
Setelah melakukan ujian semester, Arga dan teman-teman kembali membahas tentang liburan ke rumah Chika.
“ Yah gue nggak dikasih tempat buat duduk." kata Arga.
“ Kan masih banyak tempat duduk yang lain." kata Chika.
“ Tau tuh Chik, lagian masih banyak juga kan tempat duduknya." kata Dimas.
“ Biar bisa berdua sama Chika gitu loh Ar." kata Vivi.
“ Oh iya ya, Yaudah yuk Chik, Lo duduk aja sama gue." kata Arga.
Chika dan Arga duduk di tempat yang kosong.
“ Mau pesen apa Chik?" tanya Arga.
“ Terserah Lo aja Ar, disamain aja sama punya Lo." kata Chika.
Arga memesankan makanan untuk Chika, dan setelah makannya datang, mereka kemudian memakannya.
“ Argak" kata Chika saat sedang makan.
“ Iya kenapa Chik?" tanya Arga.
__ADS_1
“ Kalo selesai semester ini, gue balik ke Bandung dan kuliah disana gimana menurut Lo?" tanya Chika.
“ Nggak, nggak usah, gue nggak setuju." kata Arga.
“ Loh kenapa, kan gue mau jagain papa Ar, biar papa nggak sendirian dirumah." kata Chika.
“ Nggak ah, Lo tetep kuliah disini aja, ntar biar gue bantu Vivi bilang ke om Heru, kalo perlu biar gue sewa pembantu biar ngurusin om Heru, lo pasti khawatir kan sama bokap Lo?" kata Arga.
“ Iya lah Ar." kata Chika.
“ Kalo emang Lo khawatir sama bokap Lo, biar gue sewa pembantu biar bisa selalu standby jagain bokap Lo, lagi pula ibu tiri dan adik Lo itu emang mau hartanya bokap Lo aja, tapi selama semuanya masih atas nama Lo, mereka pasti bakalan selalu baik-baikin bokap Lo kok Chik, tenang aja, lagian kalo mereka berani macem-macem, nanti mereka juga yang bakalan rugi, karna nggak bisa dapetin harta bokap Lo." kata Arga.
“ Iya sih Ar." kata Chika.
“ Jadi Lo nggak usah khawatir bokap Lo gitu, om Heru juga bilang kan, Lo nggak usah khawatir sama dia, lagian juga om Heru udah sembuh kan, sekarang Lo harus bisa buktiin ke ibu dan adik tiri Lo, kalo emang Lo itu bisa jadi orang sukses, nggak kaya mereka, yang mau sukses tapi dengan mengambil hak orang lain." kata Arga.
“ Arga...kamu kok aku telfon nggak diangkat sih, malah enak-enakan sama mantan kamu ini, lagian kamu bilang dia selalu ngatur-ngatur kamu, buat apa masih Deket sama dia, ntar kamu dikekang terus sama dia." kata Vita.
“ Ngomong apaan sih Vit, sini ikut gue." kata Arga menarik Vita ke tempat yang jauh dari Chika dan teman-temannya.
“ Selama ini ternyata Arga merasa kalo gue selalu ngatur-ngatur dia, emang gue nggak pantes buat Arga, gue nggak bisa ngertiin dia." batin Chika.
Ditempat lain.
__ADS_1
“ Kamu ini apa-apaan sih Vita, kenapa kamu bilang gitu di depan Chika." kata Arga.
” Kenapa? kamu takut dia marah sama kamu, harusnya yang marah itu aku bukan dia, karna kamu masih Deket sama mantan kamu itu." kata Vita.
“ Ya tapi nggak gitu juga kan Vit, bisa diomongin baik-baik kan." kata Arga.
“ Buat apa baik-baik, ntar kalo di baikin malah ngelunjak gimana? biar dia itu tau, kalo kamu itu udah punya aku dan kamu itu selamanya milik aku." kata Vita.
“ Udah terserah kamu mau bilang apa." kata Arga.
“ Arga... tunggu." kata Vita.
“ Apalagi Vitaa..." kata Arga.
“ Temenin aku belanja, aku pengen belanja baju-baju." kata Vita.
” Kamu nggak liat aku lagi sama temen-temen aku?" kata Arga.
“ Bilang aja kamu mau berduaan sama mantan kamu itu kan? yaudah terserah kamu, aku mau pergi." kata Vita.
Kemudian Arga teringat kalo Vita adalah jalan untuk dia menyelidiki maksud dan tujuan dia balik ke sini, dan apa Vita ada kaitannya dengan Fero, akhirnya Arga mengejar Vita, agar Vita tidak marah.
” Tunggu vit." kata Arga.
__ADS_1
” Kenapa? kamu mau kumpul sama temen-temen kamu kan." kata Vita
“ Maafin aku, Yaudah aku temenin kamu belanja, tunggu dulu aku mau ambil jaket di dalem." kata Arga.