Bad Boy Dan Gadis Desa

Bad Boy Dan Gadis Desa
Bab 148. Macam-macam gaya bebek.


__ADS_3

"Tidak! Jangan sayang, jangan ceraikan aku!" pekik Nyonya Sherly berteriak histeris dan memohon sambil berlutut dikedua kaki suaminya.


Namun Tuan Hans menolak berbaik hati, karena kejahatan yang telah dilakukan oleh istrinya itu telah melampaui ambang batas kesabarannya selama ini.


"Tidak Sherly, kesalahanmu sudah tidak dapat ku maklumi lagi. Sekarang menyingkirlah dariku," ucap Tuan Hans sedikit menghentak kakinya agar terlepas dari jeratan kedua tangan istrinya dan pergi dari ruang keamanan hotel.


Lalu semua orang pun disana berbalik pergi kembali ke ruangan acara, meninggalkan Nyonya Sherly yang menangis pilu seorang diri.


Terkecuali Nyonya Marlyn.


Wanita paruh baya itu mengeluarkan air matanya ketika melihat Nyonya Sherly yang akan diceraikan, ia bukan menangis sedih melihat nasib dari mantan sahabatnya itu. Melainkan ia merasa tenang karena telah melakukan hal yang memang sudah seharusnya ia lakukan sejak dulu.


"Bagaimana rasanya ditinggal seorang diri? Sakit dan sedih bukan? Bahkan seluruh dunia ini rasanya tidak mampu menahan semua beban kesedihan yang sedang kita alami saat terpuruk. Begitu pula yang aku alami dan juga Bella putriku, kami sendirian menanggung semua kesedihan yang diakibatkan olehmu," ucap Nyonya Marlyn. Sebelum ia pergi meninggalkan Nyonya Sherly yang terkulai lemas menerima nasib.


...***...


Sementara itu acara pernikahan Drew telah berakhir, kedua keluarga inti kembali ke kamar hotel masing-masing untuk beristirahat.


Tapi tidak dengan Tuan Hans.


Pria paruh baya itu menatap kosong kasur disebelahnya, dimana itu adalah tempat yang seharusnya nyonya Sherly tiduri. Seketika ingatannya kembali tentang pernikahannya dengan nyonya Sherly kala itu, dia begitu bahagia karena mendapatkan wanita yang ia inginkan.


Akan tetapi penyesalan selalu saja datang terlambat, demi kebahagiaan semata. Ia membiarkan cinta sejatinya pergi dan tidak mendengarkan kata-katanya saat itu.


Tuan Hans menghela nafas panjang, rasa kecewa dalam pikirannya membuat ia tidak dapat tidur. Dengan langkah lemah dia keluar dari kamar hotel, bermaksud untuk mencari udara segar dari luar kamarnya.


Entah kebetulan atau memang Tuhan sengaja ingin mempertemukan dirinya dengan sang mantan istri. Karena jauh didepan mata sana, ia melihat nyonya Bianca tengah duduk seorang diri sambil tersenyum menatap kearah langit.


Tuan Hans memberanikan diri mendekat kearah mantan istrinya itu. "Sudah malam, kenapa belum tidur?" tanyanya.


Nyonya Bianca menoleh. "Kau sendiri kenapa belum tidur?" jawabnya bertanya balik.


"Apa aku boleh duduk?" tanya Tuan Hans meminta ijin.


"Duduk saja, tidak ada larangan untuk siapapun duduk disini," balas Nyonya Bianca menggeser sedikit posisi duduknya kesamping.


Mereka berdua terdiam cukup lama, entah karena bingung ingin bicara mengenai apa. Namun satu hal yang pasti, keduanya tidak ingin membahas masalah apapun untuk saat ini.


Akan tetapi ada satu hal yang ingin Tuan Hans tanyakan kepada mantan istrinya itu, mengenai kesendiriannya saat ini.


"Bianca," ucap Tuan Hans.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Kau sudah cukup lama menyendiri, apa kau tidak punya pikiran untuk menikah lagi?" tanya Tuan Hans.


"Untuk apa? Aku sudah tidak punya keinginan untuk menikah," balas Nyonya Bianca.


"Apa tidak ada satu pun pria di dunia ini yang sanggup membuatmu bahagia? Apa kau tidak ingin menikah kembali dan memiliki pendamping hidup yang bisa menemanimu dihari tua?" tanya Tuan Hans lagi.


Nyonya Bianca menggeleng. "Saat aku melihat kedua putraku telah menikah dan menemukan wanita yang mereka inginkan, aku rasa kebahagiaan itu sudah cukup untuk menggantikan rasa sedih yang pernah aku alami sebelumnya. Dan mengenai pendamping hidup, aku percaya pada keluarga dari kedua putraku, merekalah yang akan menemaniku dihari tua nanti."


Tuan Hans nampak terdiam dan mengangguk mengerti, ia paham kenapa mantan istri itu tidak ingin membuka lembaran hidup baru setelah bercerai dengannya dan itu pasti karena trauma yang pernah diakibatkan olehnya.


"Baiklah kalau begitu, maaf kalau aku telah menganggu waktumu."


"Tidak apa," balas Nyonya Bianca.


Tuan Hans beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi darisana untuk kembali ke dalam kamar. Ia merenungi semua jawaban dari setiap pertanyaan yang ia ajukan untuk mantan istrinya itu dan menarik kesimpulan.


Bahwa mantan istrinya itu, sudah tidak menginginkannya lagi. Apalagi menjadi bagian dari separuh dirinya yang hilang, itu tidaklah mungkin.


...----------------...


Sementara itu di kamar pengantin baru, Tesla terduduk melamun dan masih mengenakan pakaian pengantinnya. Entah apa yang sedang ia lamunkan, namun Drew sudah tidak sabar ingin melepas semua benda yang menempel ditubuh istrinya itu.


"Apa kamu lupa tadi ada keributan dan setelah keributan itu Daddy kembali ke atas pelaminan dengan raut wajah sedih. Dan saat aku tahu bahwa Daddymu ingin menceraikan istrinya, bukankah itu hal yang mengejutkan sekaligus menyedihkan untuk orang tuamu?" jawab Tesla.


"Untuk apa memikirkan hal tidak berguna seperti itu sayang? Justru saat ini aku sangat bahagia sekali, karena nenek sihir itu akhirnya keluar juga dari rumah Daddy," ucap Drew sambil mempreteli satu persatu benda yang menempel pada tubuh Tesla selagi ia lengah, setahap demi setahap.


"Ya yang kau ucapkan ada benarnya juga, setidaknya saat nanti aku tinggal disana. Aku tidak perlu berhadapan dengan mertua model mommy tirimu itu," ucap Tesla tanpa sadar Drew semakin gencar membuat dirinya telan-jang bulat.


Drew terkekeh geli, karena saking serunya Tesla bercerita dan nge-gibah-in orang lain. Ia sampai menurut saja sewaktu Drew memintanya untuk rebahan diatas kasur.


Hingga pada akhirnya wanita itu tersadar, ketika Drew tahu-tahu sudah berada diatasnya saja dengan tubuh bertelanjang dada.


"Eh tunggu! Kenapa bisa sampai seperti ini?" ucap Tesla tidak mengerti dan berteriak histeris saat melihat tubuhnya juga hanya tinggal pakai-ann dalam saja.


Namun nampaknya Drew tidak ada waktu untuk menjawab semua kebingungan istrinya itu, dengan cepat ia membungkam benda ranum yang sedari tadi menggoda dirinya. Lalu ia menyesapp kuat, seakan tidak memberikan celah bagi istrinya itu untuk menghindar.


Entah punya kelihaian dari mana, karena Drew berhasil melucuti semua paka-ian dalam istrinya itu hanya dalam hitungan detik menggunakan satu tangan. Hingga Tesla terbelalak dan menjerit malu, namun suaranya telah habis tertelan oleh suaminya sendiri.


Tesla berusaha memberontak dengan cara menggelepar seperti ikan, namun apalah daya ia telah kalah tenaga. Malah pemberontakkan yang sedang ia dilakukan, justru membuat Drew semakin terbakar gairahh.

__ADS_1


Drew melakukan pemanasan terlebih dahulu, melakukan suatu teknik yang telah ia pelajari disebuah situs dewasa secara diam-diam. Dan setelah ia berhasil membuat lawan mainnya terkulai lemas tidak berdaya, Drew pun berusaha untuk melakukan penyatuan.


Ia berusaha menerobos masuk ke dalam inti istrinya yang masih sempit, dengan cucuran peluh membasahi seluruh tubuhnya.


Hingga pada malam itu mereka sama-sama memekik disaat penyatuan terjadi, Drew akhirnya berhasil menerobos masuk pertahanan sempit milik istrinya itu dengan susah payah.


Sedangkan Tesla yang baru pertama kali melakukan penyatuan, menangis karena merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian intinya itu.


Drew mengistirahatkan sejenak dirinya, dengan senjata pusaka yang masih tertanam penuh di dalam inti istrinya itu. Hal tersebut ia lakukan agar Tesla terbiasa dulu dengan kehadiran benda asing yang memenuhi seluruh intinya.


Dan setelah keadaan Tesla berangsur tenang, karena tubuhnya telah menerima kehadiran benda asing tersebut, Drew mulai menghentakkan pinggulnya.


Perlahan tapi pasti, Drew menambah tempo hentakannya itu dan keduanya sama-sama mengeluarkan suara-suara aneh hingga memenuhi seluruh ruangan.


Lalu tibalah mereka dipenghujung kenikmatan, Drew menambah tempo gerakannya. Begitu pula dengan Tesla, ia membusungkan dadanya. Karena merasakan ada suatu gelombang aneh tengah menerpa dirinya.


Apa itu?


Drew dan Tesla sama-sama mencapai puncaknya, mereka pun melakukan pelepasan sambil menjerit dan memekik nikmat. Diringi ada yang keluar dari dalam tubuh mereka, lahar hangat serta noda darah bercampur menjadi satu.


Tertanda keduanya baru saja mencapai puncak kenikmaatan surga dunia tiada tara. Sebuah kenikmatan yang baru pertama kali mereka rasakan, hingga keduanya serasa terbang melayang bersama keudara.


Drew dan Tesla nampak terengah-engah, mereka saling menatap satu sama lain dan menyatakan cinta mereka disetiap hembusan nafas.


Malam itu adalah malam indah untuk mereka berdua, sekaligus kenangan yang tidak dapat terlupakan hingga seumur hidup.


Drew kembali menjajah tubuh istrinya, satu kali pelepasan sepertinya tidak cukup untuk dirinya itu. Ia merasa ada candu memabukkan dalam tubuh Tesla dan ia ingin melakukannya lagi dan lagi.


"Bagaimana kalau kita lakukan gaya yang lain?" tanya Drew. Pria itu bahkan tidak membiarkan Tesla untuk beristirahat.


"Gaya apa maksudmu?" tanya Tesla bingung.


"Sudah jangan banyak tanya, kau turuti saja. Biar aku yang memanjakanmu," jawab Drew lalu melanjutkan permainan.


Mereka akhirnya bermain hingga pagi buta, dan melakukan berbagai macam-macam gaya bebek. Mulai dari gaya bebek bekakak, bebek nungging, sampai gaya bebek ngesott.


Tesla pun akhirnya kewalahan, hingga mengangkat bendera dari ce-la-na dalamnya sendiri, karena kehabisan tenaga saat melayani nafssu dan tenaga Drew yang tidak ada habis-habisnya.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2