nih." kata Fero.
__ADS_1
“ Iya kak." kata Chika.
“ Yaudah jangan nangis lagi." kata Fero.