Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Gue bantu ambilin


__ADS_3

“ Chika Arga ini sarapannya udah matang, yuk makan." kata Imelda.


“ Kalian berdua rese banget ya, gue nggak dibangunin, untung kita nanti berangkatnya siang." kata Refan.


“ Tadi gue udah bangunin kalian, tapi kalian nggak mau bangun." kata Dimas.


“ Oh ya btw Lo kok tumben udah bangun duluan." Kata Refan.


“ Kan ada mbak Imel fan, biar keliatan rajin bangun pagi gitu." kata Arga.


“ Kalian gitu ya, lagian sekali-kali bangun pagi kenapa?" tanya Dimas.


“ Ya nggak papa sih." Kata Arga.


“ Yaudah kalo gitu, kita makan aja." kata Dimas.


“ Ya bener, gue juga udah laper." Kata Refan.


“ Fan harusnya Lo ajakin Vivi, pasti tambah seru." kata Imelda.


“ Dia lagi ngambek sama gue " kata Refan.


“ Kenapa, lagi PMS dia." kata Chika.


” Mungkin." kata Refan.


“ Oh ya Mel ntar baliknya biar gue anterin ya." kata Dimas.


“ Nggak papa kalo nggak repotin Lo." kata Imelda.

__ADS_1


“ Nggak lah Mel." Kata Dimas.


“ Yaudah kalo gitu." kata Imelda.


“ Chika gue ambilin makanannya." Kata Arga.


“ Kan bisa ambil sendiri Ar." kata Refan.


“ Tau fan, kan Lo punya tangan." kata Chika.


“ Biarin, itung-itung Chika belajar jadi calon istri gue, ntar biar nggak kaget." kata Arga.


“ Apaan sih siapa juga yang mau sama Lo." kata Chika.


“ Yaudah ko nggak mau ya harus mau." kata Arga.


“ Dasar tukang paksa." kata Chika.


“ Iya-iya Sabar ini mau di ambilin." Kata Chika.


“ Imel nggak mau ambilin gue makanan Mel, biar kaya Chika." kata Dimas.


“ Mau gue ambilin juga dim?" tanya Imelda.


“ Iya donk Mel, mau banget." kata Dimas dan Imel pun mengambilkan Dimas makanan.


“ Makasih Mel." kata Dimas.


“ Ah gue cuma nonton kalian pada pacaran nih." kata Refan.

__ADS_1


“ Gantian bosss, kan biasanya Lo yang pacaran di depan kita." Kata Dimas.


Mereka semua makan, setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing. Chika dan Arga siap-siap untuk berangkat ke kampus. Saat Arga sudah selesai siap-siap, Chika belum keluar dari kamarnya, Arga memasuki kamar Chika. Tapi saat Arga masuk kamar Chika, dia tidak mendapati Chika, dia menunggu di sofa kamar Chika. Chika yang baru selesai mandi tidak tau kalau Arga sudah dikamarnya, dia keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk putih.


“ Aaa...." kata Chika langsung lari ke kamar mandi lagi.


“ Kok malah masuk ke kamar mandi lagi Chik, kan udah mau berangkat?" kata Arga menggoda Chika.


“ Lo keluar dulu, gue mau ganti baju, lagian main masuk kamar orang aja." kata Chika.


“ Ya kan bukan salah gue, lagian kamar juga nggak dikunci." kata Arga.


“ Yaudah keluar dulu sana, gue mau ganti baju." kata Chika.


“ Nggak mau minta bantuin gue ambil bajunya, biar Lo ganti di kamar mandi." kata Arga menggoda Chika lagi.


“ Kalau gue minta tolong dia, pasti dia liat lemari, dan seisinya, ih gue nggak ngebayangin pasti malu banget gue." Batin Chika.


“ Gimana Chik?" tanya Arga.


“ Nggak perlu, gue mau ambil sendiri, dan Lo tungguin depan." kata Chika.


“ Yaudah ambil sini." kata Arga.


“ Nggak lah, masak gue keluar cuma pake handuk aja." kata Chika.


“ Nggak papa lagian tadi juga gue udah liat Lo cuma pake handuk." kata Arga.


“ Argaa nggak usah becanda, ntar kita terlambat, sana keluar, ayolah Ar." kata Chika.

__ADS_1


“ Yaudah deh iya-iya Chik." kata Arga.


Chika membuka pintu kamar mandi sedikit melihat Arga udah pergi atau belum. Setelah di pastikan Arga udah keluar, Chika keluar dan ganti Baju.


__ADS_2