
“ Bibi udah tidur, gue minta buatin Chika aja deh." kata Arga melihat dikamar bibi.
“ Tapi Chika udah tidur belum ya? ntar gue ganggu istirahat dia." kata Arga didepan pintu kamar Chika.
Arga mencoba membuka kamar Chika yang tidak di kunci.
“ Chika..." panggil Arga pelan, dan ternyata Chika masih telfonan sama Fero.
“ Iya kak, Chika disini baik-baik aja kok, Tenang aja kak Fero gak usah khawatir, bilang sama papa Chika baik-baik aja." kata Chika kepada Fero.
“ Chik." panggil Arga sekali lagi karena Chika tidak dengar.
“ Arga, kenapa Ar?" tanya Chika langsung mematikan telfon.
Tapi Chika yang tiba-tiba memutus telfonnya pun, akhirnya Fero menelfon kembali.
“ Dianggap dulu aja Chik, abis ini buatin minuman Tiga ya buat Refan dan Dimas." kata Arga dan kemudian dia keluar kamar Chika.
“ Ternyata Chika sering telfonan sama Fero, Chika, Chika, apa gue harus jadi Fero dulu biar Lo bisa terima gue." kata Arga kembali ke kamarnya.
“ Kenapa Lo Ar, kok mukanya ditekuk gitu, minumannya gak ada, kalo gak ada gak usah gak papa."kata Dimas
“ Ada kok minumannya." jawab Arga.
__ADS_1
“ Terus mana minumnya?" tanya Refan.
“ Lagi dibuatin sama Chika." kata Arga.
“ Terus kenapa tuh muka ditekuk? apa Chika gak mau buatin?" tanya Dimas.
“ Enggak papa, apa gue harus jadi Fero dulu Fan, biar Chika selalu terima gue, selalu tersenyum, selau kasih kabar setiap saat." kata Arga yang duduk mengingat Chika telfonan sama Fero.
“ Chika telfonan sama Fero?" tanya Dimas.
“ iya." jawab Arga.
“ Tenang aja bro, lagian mana sih sahabat gue yang selalu semangat dan gak gampang nyerah itu, masak baru liat Chika akrab sama Cowok lain aja udah putus asa." kata Dimas.
“ Gue masih susah buat nebak Chika, Dia bukan cewek yang mudah ditebak Fan." kata Arga.
Kemudian Chika datang membawa minuman ke kamar Arga.
“ Ini minumannya Ar." kata Chika.
“ Makasih, oh ya Chik gue pengen ngobrol berdua sama lo." kata Arga.
“ Mau ngobrolin apaan." kata Chika.
__ADS_1
“ Lo udah ngantuk belum, kalo udh mending tidur aja, besok aja ngobrolnya." kata Arga.
“ Gue belum ngantuk kok Ar, dari tadi gue juga dikamar main hp doank, belum bisa tidur." kata Chika.
“ Yaudah yuk ikut gue." kata Arga menggandeng tangan Chika menuju balkon kamar.
Dimas dan Refan yang melihat tingkah Arga pun langsung mengedipkan mata.
“ Kira-kira apa yang mau diomongin mereka ya?" tanya Refan.
“Udah lah gak usah fikirin, yang penting tuh si Arga udah berani ajak Chika ngobrol, dan Lo denger sendiri kan nada bicara dia ke Chika udah gak kaya biasanya." kata Dimas.
“ Iya bener juga omongan Lo Dim, dan Chika pun keliatannya udah gak cuek dan jutek kaya sebelumnya." kata Refan
“ Pelan-pelan mereka bakalan jujur dengan sendirinya, apalagi si Arga yang ceplas -ceplos." kata Dimas.
” Iya bener banget dim." kata Refan.
Di balkon kamar Arga
“ Chik, Lo biasa telfonan sama Fero ya, sebelumnya sorry gue nanya gini?" Kata Arga.
“ Gue cuma sekedar ngabarin kak Fero aja Ar, karna cuma dia yang bisa yakinin papa kalo gue disini gak papa." kata Chika.
__ADS_1
“ Sedekat itu Fero sama Lo dan bokap Lo Chik?" tanya Arga.