Bad Boy Dan Gadis Desa

Bad Boy Dan Gadis Desa
Bab 38. Ketahuan.


__ADS_3

Beberapa saat kemudian.


Bella telah selesai membersihkan dirinya, ia tiba-tiba dikejutkan dengan sesosok sang ibu yang tengah duduk di atas sofa sambil memegang sesuatu ditangannya.


Ekspresi Nyonya Marlyn nampak sulit diartikan, namun raut wajah Bella seketika tegang, saat melihat benda yang berada ditangan ibunya tersebut.


"Mom, sedang apa di kamarku? Kenapa Mommy tidak ketuk pintu dan meminta ijin terlebih dahulu padaku untuk masuk?" ucap Bella.


Nyonya Marlyn berdiri dari tempat duduknya dan menatap Bella gusar, lalu ia mengangkat lengan kanannya dan menunjukkan sesuatu dihadapan Bella.


"Apa maksud dari pil kontrasepsi ini Bella?" cecar Nyonya Marlyn.


Bella seketika gelagapan, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik.


"Oh ini obat temanku yang ketinggalan saat dia nitip ditasku," jawab Bella enteng dan meraih pil tersebut namun nyonya Marlyn segera menggenggamnya. "Mom, kembalikan pil itu padaku."


"Apa kau bicara jujur Bella? Kenapa kau begitu ingin mengambilnya?" selidik nyonya Marlyn.


"Mom aku jujur dan aku ingin mengembalikan pil itu kepada temanku," balas Bella penuh dusta.


"Siapa temanmu?" tanya Nyonya Marlyn dingin.


"S-shintia," jawab Bella mulai ketar ketir, apalagi mommynya itu mengeluarkan ponsel pintarnya dan menghubungi teman Bella.


Nyonya Marlyn nampak panas kepalanya, saat mendapat jawaban dari Shintia, jika pil tersebut bukanlah miliknya dan yang lebih membuatnya marah adalah Bella tidak menginap dirumahn temannya itu maupun di rumah temab wanita lainnya.


Wanita paruh baya itu segera menatap tajam Bella dan mencekram bahunya. "Beraninya kamu membohongi Mommy, sekarang jawab yang jujur. Bagaimana bisa kamu memiliki pil seperti ini! Lalu keluyuran bersama siapa kamu selama ini hah!" tuntut Nyonya Marlyn gusar.


Seketika Bella nampak pias dan menunduk takut karena ketahuan oleh sang mommy.


"Jawab Bella!" sergah nyonya Marlyn kemudian dan Bella sontak menghentakkan kedua bahunya, karena terkejut.


"Mommy, Bella akan jawab jujur. Tapi berjanjilah pada Bella, Mommy tidak akan memarahi Bella," balas Bella mengiba.


Nyonya Marlyn menghentak tangannya karena kesal. "Melihat ketakutanmu itu saja Mommy sudah tahu jawabannya, kau pasti yang memiliki pil ini dan meminumnya. Ya kan? Lalu siapa pria yang selalu bermalam denganmu!" cecarnya murka.


"Mommy ... " lirih Bella, ia takut jika berkata jujur.

__ADS_1


"Bella, jawab pertanyaan Mommy!" sentak Nyonya Marlyn.


Bella menangis. "Y-ya Mom, pil itu milik Bella," balasnya.


Nyonya Marlyn melebarkan kelopak matanya. "Siapa? Siapa pria yang telah berani menidurimu Bella!" sergahnya.


Bella menelan ludahnya susah payah. "M-matt Mom," balasnya gugup.


Nyonya Marlyn memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sesak, lalu mencoba menarik nafasnya dalam-dalam. Ia sampai terduduk lemas karena syok mendengar bahwa putrinya telah ditiduri oleh pria lain yang bukan calon suaminya sendiri sebelum menikah.


Wanita itu menatap nanar dan berusaha menetralkan rasa amarahnya. "Ternyata benar dugaan Mommy, kalau kau masih saja berhubungan dengan pria pembalap bernama Matt itu! Sadarlah Bella, apa untungnya kamu berhubungan dengan pria seperti dia!"


"Pria seperti Matt tidak jelas masa depannya, apa kamu tidak ingat putra sulung keluarga Royce, hah? Dia mati sia-sia karena egonya yang selalu ingin menjadi seorang pembalap, sampai rela meninggalkan gelar sebagai pewaris kekayaan dari perusahaan Royce dan sekarang ia hanya meninggalkan beban malu pada keluarganya!" tukas Nyonya Marlyn.


"Mommy, tapi aku mencintai Matt dan kami berdua saling mencintai. Matt juga telah berjanji tidak akan pergi meninggalkanku," balas Bella.


Nyonya Marlyn melempar Bella dengan sesuatu yang berada didekatnya. "Dasar wanita bodoh! Mau saja kamu di tipu dengan rayuan murahan seperti itu! Matt tipe pria pemain wanita dan Mommy tahu itu karena dia sering bersama dengan wanita yang berbeda-beda diluaran sana dan kau malah masuk ke dalam jebak rayuannya."


"Oh Bella, Mommy tidak mengerti. Apa bagusnya Matt itu, padahal kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik daripada dia!" ceramah Nyonya Marlyn sambil memijat pelipisnya.


Nyonya Marlyn menautkan kedua alisnya. "Apa, kau sempat dipermalukan?"


"Ya Mom," balas Bella mengangguk.


Nyonya Marlyn menggeleng. "Tidak mungkin, Drew adalah pria idaman, mana mungkin ia berlaku seperti itu kepada seorang wanita apalagi terhadap calon istrinya sendiri," ucapnya tidak percaya.


Bella mendengus, lalu menceritakan kejadian saat makan siang di restoran nyonya Bianca beberapa hari yang lalu. Bagaimana perlakuan Tesla terhadap dirinya, dan Drew hanya duduk diam menonton dirinya dipermalukan.


"Wanita pelayan itu menyuapiku dengan kasar dan membubuhkan sambal hingga bibirku menjadi bengkak, sudah begitu Drew tidak membelaku sama sekali dan ia malah menyalahkanku karena terlalu jahat kepada mommynya," adu Bella.


Nyonya Marlyn melebarkan kelopak matanya dan mengepal erat kedua tangan dengan nafas menggebu-ngebu. "Wanita pelayan kau bilang? Jadi Drew lebih membiarkan wanita rendahan seperti itu mempermalukan dirimu hah?"


Bella mengangguk. "Benar Mom, maka dari itulah aku meminta bantuan Matt untuk membalas perlakuan tidak pantas pelayan itu dengan satu syarat," ucapnya.


"Dan syarat itu adalah menyerahkan keperawananmu untuk Matt, benar begitu bukan?" duga Nyonya Marlyn dengan hati hancur.


Bella mengangguk dan terisak. "Benar Mom," balasnya menunduk.

__ADS_1


Nyonya Marlyn menyandarkan punggungnya dan menghela nafas panjang. "Kau membayar terlalu mahal hanya untuk membalas perlakuan dari pelayan yang tidak penting, kau begitu bodoh Bella! Kenapa kamu tidak berpikir dua kali, atau memberitahukan kejadian ini kepada Mommy!" sergahnya.


"Aku tidak ada pilihan lain Mom, tapi Matt telah membuktikan ucapannya. Dia telah mencelakai wanita pelayan itu hingga masuk rumah sakit," balas Bella.


Nyonya Marlyn menatap kecewa Bella dan tidak menerima kenyataan jika putrinya itu harus kehilangan mahkota berharganya hanya karena membalas ulah pelayan nyonya Bianca.


"Tidak Bella, menurut Mommy ini semua tidak adil. Kau kehilangan sesuatu yang berharga, tapi bagaimana dengan pelayan rendahan itu? Okelah dia terluka parah, tapi dalam beberapa bulan dia akan sembuh dan normal kembali. Tapi bagaimana denganmu sayang? Seumur hidup kamu telah rusak," tutur Nyonya Marlyn sedih.


Bella terdiam dan membenarkan perkataan mommynya. "Kau benar Mom, harusnya aku tidak meminta bantuan Matt dan memberikan tubuh berhargaku ini untuknya," sesalnya. "Ini semua karena pelayan miskin itu, aku kehilangan mahkotaku karena ulahnya!" sergah Bella.


Nyonya Marlyn menghembus nafas kasar. "Benar, wanita itu juga harus kehilangan hal yang sama seperti dirimu dan sebelum hal itu terjadi, maka Mommy benar-benar tidak bisa hidup tenang!" kecamnya.


Lalu nyonya Marlyn memijat pelipisnya karena pusing. "Tapi sekarang ini Mommy tidak dapat membayangkan bagaimana murkanya keluarga Royce jika mereka sampai tahu kalau calon menantunya tidak bisa menjaga diri. Mereka akan menganggapmu sampah sayang," ucapnya khawatir.


Wanita paruh baya itu merasa geram dan sakit hati, lalu meminta Bella menunjukkan rumah sakit dimana Tesla tengah dirawat untuk memberi perhitungan.


.


.


Bersambung.


...----------------...


Next \=\=>> Nyonya Marlyn mendatangi rumah sakit dimana Tesla sedang dirawat untuk membalas apa yang pernah dilakukan Tesla kepada putrinya.


Wanita itu memaki Tesla dan akan membuat perhitungan yang lebih menyakitkan daripada sebelumnya.


Tesla semakin bingung dan akhirnya mengetahui jika Bella lah yang membuat dirinya celaka.


Hingga pada akhirnya Ibu Tyas yang mengetahui putrinya telah dicelakai oleh orang lain, merasa marah dan keributan pun tidak dapat dihindari.


Siapakah yang akan menang?


Dimana nyonya dari keluarga kaya bergelimang harta melawan ibu juragan bebek yang terkenal dan punya gelar sebagai jawara kampung?


Jangan lupa berikan dukungannya. Dengan memberi like, komen gift vote atau lain sebagainya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2