
PT Oto Motor.
Sam terkejut ketika melihat kedatangan Drew ke kantor, setelah sebelumnya tahu jika atasannya itu sedang patah hati akibat putus cinta, hingga mengalami depresi akut dan mengamuk menyiksa diri.
"Drew, apa kau baik-baik saja? Jika masih kurang sehat, lebih baik kau istirahat saja di rumah," ucap Sam menanyai kondisi Drew yang terlihat lebih tenang.
"Aku baik-baik saja, Sam. Bagaimana bisa aku santai dan bermalas-malasan di rumah, sementara perusahaan kita masih harus terus berjalan. Belum lagi perusahaan kita ini punya hutang dimana-mana," balas Drew lalu duduk dan menaruh tas kerjanya.
Sebenarnya bukan tanpa sebab Drew memilih pergi untuk bekerja ke kantor, daripada harus berada di rumah dan mengalami sesak nafas tinggal berlama-lama bersama ibu tiri dan juga Luna.
Sam tercengang mendengarnya, pria itu berpikir setelah putus cinta, Drew akan mengamuk atau melakukan hal-hal negatif lain yang merugikan diri sendiri, serta kehilangan semangat dalam bekerja.
Akan tetapi, setelah apa yang ia lihat hari ini adalah Drew begitu berbeda, membuat Sam tidak percaya dengan mudah begitu saja.
"Apa kau benar-benar Drew?" tanya Sam memastikan kembali.
"Tentu Sam, aku Drew dan aku baik-baik saja. Harusnya kau mulai bekerja daripada bengong menatapku tidak percaya seperti itu," balas Drew menegur.
"Baiklah Drew, jujur aku senang kau tidak terpuruk setelah kejadian kemarin dan bersemangat bekerja seperti hari ini," balas Sam lalu kembali ke dalam ruangannya.
Drew mengepal erat kedua tangannya dan menatap tajam ke sembarang arah. "Tidak terpuruk? Aku sebenarnya sedang terpuruk Sam, tapi mau bagaimana lagi. Daripada aku bersedih terlalu lama dan menyia-nyiakan diriku yang berharga ini. Lebih baik aku bekerja keras sampai larut malam, agar aku bisa segera melupakan kesedihanku."
"Dan bukan hanya itu saja, dengan bekerja sampai larut malam, setidaknya aku tidak perlu berjumpa dengan wajah menyebalkan orang-orang di rumah," batin Drew bertekad akan menghabiskan waktu bekerja di kantor.
Karena Drew sendiri tidak bisa pergi kemana-mana sementara waktu ini, setelah tuan Hans memberi perintah kepada para anak buahnya untuk mengawasi Drew supaya tidak kabur lagi.
...----------------...
Perusahaan Royce.
Sementara itu di tempat yang berbeda, Twister menemui kepala direktur, ntuk membahas masalah pekerjaan dan ia menyerahkan beberapa berkas diatas meja kerja untuk diperiksa oleh tuan Hans.
"Pekerjaanmu bagus Twister, Daddy senang melihatnya," puji Tuan Hans.
__ADS_1
"Terima kasih Daddy," balas Twister.
"Oh iya, bulan depan adalah pertunangan Drew dengan Luna. Daddy harap kau bisa menangani beberapa pekerjaan penting di kantor selama Daddy mengurusi pertunangan mereka," ucap Tuan hans memberitahu.
"Pertunangan Drew bulan depan? Apa itu tidak terlalu cepat?" tanya Twister seperti keberatan.
"Kenapa? Lebih cepat lebih baik bukan? Dengan begitu Drew bisa cepat melupakan gadis desa itu," balas Tuan Hans.
Twister merasa geram, akan tetapi dia harus berusaha tetap tenang demi menepati janjinya pada diri sendiri untuk tidak ikut campur mengenai masalah Drew.
"Daddy Drew baru saja putus dari Tesla dan aku yakin Drew masih bersedih atas kejadian yang menimpahnya. Paling tidak berikan beberapa waktu lagi untuk Drew agar ia bisa melupakan semua kesedihannya," usul Twister.
Tuan Hans menggeleng dan tidak menyetujui usul dari Twister. "Tidak Twister, Drew sudah dewasa dan Daddy rasa ini adalah waktu yang tepat untuk menyatukan Drew dengan Luna, agar kesedihannya tidak sampai berlarut-larut. Dan Drew harus segera menikah, agar memiliki pendamping hidup yang bisa mengurusnya kelak."
"Tapi Daddy, pikirkan juga perasaan Drew. Bagaimana pun juga dia tetaplah putramu, apa kau tega melihatnya sedih sepanjang hari karena keputusanmu yang terlalu terburu-buru itu? Drew tidak mencintai Luna dan bagiku hidup bersama dengan orang yang tidak kita cintai itu sama juga dengan menyiksa diri sendiri," ucap Twister.
Tuan Hans menatap tajam Twister. "Kau terlalu banyak bicara Twister! Daddt tidak peduli dengan Drew yang mencintai Luna atau tidak! Karena yang terpenting bagi Daddt adalah Drew harus segera menikah tahun ini juga, dan dia telah menemukan wanita yang cocok menurut Daddy!"
Tuan Hans menunjukkan telapak tangannya kepada Twister. "Sudah cukup Twister, Daddy mengerti kenapa kamu melarang Daddy menikahkan Drew dengan Luna secepatnya. Itu karena kau tidak menyukai Luna dan memilih adik angkatmu yang tidak tahu diuntung itu agar tetap bersama dengan Drew!"
"Daddy! Kenapa Daddy selalu menyudutkan adikku Tesla? Sebenarnya apa salah adikku itu sampai kau membencinya? Asal Daddy tahu saja, Drew banyak berubah menjadi pria baik itu semua karena Tesla? Dan ku harap Daddy ingat itu baik-baik!" tegur Twister mengingatkan.
Lalu ia pun keluar dari ruangan itu dengan rasa sesak dalam dadanya. Rasanya emosi sekali saat mendengar ayahnya itu selalu saja menyalahkan Tesla yang tidak melakukan apapun, dan Twister yakin sang ayah telah termakan hasutan dari ibu tirinya agar membenci Tesla.
Tuan Hans mendesaah kesal menatap Twister dari kejauhan dengan pikiran membenci Tesla. "Entah apa yang telah gadis desa itu tanamkan kepada kedua putraku, sampai-sampai mereka berani melawanku!"
...----------------...
Mansion Royce.
Malam harinya, Tuan Hans mengumpulkan semua anggota keluarganya agar berkumpul di dalam satu ruangan yang sama, karena ia ingin mengumumkan satu hal penting.
"Mana Drew?" tanya Tuan Hans melihat Drew belum kelihatan.
__ADS_1
"Tuan muda kedua masih ada di kantor Tuan besar, katanya masih banyak pekerjaan," balas Bi Nonik apa adanya.
"Kalau begitu suruh dia pulang ke rumah segera!" titah Tuan Hans tidak mau tahu.
"Baik Tuan besar," patuh Bi Nonik kemudian menghubungi Drew agar pulang segera. Namun Drew menolak dan memberitahu jika dia akan pulang larut malam.
"Pulang sekarang Drew, atau Daddy akan naikan suku bunga atas hutang-hutangmu pada Daddy!" tekan Tuan Hans melalui telepon rumah.
Drew menelan ludahnya susah payah, mendengar ancaman seperti itu, mau tidak mau Drew akhirnya menurut. "Baiklah," balas Drew pasrah.
Dan beberapa saat kemudian, Drew akhirnya tiba di rumah. Ia melangkah malas berkumpul bersama dengan anggota keluarga yang lain dan Tuan Hans segera memulai pengumuman.
"Aku sengaja mengumpulkan kalian semua disini karena ada satu hal yang harus aku sampaikan dan hal itu adalah pertunangan Drew dengan Luna," ucap Tuan Hans to the point.
Drew melebarkan kelopak matanya dan menatap nanar ayahnya itu, sementara Luna dan Nyonya Sherly bersorak dalam hati.
Walau tidak mengungkapkannya dengan kata-kata, namun terlihat dari sorot mata dan senyuman mereka berdua seakan menyiratkan sesuatu, yaitu rasa kegembiraan tiada tara atas rasa kepuasan karena berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan.
"Om, apa keputusanmu itu tidak terlalu terburu-buru? Drew baru saja putus dengan kekasihnya dan aku yakin Drew pasti sulit menerima aku dalam kehidupannya yang baru ini," ucap Luna bermain drama seperti biasanya.
"Tenang saja, Drew pasti akan menerimamu cepat atau lambat. Maka dari itulah aku mengikat hubungan pertunangan untuk kalian berdua, agar kalian bisa lebih mengenal satu sama lain dan hubungan kalian menjadi semakin dekat setelahnya," balas Tuan Hans menurut prediksinya.
"Yang dikatakan oleh Om Hans benar sayang, kau tidak perlu cemas. Drew pasti memperlakukan dirimu dengan baik dan Tante yakin, dia akan menerimamu sebagai pendamping hidupnya cepat atau lambat. Karena sejatinya kau adalah wanita yang baik hati, Drew pasti akan menyukaimu dan sadar akan kebaikan hatimu sayang. Benar begitu Drew?" ucap Nyonya Sherly menatap Drew yang hanya bisa terdiam kesal seorang diri.
"Baiklah, kalau begitu sudah aku putuskan. Bulan depan kita akan melangsungkan acara pertunangan untuk Drew dan Luna di dalam rumah kita!" seru Tuan Hans. Lalu mulai menyusun segala sesuatu bersama dengan istrinya dan juga Luna.
Sedangkan Mutia yang turut menyaksikan kejadian tersebut, menatap iba kepada Drew yang hanya bisa tertunduk pasrah menerima nasib masa depannya yang trlah diatur oleh sang ayah.
.
.
Bersambung.
__ADS_1