
"Tesla!" pekik Drew memeluk Tesla dan membuat perisai dengan tubuhnya saat Bella mencoba menancapkan pisau pada perut Tesla.
Akan tetapi disaat yang bersamaan, rupanya Twister melihat kejadian itu dan dengan cepat mendorong Drew, yang sedang memeluk Tesla menggunakan bahu kekarnya, agar menyingkir dan tidak terkena tusukan pisau Bella.
Drew beserta Tesla terjatuh kelantai dan selamat dari serangan Bella. Namun sayang, aksi penyelamatan itu membuat Twister tidak dapat menghindar dari serangan mematikan tersebut.
Hingga mau tidak mau, hunusan pisau Bella pun, mengenai Twister dan menancap pada bagian perut kirinya.
"Tidak ada yang boleh melukai adik-adikku!" ucap Twister mendorong Bella, lalu pada akhirnya ia ambruk dilantai.
"Twister!" pekik Tuan Hans saat melihat kejadian mengerikan dan cepat tersebut.
"Twister!" pekik semua orang terkejut.
Bahkan Nyonya Bianca sampai terkulai lemas, saat melihat pisau menancap dibagian perut putra sulungnya dan mulai mengeluarkan banyak darah segar.
"Cepat tolong Twister," ucap Nyonya Bianca menangis.
"Kakak!" pekik Tesla cemas, begitu pula dengan Drew.
Sedangkan Sam segera menelepon ambulan, saat semua orang dilanda kepanikan atas aksi kejahatan Bella.
"Bella apa yang telah kamu lakukan!" geram Nyonya Marlyn begitu syok melihat kekejaman sang putrinya.
"A-ku tidak sengaja Mom, tadinya aku ingin menghabisi wanita itu. T-tapi tidak tahunya terkena orang lain," lirih Bella bergetar takut sambil melihat darah dikedua telapak tangannya.
"Dasar bodoh," umpat Nyonya Marlyn.
Karena takut putrinya akan dipolisikan oleh pihak Tuan Hans, Nyonya Marlyn diam-diam menarik Bella agar keluar dari ruangan itu dan akan membawanya sejauh mungkin.
Namun dengan cepat Tuan Hans meminta para ajudannya untuk menahan Bella.
"Jangan biarkan wanita itu pergi dari ruangan ini!" titah Tuan Hans sudah benar-benar murka.
"Daddy, Mommy! Tolonglah aku! Jangan biarkan mereka menahanku Mom!" pekik Bella ketakutan.
"Tuan Hans, apa yang kau lakukan! Aku tidak akan membiarkanmu menahan putriku!" sergah Tuan Bams tidak terima.
"Sudah jelas kesalahan putrimu itu dilakukan didepan mata semua orang, kau malah ingin membelanya. Aku tidak akan membiarkan kalian membawa penjahat ini kabur!" balas Tuan Hans menegaskan.
"Aku akan kembali mengurusmu setelah membawa Twister ke rumah sakit, jika terjadi sesuatu kepada putraku, maka sumpah demi apapun aku akan menghancurkan bisnismu Tuan Bams!" kecamnya kemudian.
__ADS_1
...----------------...
Rumah sakit.
"Dokter, ada pasien gawat darurat!" ucap cepat seorang perawat setelah kedatangan pasien kritis.
Dokter itu pun mengangguk mengerti kemudian berlari menghampiri ruang UGD.
"Kita harus mengoperasinya!" titah sang dokter dan semua perawat serta tenaga medis mengerti.
Twister pun harus menjalani operasi, dikarenakan pisau yang menancap terlalu dalam dan mengakibatkan luka sobek cukup serius dibagian perut sebelah kirinya.
Sementara itu semua orang tengah cemas menunggu kabar baik dari Dokter, di depan ruang operasi.
"Twister ... Putraku ..." lirih Nyonya Bianca tidak henti-hentinya menangis dan menyebut nama Twister dalam doanya.
"Kak Twister pasti akan baik-baik saja Chef," ucap Marisa menenangkan.
"Benar Chef, kak Twister begitu kuat. Ia pasti sanggup melewati ini semua dan berkumpul bersama dengan kita lagi," timpal Tiara turut menenangkan.
Tesla menangis dalam, sambil menatapi pintu kamar operasi dan mengingat kembali kejadian yang baru saja terjadi. "Harusnya aku yang terkena tusukan itu, Bella mengincarku bukannya kak Bagas!" ucap Tesla merasa bersalah.
Tesla menatap Drew yang terduduk meratapi penyesalannya. "Ini semua telah terjadi dan berada diluar kendali kita," ucaonya mendekati.
"Tapi, kalau aku tidak mengatakan keburukan Bella. Kerusuhan itu pasti tidak akan terjadi dan Twister tidak berada di ruangan operasi sekarang ini! Ini semua salahku, harusnya aku yang terkena tusukan itu!" ucap Drew kembali menyalahkan diri sendiri.
Tak berselang lama kemudian, dokter yang menangani Twister akhirnya keluar dari pintu kamar operasi dan mengabarkan jika pasiennya telah melewati masa kritis.
"Syukurlah, terima kasih Dokter!" seru dan ucap syukur semua orang yang berada disana.
Para perawat pun membawa Twister ke dalam ruang pemulihan setelah operasi, lalu Dokter itu membuka maskernya dan juga tutup kepala, hingga wajahnya sudah tidak asing lagi di mata Tesla.
"D-dokter Mutia," ucap Tesla terkejut dan tidak menyangka jika dokter yang pernah menangangi Twister di desa berada di rumah sakit itu dan kembali menangani Twister untuk kedua kalinya.
Dokter Mutia tersenyum. "Lama tidak jumpa," sapanya.
Tesla tersenyum dan merasa senang sekali. "Kau berada disini selama ini?" serunya.
"Aku baru bekerja disini selama satu minggu," balas Dokter Mutia.
"Jadi begitu, kak Twister pasti senang jika bertemu denganmu disini!" ucap Tesla.
__ADS_1
"Twister?" tanya Dokter Mutia bingung.
"Iya Bagas yang kita kenal, bernama asli Twister," balas Tesla memberitahu.
"Oh begitu," respon Dokter Mutia mengerti.
"Dokter, sekarang ikutlah denganku. Aku akan mengenalkanmu kepada keluarga kak Twister." Tesla kemudian menarik lengan Dokter Mutia dan memperkenalkannya kepada Nyonya Bianca.
"Chef, perkenalkan ini adalah dokter Mutia. Dokter yang pernah merawat kak Bagas ... Eh maksudku kak Twister selama di desa," ucap Tesla.
Nyonya Bianca tersenyum. "Jadi kau yang telah merawat putraku dan menyelamatkannya, terima kasih. Aku berhutang budi padamu," ucapnya terisak lagi.
"Nyonya kau terlalu berlebihan, aku hanya menjalankan tugasku saja. Sebenarnya Tesla lah yang telah menyelamatkannya dan jika bukan karena kegigihannya, maka Twister saat itu tidak bisa diselamatkan," balas Dokter Mutia merendah.
Tesla tersenyum senang mendengarnya. "Kau selalu saja baik."
"Kau begitu baik hati, tapi aku hanya bisa mengucapkam terima kasih saja kepadamu," ucap Nyonya Bianca.
"Seorang dokter tidak meminta apapun Nyonya, ia begitu senang kalau pasiennya telah sembuh," balas Dokter Mutia.
Selain memperkenalkan Nyonya Bianca, Tesla memperkenalkan Drew dan juga yang lain.
"Apa kalian sedang menggelar acara? Aku melihat kalian berpakaian rapi seperti sedang melakukan pesta," tanya Dokter Mutia.
Tesla menceritakan kejadian yang terjadi kepada Dokter Mutia. "Gara-gara melindungiku, kak Twister jadi celaka."
"Jangan bersedih, semua telah terjadi dan kita hanya bisa berdoa saja. Tapi seperti yang telah kalian dengar, Twister dalam kondisi baik-baik saja, dia akan sadar sebentar lagi," ucap Dokter Mutia menenangkan semua.
Sementara itu Tuan Hans dan Sam baru saja kembali dari ruang administrasi dan mengurus biaya perawatan Twister di kamar VVIP.
Tuan Hans tertunduk dan begitu malu, ketika tidak dapat menjawab semua pertanyaan dari seorang petugas adminstrasi mengenai biodata putranya sendiri, hingga harus memanggil Sam, yang nyatanya pria itu bukanlah keluarga dari Twister.
"Tuan Besar, keluarga bukan hanya orang-orang yang mewarisi darah keturunan saja. Akan tetapi, mereka yang peduli, mereka yang menyayangi dan mencintai, bisa disebut keluarga juga," ucap Sam kala itu. Seperti tamparan keras bagi Tuan Hans sendiri.
"Oh Tuhan, apa yang selama ini telah aku lakukan? Aku terlalu sibuk memikirkan egoku, sampai aku tidak tahu apa yang diinginkan oleh kedua putraku sendiri," sesal Tuan Hans dalam lamunannya.
.
.
Bersambung.
__ADS_1