
Hp Bu Winda bunyi, dan Bu Winda pergi keluar untuk mengangkatnya.
“ Arga tolong temani Chika dulu, mama mau angkat telfon." kata Bu Winda.
“ Iya ma." kata Arga.
Arga nyamperin Chika, dia mendekati Chika yang masih nangis sesegukan.
“ Udah nggak usah nangis Chik." kata Arga duduk disamping Chika.
“ Papa Ar, gue nggak mau papa kenapa-kenapa, cuma dia yang selau peduli sama gue." kata Chika terus menangis membuat Arga tidak tega, Arga pun merangkul Chika.
“ Udah nggak usah nangis, pasti bokap Lo baik-baik aja." kata Arga.
Chika terus menangis, sampai dia ketiduran di bahu Arga.
“ Lo cewek yang hebat Chik, Lo bisa hadapin situasi seperti ini sendiri." kata Arga memandang Chika yang masih terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
“ Gimana Chika Ar?" tanya Bu Winda
“ Dia dari tadi masih terus nangis ma, sampai ketiduran juga masih terdengar sesegukan." kata
Arga.
“ Mama sebenarnya benci banget sama papa kamu Chika, tapi disisi lain selama ini kamu selalu baik sama keluarga Tante, dan Tante juga nggak bisa kalo harus membenci kamu juga, apalagi dengan kondisi kamu sekarang, yang hidup penuh dengan ancaman dari ibu dan adik tiri kamu." kata Bu Winda duduk disamping Chika.
“ Kenapa cewek sebaik Lo, harus punya papa kaya om Heru sih Chik." kata Arga.
“ Tapi dari dulu di hati mama masih ada sesuatu yang mengganjal dalam kasus kematian paap kamu Arga, apa benar mas Heru penyebab meninggalnya mas Angga? tapi memang belum ada bukti yang kuat yang menunjukkan mas Heru bersalah." kata Bu Winda.
“ Tapi walaupun yang terakhir menaiki motor Papa itu om Heru, tapi mungkin aja ada yang setting motor papa kamu setelah dinaiki om Heru Arga, lagi pula mama juga inget diantara papa kamu dan om heru memang ada masalah, tapi masalah itu udah lama selesai, dan diantara mereka juga udah baikan Ar." kata Bu Winda.
“ Terus siapa yang bunuh papa ma? waktu Arga kritis dirumah sakit Arga mimpi ketemu papa ma, terus papa bilang kalo selama ini kita salah faham, apa mungkin yang dimaksud papa itu kasus kematian papa ma, atau selama ini ternyata kita salah faham sama om Heru?" kata Arga.
“ Kita harus cari tau Ar, karna ini juga demi ketenangan papa kamu." kata Bu Winda
__ADS_1
“ Iya ma, tapi Arga harus cari tau dimana?" kata Arga.
“ Oh ya mama inget, ada sahabat papa sama om Heru, namanya kalo nggak salah David, iya mas David, kamu harus tanya sama Om David Arga, karna nggak mungkin kan kita langsung menuduh dan percaya omongan om Wira, karna om Wira dulu juga nggak suka sama papa." kata Bu Winda.
“ Yaudah nanti mama kasih tau alamat om David aja, biar Arga yang ke sana, mama nemenin Chika aja disini." kata Arga.
“ Iya sayang." kata Bu Winda.
Arga pergi, karna rumah David ada di Bandung, jadi sekalian Arga kesana.
Chika dan Bu Winda menunggu dokter keluar, akhirnya dokternya pun keluar.
“ Gimana ? keadaan papa saya Dok." kata Chika.
“ Pak Heru baik-baik saja mbak, untung cepat dibawa kesini, oh ya untuk saat ini, jangan memberi kabar yang bisa bikin pasien stres ya mbak, karna nanti akan berakibat fatal." kata Dokter.
“ Iya dok, terima kasih dok, oh ya apa saya sudah boleh masuk?" tanya Chika.
__ADS_1
“ Iya silahkan mbak, kalo gitu saya permisi dulu ya mbak." kata Dokter.