Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Nggak boleh cemburu


__ADS_3

“ Kok ngobrolnya serius banget sih, pada ngobrolin apaan?" tanya Bu Winda yang baru datang dengan pak Heru.


“ Nggak kok ma, cuma ngobrol biasa." Jawab Arga.


“ Oh ya Tante, Chika mau ucapin terima kasih banyak buat Tante dan Arga yang selama ini udah baik banget sama Chik dan papa, apalagi Waktu Chika dijakarta." kata Chika.


“ Iya sayang sama-sama." kata Bu Winda.


“ Dan Chika juga putusin buat tinggal di Bandung aja Tan sama papa." kata Chika.


“ Kamu mau kuliah di Bandung?" tanya Bu Winda.


“ Iya tan." jawab Chika.


“ Arga emang nggak papa Chika mau balik ke Bandung lagi?" tanya Bu Winda.


“ Iya nggak papa ma, lagian Arga juga nggak bisa ngelarang kan, terserah Chika aja ma." kata Arga.


Saat semuanya sedang ngobrol, ada pak Davit datang bersama anaknya.


“ Permisi." kata Pak Davit.


“ Davit? masuk vit sudah lama banget ya kita nggak ketemu." kata Pak Heru.


“ Iya her, oh ya gimana kabar kamu?" tanya Pak Davit.


“ Aku Alhamdulillah baik vit, oh ya kok kamu tau saya disini?." kata Pak Heru.


“ Tadi saya ke rumah kamu, karna saya inget waktu itu Arga ke rumah saya buat ambil bukti dilaptop saya, yang berisi Vidio Wira yang sengaja bikin motor Angga remnya blong, tapi saya lupa kasih tau password nya, dan saya ke rumah kamu berniat mau kasih tau itu, tapi dirumah cuma ada teman-temannya Chika dan kata mereka Chika lagi dirawat dirumah sakit, terus aku langsung ke sini aja." kata Pak Davit.

__ADS_1


“ Tapi Wira udah di tangkap polisi dav." kata Pak Heru


“ Maaf ya her baru bisa ketemu sama kamu, tapi vidionya masih bisa buat barang bukti kan, supaya proses penghukuman Wira jadi lebih lengkap dengan barang bukti." kata Davit.


“ Iya dav, nanti biar saya kasihkan vidionya ke kantor polisi." kata Pak Heru.


“ Oh ya kamu ke sini sama siapa?" tanya Pak Heru.


“ Sama anak saya Her, dia lagi ke toilet abis ini paling ke sini." kata Pak Davit dan tak lama kemudian Anak pak Davit masuk ke ruangan Chika.


“ Ini anak saya Her, namanya Erlangga." kata pak Davit


“ Erlangga?" kata Chika.


“ Kalian udah saling kenal?" tanya Pak Heru.


“ Gimana kabar Lo Chik?" tanya Erlangga.


“ Gue udah baikan kok er, besok juga mungkin udah boleh pulang." kata Chika.


“ Oh ya kok Lo nggak di Jakarta?" tanya Erlangga.


“ Iya ngga aku lagi libur kuliah dan sekarang lagi liburan ceritanya, eh tapi ada musibah yang menimpa gue." kata Chika


“ Nggak papa, tetep semangat biar cepet sembuh." kata Erlangga


“ Oh ya kok Lo juga disini?" tanya Chika.


“ Iya gue waktu dijakarta itu karna ada tugas dijakarta Chik, dan sekarang udah selesai, gue balik lagi ke Bandung deh, Oh ya terus Lo masih tetep kuliah di Jakarta?" kata Erlangga.

__ADS_1


“ Rencananya sih semester selanjutnya mau dilanjutin di Bandung aja Ngga, biar bisa bareng sama papa." Kata Chika.


“ Kebetulan banget ya, jadi nanti gue bisa main ke rumah Lo, boleh kan?" tanya Erlangga.


“ Ya boleh donk ngga." jawab Chika


Bu Winda, pak Heru, dan Pak Davit sibuk membicarakan masa lalu mereka, sedangkan Arga hanya menyimak pembicaraan Chika dan Erlangga.


“ Lo nggak boleh cemburu Ar, lagian Lo juga nggak ada hak kan buat cemburu, Lagian inget kata Chika, Lo harus fokus sama masa depan Lo biar bisa sukses dan nanti bisa hidup bahagia sama Chik, gue bakalan buktiin ke lo Chik." Batin Arga.


“ Oh ya ma tadi mama ke sini sama Om Heru kan, nanti mama balik sama om Heru aja, Arga mau balik duluan." kata Arga.


“ Loh mau kemana kamu Ar?" tanya Bu Winda.


“ Arga males ma disi...." Arga tak menyelesaikan omongannya.


“ Males kenapa?" tanya Bu Winda.


” enggak ma, maksud Arga, Arga mau balik kerumahnya om Heru buat masukin password yang udah dikasih om Davit tadi." kata Arga.


“ Yasudah kalo gitu." kata Bu Winda.


“ Permisi om, Arga pergi dulu ya." kata Arga.


“ Arga mau kemana Tan?" tanya Chika


“ Katanya mau balik kerumah kamu Chik, mau masukin password yang di kasih om davit tadi." kata Bu Winda.


“ Oh kirain mau kemana." kata Chika.

__ADS_1


__ADS_2