Bad Boy Dan Gadis Desa

Bad Boy Dan Gadis Desa
Bab 70. Membatalkan pernikahan.


__ADS_3

"Ssstt ... Jangan berteriak. Ini aku Drew," bisik Drew dengan satu tangan membekap mulut Tesla dan satu tangan lagi menempelkan jari telunjuk pada bibirnya sendiri.


Tesla terkejut setengah mati dan jantungnya itu seakan-akan mau terlepas dari tempatnya, namun seketika ia menghela nafas lega, saat tahu yang memegorkinya itu adalah Drew.


Namun yang membuatnya bertanya-tanya sekarang ini adalah, bagaimana pria itu bisa ada didekatnya?


...***...


Beberapa saat sebelum hal itu terjadi.


Drew telah bertemu dengan Twister, lalu meminta kakaknya itu untuk ikut dengannya karena akan melakukan sesi foto bersama dengan saudara kandung, beserta dengan para dayang babu miliknya itu.


Akan tetapi Twister yang masih menunggu Tesla kembali, menolak untuk pergi.


"Tunggu dulu, adikku Tesla belum kembali dari kamar 200," ucap Twister setelah selesai berfoto dengan Drew secara pribadi.


"Oh begitu, kemana dia?" tanya Drew.


"Mengambil gaun milik Tiara," ucap Twister.


"Iya, dia pergi sejak dari tadi. Tapi kalau dipikir-pikir, harusnya dia sudah kembali," timpal Marisa.


Drew teringat akan Tesla saat bertabrakan dengannya. "Ya sudah, biar aku menyusul dia. Kalian tunggu disini dan jangan berpencar, terutama kau Twister!" tunjuknya.


"Iya," balas Twister.


Drew kemudian mencari Tesla, sesuai dengan petunjuk dari Twister. "Kamar 200," ucapnya demikian.


Lalu setibanya didepan pintu kamar itu, Drew segera masuk kedalam karena pintunya tidak tertutup rapat dan beranggapan jika Tesla masih ada didalam sana.


Pria itu pun tersenyum, setelah melihat sesosok gadis cantik bergaun emas, tengah berdiri membelakangi dirinya.


Tanpa banyak berpikir, Drew berjalan berjinjit-jinjit dan perlahan-lahan hingga mendekat, sambil terkekeh pelan, bermaksud ingin mengejutkan gadis itu dan ingin melihat wajah lucunya.


Lalu setibanya ia dibelakang Tesla, Drew baru menyadari jika Tesla tengah menguping pembicaraan seseorang, yang sempat terdengar juga olehnya.


"Kau gugup dengan pernikahanmu? Bukan gugup karena aku akan membongkar rahasia hubunganmu dengan Matt, bahkan kalian pernah berhubungan intim layaknya suami istri," ucap Alia terdengar jelas ditelinga Drew.


Hingga senyum diwajah pria itu pun perlahan memudar, karena terkejut mendengar pernyataan dari Alia.


Drew yang melihat Tesla hendak berbalik badan, segera membekap mulut gadis itu agar tidak berteriak saat melihat dirinya dan bergegas membawa Tesla hingga kesudut ruangan.


"Drew ... " batin Tesla menangkap raut wajah kesal pria itu.


...***...


"Bicara sembarangan kamu Alia? Mana buktinya dan jangan memfitnahku! Oh aku tahu, kau pasti sedang mengarang cerita dan menggunakan alasan ini untuk menakutiku agar aku mau menuruti keinginanmu itu!" tukas Bella.

__ADS_1


Alia terkekeh dan menggeleng. "Bella, Bella. Kau pikir aku sedang mengarang cerita hem? Ketahuilah Bella, Matt telah bercerita kepadaku tentang dirimu. Matt bahkan sedang frustasi sekarang ini, karena kau akan menikah dengan pria lain."


"Dan aku baru tahu alasannya, kenapa Matt begitu kesal dan ingin sekali mengacaukan pernikahanmu dengan Drew. Itu karena Matt tidak ikhlas dengan pernikahanmu ini, tapi demi membalaskan dendamnya kepada keluarga Royce. Dia merelakan kau menikah dengan pria lain," tutur Alia.


"Baiklah aku mengaku, aku memang berhubungan dengan Matt sebagai sepasang kekasih. Bahkan telah berhubungan serius dengannya, tapi ku mohon jangan menceritakan semua ini kepada Drew atau yang lainnya," balas Bella mengaku.


Alia tersenyum. "Akhirnya kau mau mengaku juga, baiklah kalau begitu. Sesuai dengan permintaanku tadi, selama kau menurutinya, maka aku akan tutup mulut."


"Baiklah," patuh Bella mengangguk.


Bersamaan dengan hal tersebut, sebuah bell kamar berbunyi dan Alia serta Bella, kembali berpura-pura tidak terjadi sesuatu.


Alia berjalan menghampiri pintu kamar untuk membuka kunci dan Drew menarik Tesla agar semakin kesudut, tepatnya dibelakang pintu kamar mandi agar tidak ketahuan.


"Nona Alia, apa Nona Bella ada disini?" tanya team WO mencari keberadaan pengantin.


"Oh Bella ada didalam, tadi aku baru saja membantunya memakaikan sesuatu." Balas Alia beralasan.


"Baiklah, kalau sudah selesai harap turun kebawah ya. Kita mau adakan sesi foto bersama keluarga dan Nona Alia, anda juga segera pakai gaunnya," balas team Wo itu.


Alia mengangguk. "Baiklah," balasnya lalu menutup pintu kamar kembali.


"Ayo kita pergi dari sini," ucap Alia.


"Kau belum berpakaian," balas Bella.


"Sudah selesai," ucap Bella merasa kesal. Karena Alia yang harusnya membantu dirinya sebagai bridemaids, tapi Alia begitu cuek. Hingga ia merasa kerepotan saat berjalan dengan gaun panjang dan berekor.


"Tunggu Alia, aku ingin ke toilet. Bantu aku!" ucap Bella membuka pintu kamar mandi, hingga Drew dan Tesla yang berada didalam toilet pun harus merapatkan tubuh mereka serapat mungkin dibelakang pintu.


"Jangan bergerak," bisik Drew terus mengikis jarak yang ada dengan Tesla.


"Aku tidak bisa bergerak karena kau begitu menghimpitku," balas Tesla berbisik dan menarik nafasnya dalam-dalam karena sesak oleh tekanan tubuh Drew.


"Berisik! Ribet sekali, nanti saja kalau kita sudah dibawah!" balas Alia malas.


Bella mendengus kesal karena keinginannya untuk buang air kecil tidak terpenuhi. "Wanita jahanamm!" umpatnya. Lalu mengurungkan niatnya kedalam toilet.


Drew dan Tesla menghela nafas lega bersamaan, saat tahu jika Bella tidak masuk ke dalam toilet. Lalu Tesla yang menyadari kalau Drew masih betah mendesaknya, segera mendorong raga Drew agar menjauh.


"Mereka sudah keluar dari kamar ini, kita juga harus keluar," ucap Tesla.


Drew mengangguk, rasa kesal karena dibohongi oleh calon pengantinnya sendiri, setidaknya terobati sedikit dengan adanya Tesla bersamanya.


"Apa kau baik-baik saja Drew?" tanya Tesla khawatir, sebab ia melihat Drew bergetar karena marah.


"Mereka benar-benar wanita ular, lihat apa yang bisa aku lakukan kepada mereka berdua!" ucap Drew sambil meninju dinding kamar mandi itu.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau lakukan, Drew?" tanya Tesla. "Ku mohon jangan gegabah," ucapnya mencekal pergelangan tangan Drew yang ingin pergi dalam keadaan emosi.


Drew menatap tangan Tesla yang memegang pergelangan tangannya, lalu berganti menggenggam pergelangan tangan gadis itu.


"Ikutlah denganku sebagai saksi," ucap Drew menarik lengan Tesla agar ikut dengannya.


"Baiklah," jawab Tesla setuju dan akan membantu Drew dalam memberikan kesaksian.


...***...


Sebelum pergi ke altar pernikahan, seluruh keluarga berkumpul dalam satu ruangan besar. Selain agar WO dan penyelenggara acara dapat menyampaikan pesan serta tata cara laksana dalam kegiatan nanti.


Tempat itu juga digunakan oleh para keluarga untuk berfoto dan juga makan siang.


"Kemana Drew?" tanya Twister.


"Tesla juga tidak ada," ucap Marisa menengok ke kanan dan ke kiri.


"Iya, setelah memberikanku gaun ini, dia pergi lagi entah kemana," timpal Tiara.


"Semoga tidak terjadi apapun kepada mereka," ucap Nyonya Bianca yang turut hadir diacara tersebut, yang sengaja ditemani oleh teman-teman Tesla dan juga Sam, agar dirinya merasa nyaman.


"Biarkan aku mencarinya," ucap Twister.


Namun sebelum pria itu pergi, Drew tiba-tiba melangkah masuk ke dalam, dengan Tesla mengekor dibelakangnya.


"Drew, Tesla. Kalian habis darimana? Semua orang mencarimu Drew," ucap Twister.


Drew menatap semua orang yang telah menunggu kehadirannya, namun dengan tegas bahwa Drew ingin menyampaikan sesuatu.


"Dengarkan ini semuanya!" sergah Drew meminta perhatian seluruh keluarga dan orang-orang, dengan tatapan seriusnya.


Semua orang pun bertanya-tanya. "Kenapa Drew? Apa yang ingin kau katakan?" tanya Tuan Hans terlihat khawatir.


"Daddy, aku ... Aku!" ucap Drew masih berusaha mengumpulkan keberaniannya.


Tesla memegang tangan Drew yang bergetar dan mengangguk. "Kau pasti bisa mengatakannya, katakan saja kepada mereka semua apa yang kau dengar tadi," bisiknya memberi dukungan.


Drew menarik nafas dalam-dalam dan kembali menatap semua orang. "Aku ingin membatalkan pernikahan ini!"


Semua orang didalam nampak syok mendengarnya, terutama keluarga kedua belah pihak serta kerabat terdekat. Apalagi Bella yang terduduk lemas setelah mendengar pembatalan pernikahan Drew.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2