Bad Boy Dan Gadis Desa

Bad Boy Dan Gadis Desa
Bab 24. Menyumpal mulut


__ADS_3

"Apa yang membuatmu tidak puas sayang?" tanya Nyonya Bianca.


"Ya, kalian mengundangku untuk makan malam disini, tapi secara keseluruhan aku tidak mendapat pelayanan terbaik. Tahu begitu aku tidak akan datang memenuhi undangan kalian," balas Bella.


"Sombong sekali, harusnya kau bersyukur karena Mommy ku sudah mau mengundang wanita angkuh seperti dirimu!" geram Drew.


"Ingatlah Drew, walaupun dia Mommy kandungmu, tapi bagiku dia hanyalah wanita pemilik restoran biasa. Karena Tante Bianca sendiri telah keluar dari lingkaran keluarga besar Royce dan bukanlah bagian dari keluarga itu,"


"Dan tidak lama lagi aku akan menjadi menantu keluarga Royce, maka yang berhak ku panggil sebagai mertuaku nanti adalah tante Serly," balas Bella menegaskan.


Drew mengepal erat kedua tangannya. "Berani sekali kau berkata seperti itu pada Mommyku!" sergahnya.


"Drew," cegah Nyonya Bianca berusaha meredam emosi Drew agar tidak melewati batas.


"Tapi Mom, dia telah berbicara kasar kepadamu. Lihat saja nanti, aku akan bicara pada Daddy untuk memutuskan perjodohan ini!" ancam Drew.


"Coba saja kalau bisa, kedua keluarga kita telah setuju Drew. Mana mungkin kau bisa memutuskannya secara sepihak, hanya karena masalah sepele seperti ini," balas Bella.


"Kenapa aku harus takut akan hal itu, walau mereka menyetujui hubungan kita. Namun aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai bagian dari hidupku!" balas Drew sengit.


"Drew, jangan bicara seperti itu. Mommy yang salah karena tidak bisa menjamu dia dengan baik," ucap Nyonya Bianca menengahi.


"Mommy tidak perlu meminta maaf atau mengaku salah untuk wanita ular seperti ini, dia tidak pantas mendapat maaf darimu. Dialah yang salah karena telah meremehkanmu!" ucap Drew tidak terima.


"Sudahlah jangan berdebat disini, tidak enak dilihat orang lain," balas Nyonya Bianca.


"Tapi Mom, dialah akar perdebatan ini. Dia sebagai biang dari masalah yang terjadi sekarang!" balas Drew kesal.


"Aku diundang sebagai tamu, tapi kalian menganggapku sebagai biang masalah. Apakah ini pelayan dari restoran terkenalmu Tante?" sindir Bella.


"Kau!" pekik Drew.


"Drew, tenanglah dan jaga emosimu." Nyonya Bianca memegangi Drew agar tidak berlaku kasar.


Sedangkan Tesla yang melihat kejadian tersebut merasa geram mendengar atasannya diremehkan. Dengan langkah semangat empat lima dia menghampiri meja tersebut untuk memberi perhitungan.


"Kelihatannya dimeja ini sangat hangat sekali suasananya, dan saya dengar bahwa nona ini mengeluh tentang pelayanan restoran."

__ADS_1


"Bagaimana kalau Nona kembali duduk dengan tenang dan biarkan saya melayani Nona dengan baik," ucap Tesla.


Dia berbisik kepada Drew untuk membawa nyonya Bianca terlebih dahulu ke ruang kerjanya, agar ia bisa leluasa memberi pelajaran kepada Bella.


"Baiklah," Kali ini Drew menurut dengan perintah Tesla. Lalu mengajak sang Mommy agar pergi menjauh. "Ayo Mom, kau sepertinya lelah."


"Tapi bagaimana dengan Bella? Dia belum menyelesaikan makanannya," balas Nyonya Bianca menolak.


"Tidak apa chef, biar aku saja yang melayaninya. Dan aku jamin dia akan pulang dalam keadaan perut kenyang," balas Tesla menatap sinis Bella yang menatap remeh dirinya.


"Kau termasuk pelayan yang berani, baiklah aku ingin dilayani olehmu. Kalau aku puas, aku akan memberikanmu tips besar dan datang kesini lagi suatu hari nanti," ucap Bella tersenyum.


Tesla membalas senyuman itu dan meminta Drew agar segera membawa sang Mommy agae pergi untuk beristirahat, karena setahu Tesla, nyonya Bianca memiliki riwayat darah rendah.


...***...


Tesla menatapi meja yang masih penuh tersaji dan belum tersentuh sedikitpun oleh tamunya. "Makanan diatas meja ini sudah dingin, aku akan menggantinya dengan yang baru."


"Bagus, sebagai pelayan baru kau mengerti keinginanku ini," balas Bella.


"Terima kasih atas pujiannya," balas Tesla. Lalu bergegas mengambilkan menu yang baru.


"Ini makananmu," ucapnya ramah.


Bella bergeming dan masih terdiam pada posisinya seperti menunggu sesuatu. Tesla yang melihat itu pun mengerti, dengan segera ia memotongkan daging bebek utuh agar menjadi irisan tipis.


Lagi-lagi Bella tersenyum puas. "Pelayan akan selamanya menjadi pelayan," batinnya.


Sesuai dugaan, Tesla mengalami kesulitan lagi saat memotong daging bebek dihadapannya itu.


"Heh, bagaimana? Apa kau bisa memotongkannya untukku?" cibir Bella.


"Bisa, tapi tidak serapih irisan chef Bianca. Nona Bella, menurut yang saya lihat. Sepertinya anda ini adalah golongan orang kaya yang terpandang, dengan status sosial tidak biasa di masyarakat. Kecantikanmu juga bagaikan bidadari yang turun dari khayangan," puji Tesla.


Bella merasa tersanjung mendengar pujian tersebut dan Tesla senang melihatnya.


"Benar, aku adalah orang terpandang. Keluargaku pemilik perusahaan properti terbesar, sama seperti keluarga Drew. Dan kecantikkanku sudah terlihat bukan," ucapnya berbangga diri.

__ADS_1


"Kalau begitu suatu kerhomatan dapat melayanimu Nona muda dan jikalau berkenan, bolehkah saya pelayan rendahan ini melayani Nona dengan segala kemampuan yang saya miliki ini? Dan tolong jangan marah jika ada kesalahan kecil, karena saya hanyalah pelayan baru," ucap Tesla merendah.


Bella menarik senyum miring. "Ternyata dia pandai berbicara yang dapat menyenangkan hatiku," batinnya terjebak juga.


"Baiklah, karena kau telah menyenangkan hatiku dan sadar akan posisi rendahmu itu. Maka aku akan memenuhi permintaanmu untuk melayaniku sesuai dengan kemampuanmu saja dan tidak akan protes apapun dengan pelayananmu yang dirasa kurang profesional," balas Bella.


"Wah terima kasih Nona!" seru Tesla kegirangan.


"Ya, tapi tolong jangan terlalu dekat denganku!" tepis Bella menjauh.


"Maaf Nona," balas Tesla, lalu dia tersenyum smirk. "Baiklah, kalau begitu saya akan mulai pelayanannya."


Tesla kemudian duduk dikursi menghadap Bella sambil memakai sarung tangan plasik dikedua tangannya. Lalu gadis desa segera mematahkan leher bebek panggang dipiring, dengan senyuman menakutkan.


Bella menelan ludahnya susah payah. "Kenapa kau __"


"Sstt! Sst!! Anda cukup diam saja Nona!" Ucap Tesla sambil menempelkan jarinya yang kotor berlumuran bumbu pada bibir Bella, hingga ia merasa jijik.


"Kalau di desa, beginilah cara kami memakan bebek panggang."


"A-apa maksudmu?" tanya Bella kikuk dan merasa ngeri dengan tingkah wanita dihadapannya itu.


Tanpa basa basi lagi, Tesla mencabik daging paha bebek dengan tangannya. Lalu mencocolkan sambal dan juga sekepal nasi, kemudian menyumpalkannya ke dalam mulut Bella yang sedang mengangga lebar.


"Hhmmp! Apa yang kau lakukan!" Bella menggelengkan kepalanya, namun Tesla senantiasa memegangi kepala wanita itu dan terus menyumpalnya dengan makanan bersambal.


Hingga Bella pun terbatuk-batuk karena tersedak makanannya sendiri.


"Hentikan!" ucap Bella susah payah.


"Sedikit lagi!" ucap Tesla merasa sayang sekali kalau tidak dihabiskan.


Aksi tersebut pun mengundang banyak perhatian, termasuk Drew yang sudah gemas karena ingin membantu Tesla menyumpal mulut Bella dengan nasi daging bebek sambel ijo.


"Bagus! Terus! Sumpal saja mulut sombongnya itu!" seru Drew seakan tidak sadar diri telah mengatahi orang lain sombong.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2