
Malam harinya.
Para tamu undangan satu persatu mulai berdatangan ke hotel dan memasuki ruangan Ballroom, tempat dimana resepsi pernikahan Drew dan Tesla tengah berlangsung.
Kali ini Drew menginginkan Nyonya Bianca untuk duduk bersama diatas pelaminan dan bukanlah Nyonya Sherly dan hal tersebut tentu membuat Nyonya Sherly kembali gondok melihatnya.
Apalagi semua tamu kembali memperbincangkannya, bahkan banyak dari mereka yang menggunjing dan mengejek dirinya.
"Dulu dipernikahan Twister, dia tidak dianggap sebagai keluarga. Dan kali ini juga begitu, dia benar-benar tidak memiliki nasib yang baik," bisik-bisik para nyonya menatap julid Nyonya Sherly.
"Benar, begitulah nasib pelakor. Mendapatkan sesuatu dari hasil merebut akan berakhir tidak baik," ucap salah satu diantara mereka.
"Berarti memang benar yang dikatakan oleh nyonya Marlyn selama ini, wanita pelakor akan mendapatkan karma dari hasil perbuatan buruknya, yaitu di abaikan serta di jauhkan oleh keluarga tirinya sendiri."
Mendengar ada kata nama nyonya Marlyn diperbincangan para istri direktur, Nyonya Sherly pun beranggapan bahwa mantan sahabatnya itu pastilah yang telah menyebarkan gosip dan mengumbar aib tentang dirinya.
"Marlyn, awas saja kamu. Sudah menjadi gembel tapi masih berani bermain api denganku," batin Nyonya Sherly geram.
Dan baru saja ia berpikir demikian, Nyonya Marlyn pun menampakkan wujudnya diacara tersebut sebagai tamu undangan dan tersenyum smirk menatap Nyonya Sherly.
"Marlyn? Kenapa dia bisa datang ke acara ini?" batin Nyonya Sherly sedikit memanas melihatnya.
"Kau pasti tidak menyangka kalau aku bisa datang ke acara ini bukan?" ucap Nyonya Marlyn menebak kekesalan mantan sahabatnya itu.
"Kau mau datang atau tidak, itu bukan urusanku!" jawab Nyonya Sherly ketus.
"Huh baguslah kalau begitu, lagipula aku datang kesini bukan untuk berurusan denganmu. Melainkan aku datang ke acara ini adalah untuk memenuhi undangan dari Nyonya Bianca," balas Nyonya Marlyn tidak kalah ketus.
"Bianca? Pembohong, aku tidak percaya dengan ucapanmu. Kau pasti datang kesini karena ingin membuat kegaduhan bukan? Dan aku tidak akan membiarkan kau bertingkah di pesta pernikahan putraku!" tuduh Nyonya Sherly tidak percaya.
"Seenaknya saja kau menuduhku Sherly! Untuk apa aku bertingkah disini, justru kamu lah yang bertingkah! Kau memperlakukan tamu undangan dengan tidak baik!" balas Nyonya Marlyn sengaja menyulut api kemarahan Nyonya Sherly.
Dan akhirnya perdebatan itu pun mengundang seluruh perhatian tamu yang hadir disana, tak terkecuali dari kedua keluarga pengantin.
"Ada keributan apa disana?" tanya Nyonya Bianca.
"Entahlah, sepertinya ada yang ribut," balas Ibu Tyas.
"Kurang ajar! Siapa yang berani ribut dipernikahan putriku!" geram Pak Sanyoto tidak terima jika ada keributan.
"Biar aku periksa," ucap Tuan Hans lalu turun dari pelaminan untuk melihat pelaku keributan, terlebih keributan itu memanggil-manggil namanya.
"Bagaimana kalau kita lihat?" tawar Nyonya Bianca.
Ibu Tyas mengangguk setuju dan kedua wanita itu menyusul turun dari atas pelaminan, sedangkan Pak Sanyoto sendiri tidak mau meninggalkan putrinya berduaan dengan Drew. Walau status putrinya itu telah sah menjadi milik suaminya.
"Papa tidak ikut turun?" tanya Drew.
"Tidak, Papa mau disini. Kursinya empuk," balas Pak Sanyoto berbual. Padahal pria itu sedang mengawasi keduanya agar tidak melakukan hal-hal romantis.
Drew menghela nafas pasrah dan hanya bisa duduk berjauhan dengan Tesla disepanjang acara pernikahannya berlangsung.
__ADS_1
Sedangkan Tesla sendiri terkekeh melihat wajah Drew yang berubah lemas, ia menggenggam tangan Drew seakan memberi semangat untuk suaminya.
"Maafkan Papa, dia memang seperti itu," bisiknya menenangkan.
Drew mengangguk dan tersenyum menatap Tesla yang begitu cantik. "Tidak apa, aku mengerti. Yang terpenting malam nanti, aku tidak mau kau menolak keinginanku," ucapnya tersenyum smirk. Sambil mengangkat kedua alisnya berkali-kali.
Tesla sontak berkeringat dingin, sesekali menelan ludahnya yang tercekat. Ia menatap Drew yang menatapnya penuh damba.
"Masalah itu kita bicarakan nanti saja," balas Tesla gugup.
Drew terkekeh dan menggeleng saat melihat wajah panik dari istrinya, ingin sekali rasanya ia menubruk tubuh istrinya itu dan melakukan hal yang biasa dilakukan oleh suami istri kebanyakan.
"Aku sudah tidak sabar sekali," batin Drew memegangi tangan Tesla.
...***...
Sementara itu, Tuan Hans membelalakkan kedua matanya. Saat tahu siapa pelaku keributan diacara penting putra bungsunya itu. Dengan marah ia pun membentak istrinya yang tengah menjambak rambut Nyonya Marlyn dan dibawa oleh petugas keamanan hotel.
"Sherly!" pekiknya.
"H-hans, lihatlah dia. Dia telah berani merusak dandananku," ucap Nyonya Sherly mengadu sambil menunjukkan wajah sedih dan juga penampilannya yang telah lusuh.
"Tuan Hans, lihatlah kelakuan istrimu ini! Dia begitu kasar dan tidak sopan terhadap tamu. Sudah begitu dia telah berani menyerangku dihadapan semua orang," balas Nyonya Marlyn.
"Sayang, dia datang kesini dan dengan sengaja menjelek-jelekkanku didepan para tamu undangan, aku yakin dia juga punya niat buruk dan membuat kegaduhan diacara pernikahan Drew!" ucap Nyonya Sherly terus menyerang.
"Aku datang kesini atas undangan Nyonya Bianca dan beginikah perlakuan keluarga kalian ketika melihatku? Kalau tahu akhirnya jadi begini, lebih baik aku tidak datang keacara kalian saja!" balas Nyonya Marlyn marah dan hendak pergi meninggalkan hotel.
"Untuk apa kamu mencegah dia pergi? Apa kau sengaja mengundang dia agar ribut denganku?" duga Nyonya Sherly.
"Aku mengundang Nyonya Marlyn bukan untuk ribut denganmu, akan tetapi aku mengundangnya karena kita pernah kenal sebelumnya. Walau apapun masalah yang pernah terjadi sebelumnya pada keluarga kita. Tapi kita tidak boleh melupakan pertemanan yang pernah terjalin sebelumnya," ucap Nyonya Bianca memberitahukan alasannya mengapa ia mengundang Nyonya Marlyn.
"Tapi aku benar-benar tidak tahu akan terjadi kekacauan seperti ini, maafkan perlakuan kami yang tidak menyenangkan, Nyonya Marlyn." ucap Nyonya Bianca kemudian meminta maaf.
"Untuk apa meminta maaf kepadanya? Apa kau lupa kalau putrinya itu pernah mencelakai Twister heh!" sergah Nyonya Sherly.
"Aku tahu itu dan aku tidak akan pernah melupakan kejadian mengerikan itu, akan tetapi aku menyadari satu hal, setelah kejadian Luna waktu itu aku yakin Bella juga melakukan kesalahan itu semua karena dirimu!" ucap Nyonya Bianca.
"Apa maksudmu? Kenapa kau membawa namaku dalam kejahatan yang telah dilakukan oleh Bella?" tanya Nyonya Sherly.
"Kau terlalu banyak memberikan Bella harapan dan mendukung penuh ia agar mau menjadi menantu keluarga Royce, tapi kau tidak pernah membantu dia disaat wanita itu sedang terpuruk. Kau seperti lari dari tanggung jawabmu dan melimpahkan semua kejadian itu kepada keluarga mereka," ucap Nyonya Bianca kesal.
"Kau terlalu mengada-ada!" bantah Nyonya Sherly lalu mengusap dada suaminya. "Sayang, kamu jangan dengarkan kata-kata mereka. Karena aku yakin mereka ini telah bersekongkol untuk menjatuhkan diriku dan memisahkan kita berdua!"
"Untuk apa aku menjatuhkan dirimu, tapi kalaupun itu benar. Kau memang pantas mendapatkannya!" ucap Nyonya Marlyn melotot kesal.
"Kau dengar itu sayang? Dia datang kesini memang ingin berulah dan mantan istrimu itu juga seperti sengaja ingin membuatku ribut dengannya," ucap Nyonya Sherly mengiba dan meminta dukungan kepada suaminya seperti biasa.
"Sudah aku bilang, aku tidak ada urusan denganmu. Kau sendirilah yang memulai keributan ini," bantah Nyonya Marlyn.
"Pembohong! Mengaku sajalah kau ingin merusak acara ini bukan!" tuduh Nyonya Sherly.
__ADS_1
Nyonya Marlyn berubah gusar dan akhirnya ia menjelaskan kepada semua orang mengapa ia sampai diundang diacara pernikahan Drew.
"Sebelum pesta pernikahan Drew, aku sempat bertemu dengan Nyonya Bianca disalah satu pusat perbelanjaan dan aku mengajaknya untuk mengobrol sebentar karena ingin meminta maaf kepadanya sebab aku telah merusak rumah tanggamu dengan Nyonya Bianca waktu itu dengan menghadirkan Sherly di tengah-tengah hubungan kalian."
"Selain itu kami bercerita banyak hal dan salah satunya kami membicarakan keadaan Bella yang saat ini masih berada di dalam penjara, perhatian dan dukungan semangat dari Nyonya Bianca membuat aku berpikir jernih dan kembali berani menjalani hari-hariku tanpa suami dan juga putri kesayangan disisiku."
"Seketika itu pula aku menyadari, bahwa teman yang selama ini aku perjuangkan malah meninggalkanku disaat terpuruk. Dan bukan aku saja yang ditinggalkan oleh temanku itu, akan tetapi Bella pun merasa sedih karena telah dikhianati olehmu Sherly!"
"Kau mengiming-imingi Bella dengan harapan besar jika hidup bersama dengan putranya itu, hingga Bella tergiur dan mau dijodohkan dengan Drew. Tapi disaat dia kehilangan kepercayaan, kau pergi begitu saja dan melupakan janji-janji manismu itu!"
"Dan setelah itu aku sadar, harusnya aku tidak membantumu saat itu. Kau mengeluh hidup susah padaku setiap hari dan meminta dicarikan jodoh seorang pria kaya, tapi bodohnya aku menuruti keinginanmu itu. Sampai akhirnya aku merasa berdosa sekali kepada Nyonya Bianca dan juga Tuan Hans, karena telah merusak rumah tangga kalian.
"Aku terima keadaanku saat ini sebagai hasil perbuatanku dimasa lalu. Tapi aku hanya ingin memberitahu kebenaran ini juga kepadamu Sherly, bahwa sesuatu yang kau dapat dengan mencuri. Itu tidak akan berlangsung lama," tutur Nyonya Marlyn terisak sedih.
Nyonya Sherly menelan ludahnya susah payah dan mulai takut sahabatnya itu menceritakan ulahnya.
"Tuan Hans, tahukah kau kenapa istrimu itu mandul?" tanya Nyonya Marlyn.
Tuan Hans tentulah menggeleng karena tidak tahu.
"Itu karena dia pernah meminum obat penggugur kandungan dan berakhir rahimnya rusak," balas Nyonya Marlyn mengungkap semua aib tentang mantan sahabatnya itu.
"P-penggugur kandungan? A-apa maksudnya?" tanya Tuan Hans tidak mengerti.
Nyonya Sherly menggeleng. "Jangan dengarkan dia sayang, dia pasti sedang mencari cara untuk memisahkan kita berdua."
Tuan Hans menunjukkan telapak tangannya dihadapan wajah Nyonya Sherly. "Lanjutkan Nyonya Marlyn?" ucapnya sambil menatap istri kesayangannya itu.
Nyonya Marlyn menceritakan segalanya, dimana mantan sahabatnya itu pernah hamil anak dari Tuan Hans sendiri. Namun saat ia takut penampilan fisiknya berubah menjadi jelek jika mengandung bayi dan berakibat ditinggal oleh suami kayanya, maka Nyonya Sherly nekad mengkonsumsi pil penggugur kandungan dalam dosis tinggi.
Ia berhasil mengeluarkan bakal bayi dalam perutnya, akan tetapi ia juga mendapat kabar buruk jika rahimnya telah rusak akibat efek samping penggunaan obat dosis tinggi tersebut.
"Begitulah kebenaran tentang istrimu Tuan Hans," ucap Nyonya Marlyn sebagai penutup.
Kebenaran yang membuat semua orang mendengarnya terkejut dan tidak menyangka dengan kejahatan seperti itu, tak terkecuali Tuan Hans sendiri.
"Jadi kau pernah menggugurkan calon anak kita waktu itu, demi mempertahanlan penampilan fisikmu saja?" ucap Tuan Hans kecewa dan murka bercampur aduk menjadi satu.
Nyonya Sherly nampak pias dan gemetaran. "Bohong, jangan dengarkan dia. Percayalah padaku," ucapnya meyakinkan.
"Cukup! Sudah cukup Sherly!" sergah Tuan Hans.
"Sayang ..." lirih Nyonya Sherly mulai takut.
Tuan Hans menghembus nafas panjang ke udara dan menatap istrinya serius. "Kau membuatku kecewa, aku sangat berharap memiliki keturunan dari rahimmu, agar kau juga bisa memiliki sedikit hak atas semua kekayaanku. Tapi aku tidak bisa memaklumi kejahatan yang menyangkut nyawa seseorang, apalagi calon bayi milikku sendiri."
"Jadi Sherly, aku akan memulangkanmu ke kampung asalmu dan aku akan mengurus surat perceraian kita. Jadi setelah acara pernikahan Drew selesai, ku harap kau kemasi semua barang-barangmu!" tegas Tuan Hans.
.
.
__ADS_1
Bersambung.