Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Lo jahat ar


__ADS_3

Semua balik, Chika di antar Imelda ke rumah Bu Winda, Arga belum sampai rumah karna dia mengantarkan Bella terlebih dahulu.


“ Makasih ya udah anterin gue." kata Chika.


“ Iya sama-sama Chik, kapan-kapan jalan-jalan bareng lagi ya." kata Imel.


“ Pasti." kata Chika.


” Gue langsung balik ya." kata Imelda.


” Iya hati-hati Imel." kata Chika.


Chika mulai bersih-bersih rumah bareng sama Bibi. Tak lama kemudian Arga balik ke rumah, dia langsung ke kamar.


“ Eh ada bibi." kata Arga melihat bibi sedang membereskan kamarnya.


“ Iya den, bibi mau bersihin kamar den Arga." kata Bibi.


“ Chika mana bik?" tanya Arga.


“ Non Chika di dapur den." kata Bibi.


“ Bibi yang masak aja, suruh Chika yang bersihin kamar Arga bik." kata Arga.


“ Tapi kan den." kata Bibi.

__ADS_1


“ Panggilin Chika aja bik, suruh bersihin kamar Arga." kata Arga.


“ Sebenernya ada masalah apa ya non Chika dan den Arga, kok sampe non Chika nggak pulang ke rumah tadi malam" Batin Bibi.


“ Bibi kok malah bengong sih." kata Arga.


“ Iya den." kata Bibi


Tak lama kemudian Chika datang membawa sapu. Chika masuk dan kemudian membersihkan kamar Arga.


“ Siapa yang suruh Lo nyapu?" tanya Arga.


“ Bibi." jawab Chik.


“ Terus kalo Lo nggak nyuruh gue version kamar Lo, ngapain Lo nyuruh gue ke sini." kata Chika.


Arga mulai mendekati Chika, Chika pun terus mundur sampai akhirnya dia sudah menyentuh tembok, dia hanya diam Arga semakin mendekati Chika.


“ Sebenernya apa sih yang dia mau." Batin Chika ketakutan karna Arga semakin mendekatinya.


“ Kenapa semalem Lo nggak balik?" tanya Arga.


“ Tadi kan gue udah bilang." kata Chika masih ketakutan


“ Kenapa? apa Lo marah sama gue?" kata Arga.

__ADS_1


“ Menurut Lo?" kata Chika membuang muka.


“ Jawab gue Chika!!!" kata Arga membentak Chika.


“ Iya gue emang marah sama Lo, bisa-bisanya Lo nuduh gue sembarangan, asal Lo tau ya Ar, cewek Lo yang mulai duluan, dia nyiram gue, kalo Lo jadi gue apa Lo bakalan diem aja? oh gue lupa, Lo kan pacarnya, jadi mau dimanfaatin dia aja tetep mau." kata Chika juga dengan nada tinggi.


“ Lalu kenapa Lo nggak balik?" kata Arga.


“ Karna gue muak liat muka Lo Ar, gue muak." kata Chika tanpa dia sadari air matanya pun mulai menetes.


“ Lo selalu baikin gue, Lo selalu bikin gue nyaman, dan dengan hitungan detik Lo bersikap 360° Ke gue, apa sih yang Lo mau? Lo tuh anggap gue apa Ar? Lo bener-bener cowok pengecut yang gue kenal ar, Lo jahat Ar, Lo jahat." kata Chika memukul dada Arga.


“ Maafin gue Chik." kata Arga.


“ Itu yang selalu gue denger dari mulut Lo Ar, tapi Lo masih terus ulangin kesalahan yang sama, harusnya gue kasih Lo kopi bukan hati kalo pada akhirnya Lo cuma singgah aja tanpa kepastian Ar, gue udah bodoh bisa suka sama cowok kaya Lo." kata Chika masih menangis dalam pelukan Arga.


“ Apa Chika suka sama gue? gue juga suka sama Lo Chik, tapi dari awal gue takut nyatainnya, gue takut kalo cinta gue bakalan bertepuk sebelah tangan." Batin Arga.


“ Sekarang Lo seneng kan, udah bikin gue gini, Lo orang ter egois yang pernah gue kenal Ar, Lo cowok pengecut, yang cuma manfaatin cewek kalo Lo lagi kesepian, Lo pengecut Ar." kata Chika masih menangis.


“ Maafin gue Chik, bener kata Lo, gue emang cowok pengecut, tapi gue suka sama Lo Chik." kata Arga.


“ Dulu gue sangat berharap Lo ngomong gitu Ar, tapi entah kenapa gue sekarang malah muak denger Lo ngomong gitu, setelah Lo lambungin gue ke langit, Lo langsung jatuhin gue sampai dasar tanah Ar, dan makasih banget buat ini semua." kata Chika mendorong Arga.


“ Gue harap, cukup gue yang Lo giniin Ar, asal Lo tau gimana rasanya, sakit Ar, sakit." kata Chika menghapus air mata nya dan langsung meninggalkan Arga.

__ADS_1


__ADS_2