Bad Boy Dan Gadis Desa

Bad Boy Dan Gadis Desa
Bab 69. Menguping.


__ADS_3

Hari pernikahan Drew dan Bella telah tiba, calon mempelai pun disibukkan dengan serangkaian acara dan juga aktifitas dari kemarin malam hingga pagi menjelang tiba.


Namun bukan hanya calon mempelai saja yang tengah disibukkan hari ini, buktinya adalah Tesla dan kawan-kawannya juga turut sibuk mempersiapkan diri.


Ketiga gadis itu mulai meributkan masalah jadwal siapa duluan yang dimake up oleh sang penata rias, di ruangan make up khusus dalam hotel, yang telah disediakan oleh Twister sebelumnya.


"Marisa dulu deh," ucap Tiara mendorong Marisa.


"Tesla duluan deh," balas Marisa menarik tangan Tesla.


"Idih, Tiara dulu deh," balas Tesla enggan.


Bersamaan dengan hal tersebut, Twister datang ke dalam ruangan itu, karena ia ingin mengontrol para pagar betis miliknya sudah rapi atau belum. Karena para pengiring pengantin ini, harus membantu mengurus beberapa acara pernikahan nantinya.


"Ada apa ini? Kenapa kalian belum didandani?" tanya Twister saat melihat tidak ada satu pun dari para gadis yang telah siap untuk dibawa.


Ketiga gadis itu pun menoleh kearah sumber suara dan mereka seketika tertegun, saat melihat Twister mengenakan jas dan berpakaian rapi tengah berdiri menatap mereka, dengan pancaran sinar nan menyilaukan mata keluar dari tubuh penuh wibawa pada pria tampan itu.


"K-kak Twister," ucap Tesla dan kawan-kawan terkena serangan gugup, serta tremor.


"Kau tampan sekali," celetuk Tesla pada akhirnya.


Twister tersenyum dan terkekeh melihat ketiga gadis-gadis itu berubah menjadi salah tingkah, saat melihat penampilannya yang super duper tampan.



"Sudah jangan pada bengong saja, mulailah merias," ucap Twister membuyarkan lamunan para gadis termasuk dengan penata riasnya sekalian.


"B-baik," balas mereka patuh.


Twister duduk di kursi dalam ruangan itu, sambil memainkan ponselnya. Sesekali mengontrol pekerjaan team make up, agar bekerja cepat dengan hasil maksimal.


"Oke jadi siapa yang mau di make over duluan?" tanya si penata rias.


"Tesla terlebih dahulu," titah Twister.


"A-aku, tapi aku ..."


"Cepatlah, aku ingin lihat bagaimana rupa adikku kalau di poles dengan make up," balas Twister menunggu.


"Baiklah," patuh Tesla lalu duduk.


Tak berselang lama kemudian, seorang karyawan bridal membawakan gaun untuk para bridemaids ke kamar dan segera memakaikan gaun tersebut setelah semuanya selesai di dandani.


Mereka sangat senang melihat Tesla karena begitu cantik dengan gaun sederhana berwarna emas.


"Lihat, bukankah Tesla cantik memakai gaun itu." puji Marisa dan di balas anggukan setuju oleh Tiara.


"Benar, aku juga tidak sabar memakai bajuku!" seru Marisa dan Tiara yang kini giliran mereka berdua tengah di dandani.


Tesla tersenyum dan segera menghampiri Twister agar bisa menunjukkan penampilannya. "Kakak, bagaimana penampilanku?" tanya Tesla menggoyang-goyangkan gaunnya karena malu.


__ADS_1


Twister nampak terdiam dan memandangi penampilan Tesla yang menurutnya sangat cantik. "Tentu saja kau cantik, kau cantik sekali!" puji Twister senang. Ia sampai mengarahkan kamera untuk mengambil foto adiknya, agar bisa dikirim kepada orang rumah di desa.


"Benarkah?" ucap Tesla gembira dan kembali bercermin untuk melihat penampilannya. Lalu kegirangan sendiri dan mengajak Twister berfoto berdua dengannya.


Tak berselang lama kemudian, Tiara kelimpungan mencari gaunnya. "Loh, Mbak gaunku ada dimana? Disini kok tidak ada, malah gaun milik siapa ini? Alia?" tanya Tiara kepada salah satu team bridal yang sedang sibuk memakaikan gaun Marisa.


"Wah sepertinya gaunmu tertukar dengan bridemaidnya pengantin wanita dan ketinggalan disana," balas team bridal itu.


"Ada apa?" tanya Tesla.


"Gaunku tertukar dengan gaun ini?" balas Tiara menunjukkan gaun dengan secarik kertas bertuliskan nama Alia, yang tersemat pada gaun tersebut.


"Maaf, saya kurang teliti. Setelah selesai memakaikan gaun Mba Marisa ini, saya akan segera ambilkan gaun Mba Tiara di ruang baju," ucap team bridal itu.


"Tidak perlu, biar aku saja yang ambilkan," ucap Tesla menawarkan bantuan. Dan hal itu disetujui oleh team bridal sendiri.


"Ya sudah, bajunya ada di kamar nomor 200 ya," ucap Team bridal memberitahu harus kemana.


Tesla melangkahkan kakinya keluar kamar dan disepanjang perjalanan menuju kamar dengan nomor 200, ia bertemu dengan Drew yang kebetulan mencari keberadaan kakaknya.


"Ada dimana dia itu, aku kan belum sempat berfoto dengannya," gerutu Drew.


Pria itu melayangkan pandangannya kepada sesosok wanita bergaun emas sederhana didepan sana dan ia tertegun, saat mengetahui jika Tesla lah si wanita tersebut.


"B-bebek emas ..." batinnya grogi dan berubah bingung harus melangkah kemana, bahkan kedua kakinya mendadak tidak bisa diajak kompromi dan mengkhianati sang pemilik.


Sampai-sampai Drew tersandung kakinya sendiri, hingga terhuyung-huyung dan menabrak Tesla, yang tengah menatap papan nomor pada setiap pintu kamar hotel disekitarnya.


BRUG!


"M-maaf," ucap Drew. "Apa kau baik-baik saja?" tanyanya peduli.


"Aku baik," cebik Tesla.


Drew menarik nafas dalam-dalam, untuk mengurangi rasa gugupnya. "Syukurlah kalau begitu, oh iya, apa kau melihat Twister?" tanyanya kemudian.


"Kak Twister ada di kamarku," balas Tesla menunjukkan.


"Terima kasih," balas Drew.


"Sama-sama," jawab Tesla. Lalu melengos pergi untuk melanjutkan pencarian kamar dengan nomor 200. "Huh untung saja dandananku tidak rusak olehnya," gerutu Tesla.


Drew tersenyum sumringah, sambil terus menatap kemana langkah kaki Tesla pergi dan segera mencari keberadaan Twister. "Apa yang sedang aku pikirkan?" ucapnya geleng-geleng kepala.


...***...


Kamar 200.


Tesla telah tiba di kamar yang dituju, ia segera membuka kamar tersebut menggunakan kartu akses, yang telah diberikan oleh team bridal sebelumnya.


Wanita itu segera mencari kearah gaun-gaun yang tengah tergantung rapi dan menemukan gaun milik Tiara.


"Ah ini dia," ucap Tesla senang. Lalu menggantung kembali gaun milik Alia disana.

__ADS_1


Tak berselang lama kemudian, saat Tesla hendak keluar kamar. Ia mendengar suara langkah sepatu tinggi mendekat kearahnya.


Dia adalah Alia dan juga Bella.


"Cepat masuk!" titah Alia kepada Bella.


Mendengar kedatangan dua orang lain ke kamar itu, Tesla segera menyingkir dan masuk ke dalam kamar mandi hotel terlebih dahulu, agar tidak berpapasan dengan Bella dan juga Alia, karena malas melihat wajah menyebalkan kedua wanita cantik itu.


"Jangan tarik aku!" sentak Bella setibanya mereka diruangan paling terdalam, agar tidak ada satu orang pun yang melihat mereka.


"Diamlah Bella!" tekan Alia.


"Mau apa kau menahanku disini?" tanya Bella sambil mengusap pergelangan tangannya.


"Sebentar lagi kau akan menikah dan menjadi istrinya Drew, selain itu kau akan menjadi adik iparnya Twister. Bella tolong bantu aku untuk mendapatkan Twister," mohon Alia.


Tesla yang kebetulan masih berada didalam toilet pun, mengurungkan niatnya untuk keluar kamar, ketika mendengar perbincangan Alia dengan Bella yang membawa-bawa nama Twister.


Perlahan ia mendekati sumber suara dan menguping pembicaraan tersebut.


"Jangan konyol Alia! Aku tidak punya kekuatan untuk menyatukan kalian walau statusku nanti telah menjadi bagian keluarga mereka," tepis Bella.


Mengetahui permintaannya ditolak, Alia pun membuka kartu AS nya agar Bella mau membantu dirinya.


"Sepertinya kau lupa Bella, kalau aku telah mengetahui rahasiamu," ucap Alia tersenyum smirk.


Bella melebarkan kelopak matanya dan menatap tajam Alia. "Apa yang ketahui? Katakan padaku," tegasnya.


Tesla yang kebetulan masih menguping, semakin penasaran dibuatnya. Terlebih ada kata rahasia terlintas di perbincangan kedua wanita itu.


Dengan memanjangkan lehernya, Tesla berharap bisa mendengar lebih jelas percakapan itu dan bersiap akan terungkapnya sebuah rahasia Bella. "Rahasia apa?" batin Tesla sambil meremass gaunnya karena tidak sabar.


"Kau pikir aku tidak tahu hubunganmu sebelumnya dengan Matt hem?" ucap Alia menarik senyum jahat, membuat Bella menggigil ketakutan.


"Omong kosong apa yang kau katakan itu hah!" tepis Bella membantah.


"Kau bilang aku berkata omong kosong? Lalu kenapa kau terlihat ketakutan?" cecar Alia semakin senang melihat Bella tertekan.


"Aku hanya gugup dengan pernikahanku, bukan hal lainnya."


Alia terkekeh. "Kau gugup dengan pernikahanmu? Bukan gugup karena aku akan membongkar rahasia hubunganmu dengan Matt, bahkan kalian pernah berhubungan intim layaknya suami istri," ucapnya menekan.


Bella terbelalak mendengar hal tersebut, begitu pula Tesla yang sedang menguping pembicaraan mereka. Ia terkejut bukan main, saat mendengar bahwa Bella dan Matt telah berhubungan badan sebelum pernikahannya dengan Drew terjadi.


Namun yang membuat Tesla terkejut adalah saat ia hendak berbalik badan untuk pergi dan memberitahukan hal tersebut kepada Drew.


Sebuah uluran tangan tiba-tiba saja membekap mulutnya dan membawanya hingga terdesak disudut ruangan.


"Sstt!!" Drew menempelkan jari telunjuk pada bibirnya dan mengisyaratkan agar Tesla tidak berteriak.


Hingga pada akhirnya mereka berdua menguping pembicaraan tersebut.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2