Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Buat apa?


__ADS_3

Chika izin ke papanya untuk menjenguk Erlangga.


“ Pa Chika mau pergi dulu ya." kata Chika.


“ Kamu mau kemana Chika?" tanya Pak Heru.


“ Chika mau jengukin Erlangga pa, kata pak Davit Erlangga lagi sakit dirumah, om davitnya lagi ada kerjaan diluar kota." kata Chika.


“ Yaudah hati-hati ya." kata Pak Heru.


“ Yaudah Chika pergi dulu pa." kata Chika.


Chika naik motor ke rumah Erlangga, tak lama kemudian sampai di rumah Erlangga.


“ Eh mbak Chika, masuk mbak pasti mau ketemu mas Erlangga kan?" kata Pembantu dirumah Erlangga.


“ Iya bik." kata Chika.


“ Silahkan duduk dulu mbak, biar saya panggilin mas Erlangga dulu ya." kata Bibi.

__ADS_1


Bibi menuju kamar Erlangga, tak lama kemudian bibi turun ke Bawah.


“ Kata mas Erlangga disuruh ke kamarnya aja mbak." kata Bibi.


“ Yaudah Chika ke atas dulu ya bik." kata Chika.


” Iya silahkan mbak." kata Bibi.


Dikamar Erlangga.


Chika mengetuk pintu kamar Erlangga.


“ Masuk aja Chik, nggak dikunci kok." kata Erlangga.


“ Iya Chik." kata Erlangga.


“ Kok Lo gue telfon nggak bisa sih ngga, udah tiga hari nggak ada kabar sama sekali, gue kan takut Lo kenapa-kenapa, apalagi Lo lagi selidiki tentang kecelakaannya papa kan." kata Chika.


“ Cie khawatir ya..." kata Erlangga.

__ADS_1


“ Gue nggak becanda ngga." kata Chika.


“ Nggak kok Chik, gue cuma pusing biasa aja, lagian ini juga udah nggak papa." kata Erlangga.


“ Serius? terus kenapa Lo gue telfon nggak bisa? kata Om davit Lo juga pulang malem dalam keadaan kehujanan?" kata Chika terus bertanya.


“ Baru kali ini gue liat Lo crewet gini Chik, Lo nggak perlu khawatirin gue Chika, gue beneran udah nggak papa, dan untuk soal kenapa gue nggak angkat telfon Lo, ya emang karna gue dari kemarin nggak pegang hp sama sekali, dan untuk kenapa gue pulang malem sama hujan-hujanan itu, kemarin kan gue lagi ngikutin sopir bokap Lo itu, dan ternyata kecurigaan gue bener Chik, gue ikutin dia, dan ternyata dia itu datang ke sebuah rumah yang besar Sepertinya saingan bisnis om Heru, dan gue juga denger kalo mereka sedang membahas om Heru, dan memang kecelakaan itu udah direncanakan, gue juga udah sempet rekam percakapan mereka, tapi gue nggak berani buat samperin mereka, karna memang posisi gue lagi sendirian waktu itu, temen-temen gue sedang menyelidiki di tempat kejadian kecelakaan om Heru, Rumah itu juga terdapat banyak penjaga, bener-bener dijaga ketat, posisi gue sendirian kan nggak mungkin gue langsung samperin mereka, waktu gue ikutin sopir bokap Lo itu dalam keadaan hujan deras, otomatis gue kehujanan sampe rumah, karna gue belum ada persiapan buat kepung mereka, apalagi gue sendirian." kata Erlangga.


“ Jadi Lo hujan-hujanan karna ngikutin pak Joko? kenapa Lo nggak balik aja, kan bisa kapan-kapan." kata Chika.


“ Chika yang cantik, penjahat itu nunggu semua orang lengah, baru dia bakalan bergerak, malam itu kan hujan, jadi sopir papa kamu itu manfaati waktu itu, karna nggak mungkin kan udah malem papa kamu mau pergi, dan otomatis dia langsung pergi buat ketemu sama bos dia yang nyuruh dia selama ini." kata Erlangga.


“ Ya tapi kan Lo jadi kehujanan ngga." kata Chika.


“ Itu udah tugas gue Chik, mau itu panas, hujan atau bahkan hujan salju sekalipun, gue diberi tanggung jawab penuh buat kasus ini, gue juga sebenernya nggak enak sama yang lain, karna gue udah dua hari nggak masuk, tapi kata temen gue, gue malah disuruh istirahat dulu, terus kapan selesainya kalo gue santai-santai." kata Erlangga.


“ Erlangga... dengerin gue ya, Lo tuh terlalu baik ngga, sampe Lo itu nggak pernah mikirin diri Lo sendiri, sampe sakit gini juga masih mikirin orang lain, Lo boleh profesional dalam pekerjaan Lo ngga, tapi Lo juga harus mikirin keselamatan Lo sendiri juga, gimana caranya biar kamu bisa bantuin orang lain, tapi diri kamu juga harus selamat, Lo udah hebat karna Lo selalu bantuin orang lain, tapi hebatnya Lo itu belum seratus persen ngga, kenapa? karna Lo bisa bantuin orang tapi nggak bisa bantu diri sendiri." kata Chika.


“ Gue ngerti Chik, tapi dari dulu gue nggak pernah mikirin diri gue sendiri, karna gue lebih baik terluka dari orang lain yang harus terluka Chik, bener kata Lo Chik, gue nggak bisa disebut orang hebat, karna nyokap gue sendiri aja gue nggak bisa selamatkan. Jadi sekarang gue fikir lebih baik gue yang terluka dari pada orang lain, apalagi orang terdekat gue Chik, cukup kehilangan mama aja, gue nggak mau kehilangan orang yang gue sayang lagi." kata Erlangga.

__ADS_1


“ Terus maksud Lo, Lo nggak sayang sama diri Lo sendiri ngga?" tanya Chika.


“ Gue dulu pernah sayang sama diri gue Chik, tapi setelah gue nggak bisa selamatkan mama dulu, buat apa gue sayang sama diri gue kalo nggak bisa selamatkan mama." kata Erlangga.


__ADS_2