
Keesokan harinya.
Drew berdiri sejak dari tadi di depan gerbang pintu kampus, menunggu kepulangan seorang gadis desa cantik melewati gerbang besi gedung besar dihadapannya.
Degub jantungnya begitu cepat, hatinya merasa cemas dan dengkulnya sudah terasa lemas gemetaran akibat kelamaan berdiri.
Drew tidak ada pilihan lain selain menunggu gadis pujaan hatinya itu, untuk menyampaikan apa yang telah disarankan oleh sang Mommy karena pada kemarin malam sang Mommy dan kakak kandungnya telah mengancam akan mengatakan kepada Tesla secara langsung, jika dirinya menolak mengutarakan perasaan cintanya itu dan terlalu lama mengulur waktu menyampaikannya.
Tak butuh waktu lama, penantian Drew akhirnya berbuah juga. Ia melihat sesosok gadis pujaan hatinya melangkah melewati pintu gerbang, dan Drew tersenyum lembut menatap Tesla yang sama menatap dirinya.
Tesla berhenti melangkah. "Mau apa dia disini?" gumamnya sambil menengok ke kanan dan ke kiri. Namun tidak ada satu orang pun di sekitarnya. "Dia menatap siapa? Apa menatapku?" duganya bertanya-tanya.
Sedangkan Drew sudah tidak sabar lagi menunggu Tesla, karena terlalu lama berhenti dan ia pun mengambil inisiatif untuk mendekati. "Kenapa berhenti disitu? Ayo jalan!" ajaknya.
Tesla terheran-heran dibuatnya, walaupun ini bukan pertama kalinya Drew menjemput dirinya dikampus, akan tetapi sikap aneh dari pria itu membuatnya tidak mengerti.
Terlebih Drew langsung menggandeng tangannya saja tanpa permisi, dan lebih bodohnya lagi ia malah diam menurut saja, mengikuti kemana langkah pria tampan itu membawanya.
"Masuk lah," titah Drew ramah dan tidak lupa membuka pintu mobil untuknya.
"I-iya," jawab Tesla grogi. Karena tidak biasanya Drew bersikap sopan padaya seperti itu. "Apa kepalanya terbentur sesuatu?" batinnya bertanya-tanya.
Drew tersenyum dan menatap Tesla berkali-kali, membuat gadis disebelahnya merasa risih.
"Drew, ada apa dengan dirimu?" Tesla akhirnya bertanya.
"Ada apa denganku? Aku biasa saja," balas Drew sambil mengemudikan stirnya.
Tesla menggeleng. "Tidak, aku merasa kau sedikit aneh hari ini."
Drew tersenyum. "Baiklah aku akui aku sedikit aneh hari ini dan demi menjawab semua rasa penasaranmu kenapa aku bersikap seperti ini, maka ikutlah aku suatu tempat."
"Kau mau membawaku kemana?" tanya Tesla takut.
"Tenanglah, aku tidak akan berbuat macam-macam padamu. Aku hanya ingin kita makan malam bersama, berduaan saja," balas Drew.
Tesla menatap Drew bingung. "B-baiklah," ucapnya gugup.
__ADS_1
"Terima kasih," balas Drew menyudahi pembicaraan tersebut dan melajukan kendaraannya menuju restoran bintang lima, yang telah ia pesan sebelumnya.
Sedangkan Tesla segera mengirimkan pesan kepada Twister, menanyai kondisi Drew yang aneh hari ini. Serta mengirim kode bantuan jika terjadi sesuatu padanya saat makan malam nanti.
Sementara itu disisi lain,Twister terkekeh geli mendapatkan pesan seperti itu dari Tesla. Entah apa yang tengah dilakukan oleh adiknya itu, sampai adik angkatnya merasa risih dan ketakutan.
Namun dengan santainya Twister membalas pesan dari Tesla. "Tenang saja, Drew tidak akan menggigitmu," godanya.
Mendapat balasan seperti itu dari Twister, Tesla kembali merasa ketar ketir. Terlebih saat melihat Drew kembali cengengesan tidak jelas. "D-dia kenapa?" ucapnya semakin ke sudut.
Dan beberapa saat kemudian, mobil yang mereka tumpangi telah sampai dihalaman parkir sebuah restoran.
Tesla kembali kebingungan saat Drew membukakan pintu mobil dan mempersilahkan dirinya untuk keluar.
"Silahkan," ucap Drew mengulurkan lengan kanannya.
Tesla tersenyap dan menyambut uluran tangan Drew, walau sebenarnya dalam hati ia masih berpikir keras mencerna semua kejadian yang terjadi saat ini.
"Terima kasih," balas Tesla sungkan.
Drew senantiasa menuntun Tesla untuk masuk ke dalam restoran, dan didalam sana sudah ada seorang pramusaji menyapa hangat mereka berdua.
"Baik Tuan dan Nyonya, silahkan lewat ini." Pramusaji itu menuntun arah.
Tesla masih terdiam sampai saat ini, hingga pada akhirnya ia terkejut setelah melihat ada sebuah meja dengan hiasan cukup romantis tertata rapi untuk mereka berdua.
"Duduklah," ucap Drew menarik kursi.
"Baiklah, tapi tunggu dulu Drew!" balas Tesla tidak jadi dan menatap Drew serius. "Apa semua ini?" tanyanya kemudian.
"Ini? Tentu saja ini meja untuk makan malam kita," jawab Drew.
"Ya aku tahu, tapi apa maksud dari semua ini? Sikap anehmu, makan malam berdua saja di restoran semewah ini. Lalu, apa ini? Bunga?" cecar Tesla bertubi-tubi.
Dan bukannya menjawab, Drew kembali tersenyum. "Duduk saja dulu dan kita nikmati makan malam ini, aku akan menjawab pertanyaanmu setelah makan malam ini selesai," balasnya.
Tesla menghela nafas panjang, sudah kepalang tanggung. Dia pun akhirnya duduk. "Oke baiklah," ucapnya.
__ADS_1
Drew memulai makan malamnya dan Tesla turut menyantap makan malam tersebut, ada rasa senang saat mendapat hal romantis seperti ini. Akan tetapi, untuk apa Drew menyiapkan ini semua?
"Bagaimana, apa makanan disini enak?" tanya Drew disela aktifitas makannya.
"Enak," jawab Tesla apa adanya.
Drew tersenyum dan melanjutkan kembali makan malam tersebut, hingga tibalah mereka di penghujung malam.
"Oke Drew, kita sudah menghabiskan makan malam. Sekarang katakan padaku, untuk apa semua ini?" tanya Tesla penasaran.
"Tesla, ada yang ingin aku sampaikan padamu. Tapi tolong dengarkan perkataanku ini hingga selesai," pinta Drew.
Tesla mengangguk pasrah, agar semua ini segera selesai karena dirinya semakin lama semakin tidak nyaman oleh sikap Drew yang dinilai cukup aneh.
"Tesla, saat pertama kali aku bertemu denganmu. Aku memang membencimu, kau begitu cerewet dan berani melawan diriku yang tampan dan kaya ini. Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan juga banyaknya kejadian, membuat diriku seketika menyadari. Jika aku mulai menyukai dirimu," ucap Drew.
"Jadi sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan padaku?" tanya Tesla semakin penasaran.
Drew merogoh benda kecil dari dalam saku celananya, lalu menunjukkannya kepada Tesla sambil berlutut dan menengadah keatas agar bisa menatap wajahnya.
"Tesla, aku mencintaimu. Maukah kau menerimaku sebagai pendamping hidupku?" ucap Drew tulus dan setia menunggu jawaban dari wanita yang sedang berdiri dihadapannya.
Sedangkan Tesla sendiri terpaku ketika mendengar pernyataan tersebut, yang menurutnya sangat mengejutkan ini.
Tesla menatap sekitar ruangan, para pengunjung restoran bertepuk tangan seolah turut bersuka cita dan mereka perlahan terdiam, seakan menunggu jawaban juga darinya.
"D-drew, apa yang sedang kau lakukan? Berdirilah, malu dilihat sama semua orang," ucap Tesla mencoba membangunkan Drew, namun Drew menolak.
"Jawablah Tesla, aku ingin jawaban darimu." Drew enggan berdiri dan masih setia menunggu jawaban dari Tesla.
.
.
Bersambung.
...----------------...
__ADS_1
Akankah Tesla menerima cinta Drew atau malah menolaknya. Tunggu dibab selanjutnya.
Mohon maaf hari ini telat up bab, karena kesibukan di dunia nyata yang tidak bisa dihindari.