
Akhirnya Chika menemukan ide, dia meminta nomor hp Arga ke Tante Winda.
" Gue minta sama Tante Winda aja deh." Kata Chika.
Chika Andhira
Tante Winda...
^^^Bu Winda^^^
^^^iya Chika, ada apa?^^^
Chika Andhira
Chika boleh minta nomor HP nya Arga gak Tante, soalnya Chika Ada perlu sama Arga.
^^^Bu Winda^^^
^^^Iya Chika sebentar, sudah Chik^^^
Chika Andhira
makasih ya Tante
^^^Bu Winda^^^
^^^iya sama-sama Chik^^^
" akhirnya dapet juga." gumam Chika, dan langsung menelfon Arga.
" hallo, ini siapa ya?" tanya Arga.
__ADS_1
" ini gue Chika." jawab Chika singkat.
" oh kirain siapa, ada apa, orang kamarnya sebelahan aja pake telfon segala." kata Arga.
" gue mau minta tolong sama Lo, tolong bawain obat gue kesini." perintah Chika.
" kok Lo jadi, yang nyuruh" gue sih, gak mau ah, ambil aja sendiri." kata Arga.
" ayolah Ar, kepala gue pusing, kalo gue bisa jalan sendiri, pasti udah gue ambil kok." kata Chika.
" gak mau gue lagi sibuk." jawab Arga.
Chika pun mematikan telfonnya.
" percuma banget sih gue minta nomor hp nya, kalo Arga aja gak mau ambilin,rese banget sih tuh cowok, yaudah gue ambil sendiri aja lah." Gumam Chika.
" ayo Chik Lo pasti bisa." batin Chika sambil berusaha menyeimbangkan jalannya.
" Ar, dimana obat gue.kata Chika yang tiba-tiba muncul.
" ngapain Lo kesini, katanya kepala Lo sakit." kata Arga.
" ya lagian Lo juga suruh ambilin obat gue gak mau, lagian ini juga udh mau jam 12 siang, kata dokter ada obat yang harus diminum sebelum makan." kata Chika mencari.
" Nih obatnya, gue kira obatnya setelah makan, jadi gue pikir Lo belum makan jadi obatnya bisa gue anterin nanti." kata Arga memberikan ke pada Chika.
"Bilang aja gak mau ambilin, susah banget sih." kata Chika.
" yaudah gue bantuin Lo jalan." tawaran Arga.
" gak usah gue bisa sendiri." kata Chika, tapi tiba-tiba badannya berkeringat dan kepalanya pun semakin tidak karuan, Chika memutuskan untuk duduk di sofa kamar Arga yang dekat dengan pintu.
__ADS_1
" alah bilangnya Gak usah gue bisa sendiri, tapi nyatanya apa? sini biar gue bantuin jalan, ntar gue dimarahin mama kalo Lo sampai pingsan kaya tadi." kata Arga membantu Chika berjalan.
Arga membantu Chika jalan, tapi belum sampai kamar Chika Bu Winda datang.
" Argaa....???" panggil Bu Winda.
" mampus gue." kata Arga. “iya ada apa ma?" tanya Arga mengatur detak jantung nya.
" kamu apakan Chika, kata bibi tadi Chika pingsan." Tanya Bu Winda.
” Gak Arga apa-apain kok ma." jawab Arga.
" Kamu diapain sama Arga, kata bibi dari kemarin kamu muntah-muntah, apa kamu di hamili Arga." kata Bu Winda.
" apa, gak mungkin lah ma, mama nih ada-ad aja."kata Arga tidak terima.
" Chika gak papa kok Tan, tadi juga udh diperiksa dokter." kata Chika.
" iya ma, Chika itu kata Dokter Sandra dia punya penyakit maag, jadi dia muntah-muntah karna telat makan." jawab Arga coba menjelaskan.
“ Mama kira Chika hamil anak kamu, kalau sampai gitu kamu harus tanggung jawab." kata Bu Winda.
" Chika gak hamil kok ma, apalagi dihamili Arga gak mungkin lah." Kata Arga membela diri.
" ya siapa tau aja kamu khilaf pas mama gak dirumah, secara Chika kan Cantik." kata Bu Winda.
" enggak lah ma." kata Arga. " yaudah buruan katanya kepala Lo pusing." kata Arga mengajak Chika kembali jalan.
" yaudah kalo gitu abis ini makan ya Chika biar perut kamu gak sakit lagi." Nasihat Bu Winda.
" iya Tante." kata Chika.
__ADS_1