
Restoran Manyu 2.
Nyonya Bianca duduk terdiam dengan tatapan kosong pada kedua matanya, wanita paruh baya itu tengah termenung, memikirkan semua yang terjadi belum lama tadi.
Termasuk satu kata dari sang mantan suami yang mampu membuatnya merana.
Maaf.
Ia terus memikirkan kata-kata tersebut, dengan buliran bening pada pelupuk mata yang terus menerus berjatuhan hingga membasahi pipi. Lalu perlahan-lahan, beberapa kepingan kenangan mulai berkumpul menjadi satu.
Tepat pada kejadian 10 tahun yang lalu, dimana kejadian menyakitkan dalam hidupnya dan awal mula retaknya hubungan suami istri, serta hancurnya rumah tangga yang telah ia jalani selama 21 tahun bersama dengan tuan Hans.
Kala itu Nyonya Bianca sedang menuntaskan studi akhir S2-nya, dan sedang menjalani pelatihan agar bisa menjadi seorang chef handal juga terkenal.
Selain itu Nyonya Bianca juga merupakan mahasiswi terbaik dari salah satu fakultas ternama jurusan tata boga, yang memiliki impian besar, yaitu ingin sekali membangun sebuah restoran sendiri dan menjalaninya suatu hari nanti.
Dan selama menyelesaikan pelatihan tersebut, Nyonya Bianca terus bekerja keras hingga tidak mempunyai waktu untuk mengawasi anggota keluarganya.
Terutama mengawasi kedua putranya.
Twister sendiri, yang baru berusia 20 tahun saat itu, sedang ditekan habis-habisan oleh tuan Hans untuk belajar giat agar bisa menjadi penerus perusahaan keluarganya suatu hari nanti.
Akan tetapi Twister tidak serius dalam belajar menjalankan bisnis, ia berkuliah hanya sebatas formalitas saja. Karena sejatinya pria itu ingin sekali menjadi seorang pembalap profesional, setelah melihat idolanya beraksi.
Dengan memanfaat kondisi kedua orang tuanya yang sibuk bekerja, Twister mendaftar latihan sebagai pembalap pemula dan menyamarkan namanya agar tidak ketahuan oleh sang ayah.
Sedangkan Drew masih berusia 16 tahun saat itu, dia berubah menjadi pria nakal dan sering bolos sekolah, karena kurangnya perhatian dari kedua orang tua.
Bahkan Drew dikabarkan masuk anggota geng motor, setelah melihat Twister mengikuti ajang balap motor dan merasa iri dengan kepiawaian sang kakak dalam mengendarai motor balap hasil kerja kerasnya sendiri.
Drew mengadu kepada orang tuanya saat ia dimarahi habis-habisan karena ketahuan menyimpang ke jalan yang tidak benar, dan hal tersebut tentunya mengundang kemarahan tuan Hans, serta menyalahkan Nyonya Bianca karena dinilai tidak becus mendidik kedua putranya.
Alhasil keduanya saling beradu pendapat dan saling membela diri mereka masing-masing. Dimana Nyonya Bianca tidak ingin disalahkan mengingat kariernya yang sedikit lagi tercapai.
Sedangkan Tuan Hans sendiri juga tidak mau disalahkan, mengingat bisnis perusahaannya itu sedang berada di puncak kejayaan.
Sementara itu disisi lain, nyonya Sherly yang kebetulan masih berteman dengan nyonya Marlyn, meminta bantuan kepada sahabatnya itu untuk memperkenalkan dirinya dengan seorang pria kaya, karena sudah jenuh dengan kehidupan susah.
Lalu nyonya Marlyn pun memperkenalkan nyonya Sherly yang selalu mengeluh kepada tuan Hans, yang kebetulan suami dari Nyonya Marlyn yaitu tuan Bams adalah satu rekan bisnis di bidang properti.
__ADS_1
Jadi dengan leluasa nyonya marlyn bisa keluar masuk ke dalam perusahaan Royce, jika ada kerja sama bisnis yang melibatkan suaminya.
"Hans, kenalkan ini temanku Sherly. Maaf ya kalau dia sering ikut aku ke perusahaanmu ini, karena dia sudah ku anggap sebagai saudari sendiri," awal mula perkenalan itu terjadi.
Nyonya Sherly langsung jatuh hati setelah melihat tuan Hans, sedangkan tuan Hans merasa kalau nyonya Sherly bisa menjadi teman ngobrolnya, karena kepandaian wanita itu dalam berbicara.
Perbincangan demi perbincangan terjadi dan hubungan kedua orang itu sedikit demi sedikit semakin dekat, lalu nyonya Sherly memanfaatkan kemarahan tuan Hans, saat curhat dengannya. Dan tega meracuni pikiran tuan Hans terhadap nyonya Bianca, agar mimpinya terwujud.
"Wanita egois seperti itu lebih baik ditinggalkan saja, kau tidak akan bahagia selama menjalani pernikahan tanpa arti seperti ini. Dia sibuk diluaran sana memenuhi ambisinya, sedangkan kau disini mati-matian menjaga kedua putramu. Apakah itu bisa dibilang ibu bijaksana?"
"Pikirkan sekali lagi Hans, kedua putramu menjadi pembangkang karena menuruni sifat ibunya yang selalu membangkang akan setiap perintahmu. Hans aku bisa menggantikan wanita tidak berguna seperti itu dan aku pasti akan selalu ada disisimu, menjadi seorang wanita penurut dan dapat diandalkan."
Setelah perkataan tersebut, Tuan Hans mulai terhasut oleh bujuk rayu serta godaan dari Nyonya Sherly. Mereka selalu bertemu secara diam-diam dan melakukan kecan rahasia selama 2 tahun lamanya.
Sementara Nyonya Bianca sendiri telah berhasil menjadi seorang chef, ia sukses memiliki sebuah restoran dan mulai dibuat sibuk oleh pekerjaan barunya. Hingga tidak mengetahui jika suaminya sendiri telah berselingkuh dengan wanita lain.
Sedangkan kedua putranya yang benar-benar terlepas dari pantauan semakin menjadi-jadi, mereka berjalan semaunya tanpa pengawasan atau halangan.
Tuan Hans yang bahagia bersama dengan nyonya Sherly memutuskan untuk menikahinya juga, tapi rasa cintanya kepada sang istri membuat ia juga tidak bisa melepaskannya.
"Kenapa kau melakukan hal itu padaku?" tanya Nyonya Bianca begitu marah dan sedih saat mengetahui skandal suaminya itu.
"Aku hanya pergi mengejar impian dan bukan mengkhianatimu. Aku bukannya sombong, Hans. Aku hanya sedang menunjukkan padamu kalau aku berhasil membuktikan kalau usahaku ini tidaklah sia-sia."
"Apa kau sudah lupa kalau kau sendiri telah setuju aku mengejar impianku, bahkan kau juga mendorongku agar aku bisa maju. Dan aku berhasil sekarang ini semua itu tidak terlepas dari dukunganmu."
"Tapi apa yang aku terima saat ini, kau mengkhianatiku dengan berselingkuh bersama wanita murahan seperti dia!" balas nyonya Bianca.
"Tapi cukup sudah! Sekarang pilih aku atau dia?" ucap Nyonya Bianca memberi pilihan.
"Aku ingin dia, tapi aku juga tidak mau berpisah denganmu. Mengingat kedua putra kita yang tidak mau kita berpisah!" tegas Tuan Hans egois.
Hari terus berlalu, nyonya Sherly telah menjadi bagian dari keluarga Royce dan menyandang status sebagai istri kedua dari suaminya.
Hal tersebut membuat Nyonya Bianca muak tinggal bersama dengan mereka, setiap malam selalu saja mendengar jerit ranjang tidak terkendali dari kamar suaminya dan ia juga merasa sedih karena selalu diabaikan.
Lalu ia pun memutuskan untuk pergi dan meminta agar diceraikan segera.
"Jangan pergi dari rumah ini Mom," ucap Twister dan Drew memohon.
__ADS_1
Namun tekad Nyonya Bianca telah bulat, apalagi setelah tuan Hans lebih memilih istri kedua daripada dirinya sendiri.
Dan seberapa beberapa hari setelah kepergiannya dari rumah tersebut, ia mendengar kabar buruk, jika Twister kecelakaan dan lebih parahnya lagi isu tersebut berkata Twister meninggal akibat balapan liar dengan anggota geng motor.
Tuan Hans begitu murka, terlebih saat sehari sebelum balap motor itu terjadi, nyonya Sherly berkata jika Twister pergi balapan dengan persetujuan nyonya Bianca.
"Aku telah melarangnya tapi Bianca terus mendukungnya," ucap Nyonya Sherly memperburuk hubungan keduanya.
Hingga pada saat itu juga tuan Hans melayangkan surat cerai dan mereka resmi berpisah.
Sedangkan Drew yang merasa sedih karena kehilangan dua orang yang ia cintai sekaligus, membuat ia semakin memberontak kepada keluarganya.
Drew tidak peduli dengan pada siapapun dan takut dengan apapun, yang menjadikan pria itu sangat dingin dan kaku. Ia tidak lagi mendengar ucapan siapapun selain hatinya sendiri.
...***...
"Mom," ucap Drew mencoba menyadarkan ibunya dari lamunan. "Maaf, aku telah membuatmu bersedih."
Nyonya Bianca menangkup kedua sisi wajah Drew. "Jangan minta maaf sayang, semua telah terjadi. Apapun itu, Mommylah yang harusnya minta maaf pada kalian."
"Chef, maaf menganggumu tapi ini sudah malam. Aku belum melihatmu makan sejak dari tadi," ucap Tesla sambil membawakan seporsi makan malam.
Nyonya Bianca tersadar kembali. "Apa aku melamun selama itu?" tanyanya seperti orang bodoh.
Tesla terkekeh. "Tidak lama, hanya 4 jam saja."
Drew tersenyum lalu meraih piring dari tangan Tesla. "Bagaimana kalau aku yang menyuapimu," tawarnya pada sang ibu.
"Baiklah," balas nyonya Bianca setuju. "Tesla, kau juga duduklah." pintanya.
Tesla duduk dengan senang hati dan memperhatikan Drew yang sedang menyuapi ibunya makan. Ia tidak menyangka jika Drew begitu penyayang, apalagi kepada ibu kandungnya.
.
.
Bersambung.
...----------------...
__ADS_1
next\=\=> setelah pulang dari bersenang-senang, Nyonya Sherly memberikan kabar mengejutkan. Kabar apalah itu? Dan siapa gadis muda yang ia bawa ke rumahnya?