Bad Boy Dan Gadis Desa

Bad Boy Dan Gadis Desa
Bab 123. Menginap.


__ADS_3

Malam harinya.


Malam ini Drew bertekad tidak akan pulang ke rumah karena malas bertemu dengan Luna si bibit pelakor, ia memilih menginap di rumah Sam dan berencana ingin bermalam disana selama beberapa hari sampai wanita itu enyah dari rumahnya.


Hal tersebut membuat Sam ketar ketir, karena takut tuan Hans akan mencekiknya sampai mati kalau ketahuan menyimpan Drew dalam rumahnya.


Mengingat hal yang sudah-sudah sebelumnya, bahkan tuan Hans menganggap mereka punya hubungan khusus layaknya homoo, karena kedapatan tidur berdua di dalam kamar yang sama, sewaktu Drew minggat dari rumah dan sedih karena kehilangan Twister.


"Pulang ke rumahmu, aku tidak mau sampai Daddymu tahu kalau kau menginap di rumahku," usir Sam tidak mau mengambil resiko.


"Sam pliss biarkan aku menginap disini," pinta Drew memelas.


"Tidak bisa, aku bisa terkena masalah nanti Drew," balas Sam lebih memelas lagi.


Drew mendengus kesal. "Aku ini bos mu Sam, jangan lupakan itu! Ijinkan aku tinggal disini sementara waktu, atau kau ku pecat!" tegasnya.


"Pecat saja aku kalau begitu," tantang Sam tidak takut. Karena setahu Sam, Drew begitu mengandalkan dirinya dalam hal pekerjaan di kantor, jadi Drew tidak akan berani memecatnya begitu saja.


Melihat Sam tidak mau menolong, Drew akhirnya berbalik pergi dengan langkah gontai menuju mobilnya kembali. Ia menghela nafas pasrah dan mengoceh serta menyalahkan Sam disetiap langkahnya.


"Sam breng-sek!" umpatnya.


Hal tersebut membuat Sam menjadi serba salah, mengingat Drew sedang kesusahan saat ini, mengapa ia berubah tega tak mau menolong.


Terlebih pria itu tidak memiliki tempat tinggal lain, karena apartemennya yang sering Drew tempati telah dijual untuk tambahan biaya pembangunan hotel serta restoran di desa.


Serta Drew tidak mungkin menginap di rumah ibu kandungnya sendiri, mengingat ancaman tuan Hans kepada putranya itu.


"Drew bersikeras tidak mau pulang ke rumah, itu berarti sedang ada masalah serius didalam keluarganya dan dia datang kemari untuk meminta bantuan padaku. Lalu kenapa aku malah tega mengusir dan tidak mau membantunya?" batin Sam menimbang-nimbang dan merasa kasihan pada akhirnya.


"Drew!" panggil Sam kemudian, lalu Drew pun menoleh tanpa suara.


"Baiklah kau boleh menginap di rumahku," ucap Sam mengijinkan.


Drew tersenyum lebar dan memeluk Sam. "Terima kasih Sam, kau orang kedua yang bisa ku andalkan setelah Twister."


"Sudahlah berhenti memujiku, masuklah. Kau bisa tidur di kamar tamu," ucap Sam memberitahu.


Drew mengangguk patuh, lalu menyeret koper dari dalam mobil yang sudah ia siapkan sebelumnya.


"Ternyata Drew memang sudah berencana untuk minggat dari rumah," batin Sam.

__ADS_1


...***...


Setelah membersihkan diri, Sam menghampiri Drew yang tengah sibuk mengerjakan pekerjaannya melalui laptop. Hal itu membuat Sam cemas, karena sudah pasti Drew akan membuatnya bekerja lembur hingga besok pagi.


"Sam sinilah," ajak Drew.


"Apa kau sudah makan?" tanya Sam.


"Belum," balas Drew tidak sempat makan tadi.


"Kalau begitu aku akan menyiapkan makan malam untukmu dulu," ucap Sam berusaha melayani tamunya sebaik mungkin agar tidak terjadi kesalahan.


"Sudah tidak perlu, nanti aku pesan online saja." Drew menolak karena ia ingin segera membicarakan pekerjaan dengan Sam.


"Baiklah kalau begitu aku buat kopi saja untuk kita berdua," balas Sam lalu duduk setelah selesai membuatkan kopi.


"Sam, bagaimana proyek pembangunan di desa? Berapa lama lagi pembangunan disana selesai?" tanya Drew serius.


"Ya kurang lebih tiga bulan lagi," balas Sam.


"Tiga bulan lagi, itu berarti di bulan ke empat kita sudah bisa mengoperasikan hotel dan restoran dan di bulan kelima aku baru bisa menyetor cicilan pertama kepada Daddy," ucap Drew mengamati.


"Coba keluarkan rincian biaya pembelian fasilitas disana, aku mau lihat." pinta Drew.


"Baiklah," Sam mengeluarkan estimasi rincian rencana biaya-biaya yang dipinta oleh Drew. Sedangkan Drew segera meneliti rincian biaya tersebut.


Dan bukan tanpa alasan Drew mengamati itu semua, karena ia ingin segera melunasi hutang-hutangnya kepada sang ayah agar bisa segera bebas dari rumah itu.


Lalu ia bisa tinggal dimana pun tempat yang ia mau, dan memperbaiki ekonomi perusahaannya kembali setelah mendapat keuntungan dari bisnis baru, yaitu bisnis hotel dan restorannya.


"Aku hanya ingin segera bebas dari sana dan tidak perlu bertemu dengan si nenek sihir itu lagi," apalagi bertemu dengan Luna," gumam Drew.


"Sam, aku ingin pinjaman kepada Daddy dipercepat pelunasannya. Dari cicilan 24 kali menjadi 6 kali," ucap Drew tidak main-main.


Sam menyemburkan kopinya dan menatap Drew. "Apa kau yakin Drew? Kita belum tahu berapa persen keuntungan yang dihasilkan dari bisnis barumu itu, belum lagi kau juga harus membayar cicilan ke bank karena perusahaanmu masih digadaikan. Apa itu tidak memberatkanmu nantinya hah?" balas Sam tidak setuju.


"Sam aku ingin segera melunasi pinjaman ke Daddy, karena kalau terlalu lama aku melunasinya, Daddy bisa keduluan menjualku kepada wanita itu," ucap Drew menceritakan betapa beratnya beban yang ia alami sebagai jaminan hutang.


"Baiklah Drew, terserah kau saja."


Sam menghela nafas panjang dan merasa iba juga mengetahui nasib Drew, pria itu menjadi jaminan hutang kepada ayahnya sendiri dan sudah pasti akan menerima konsekuensi buruk jika Drew tidak melunasi hutangnya atau bisa dibilang tuan Hans memegang kendali penuh atas kebebasan Drew saat ini.

__ADS_1


Untuk itu Drew tidak bisa berbuat macam-macam dengan ayahnya, karena kalau Drew melanggar. Tuan Hans tidak segan-segan mengambil alih bisnis Drew, bahkan menjual dirinya untuk bekerja keras dibawah tekanan perusahaan Royce.


Dan konsekuensi terburuknya adalah Drew harus menerima wanita pilihan dari sang ayah selama hutang masih belum terselesaikan. Suka atau tidak suka, Drew harus menerimanya.


"Tidak Daddy, aku tidak mau menikah dengan Luna. Aku hanya mencintai Tesla," racau Drew dalam lamunannya.


...----------------...


Mansion Royce.


Sementara itu Luna mondar mandir di dekat pintu masuk utama seperti sedang menunggu seseorang, gadis itu berdecak kesal karena pria yang ia tunggu-tunggu tidak kunjung menampakkan batang hidungnya.


"Kemana sih dia, kenapa sudah jam segini belum pulang juga? Sia-sia dong aku berdandan cantik seperti ini kalau dia tidak melihatnya," cebik Luna.


Ia kembali duduk terlebih dahulu untuk mengistirahatkan kedua kakinya yang pegal-pegal karena terlalu lama berdiri, lalu memanggil seorang pelayan untuk memijat kedua kakinya.


"Pijat kedua kakiku!" titah Luna menaikkan kedua kakinya dan pelayan itu mengangguk patuh, lalu memejamkan kedua matanya menikmati pijatan yang ia terima.


Bersamaan dengan hal tersebut Mutia baru saja kembali dari rumah sakit sehabis bekerja dan melihat kelakuan Luna yang seperti nyonya besar, Mutia segera menegur Luna agar bersikap sopan.


"Luna, tolong turunkan kedua kakimu. Karena itu tidak sopan, walau disini banyak pelayan wanita. Tapi ada juga beberapa pelayan lelaki," tegur Mutia mengingatkan.


Luna membuka kedua matanya dan berdecak kesal, saat melihat siapa orang yang telah berani mengganggu kesenangannya.


"Cih! Memangnya kamu tidak lihat aku ini sedang apa hah? Sudah sana pergi jangan ganggu kesenangan orang!" usirnya.


"Kau bukan nyonya di rumah ini dan hanya seorang tamu, jadi tolong bersikaplah sewajarnya."


"Aku bersikap wajar kok, kamunya saja yang terlalu usil. Lagipula pelayan ini juga tidak keberatan memijat kedua kakiku," balas Luna masa bodo dan semakin menaikkan kedua kaki hingga rok mininya tersingkap.


Mutia menghela nafas panjang, beruntung Twister tidak ada di tempat dan sedang pergi bersama ayah mertuanya mengurus pekerjaan di luar kota. Karena kalau tidak, Mutia yakin wanita itu juga pasti akan menggoda suaminya suatu hari nanti.


"Baiklah, terserah kau saja. Tapi ingatlah ini baik-baik Luna, jagalah sikapmu. Kau harus ingat batasanmu apalagi saat berada didalam rumah orang lain!" ucap Mutia sebelum ia pergi menuju kamarnya.


Luna mendengus kesal. "Dasar wanita usil, lihat saja nanti. Kalau aku berhasil menikah dengan Drew, maka orang pertama yang akan aku usir dari rumah ini adalah dirimu!"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2