
Drew terdiam merenungi setiap kejadian tadi, dimana ia menganggap jika sang ayah lebih menurut jika Twister yang berbicara kepadanya.
Ada apa gerangan? Mengapa hal itu bisa terjadi dan kenapa hanya sekali tatapan saja, Twister mampu membungkam sang ayah yang memiliki sifat keras kepala, bahkan ia juga menuruti setiap ucapan sang kakak.
"Ada apa Drew? Kenapa kamu diam saja?" tanya Twister.
"Twister, aku merasa kalau Daddy selalu takut padamu dan Daddy juga selalu patuh pada setiap kata-kata yang kau ucapkan," balas Drew.
"Benarkah? Aku merasa daddy tidak begitu," ucap Twister.
"Tapi aku merasa seperti itu Twister, contohnya saja tadi, dia menyetujui aku menginap disini setelah kau yang memintanya. Katakan padaku Twister, ada apa sebenarnya?" selidik Drew dengan tatapan seriusnya.
Twister menghela nafas panjang, lalu menceritakan kepada Drew, mengapa sang ayah selalu menuruti setiap perkataannya.
"Itu karena aku telah berjanji pada daddy, akan meneruskan perusahaan Royce setelah kau menikah nanti," balas Twister.
"Apa kau bilang tadi? Benarkah kau ingin meneruskan perusahaan daddy?" tanya Drew sangat terkejut. Karena setahu dirinya, Twister tidak menyukai bisnis perusahaan apalagi dibidang properti.
Twister mengangguk. "Ya aku telah berjanji akan meneruskan perusahaannya, tapi dengan beberapa syarat. Dan syaratnya daddy harus menuruti setiap keinginanku dan ia juga tidak boleh memaksaku melakukan kehendaknya."
"Jadi untuk itukah daddy selalu mengalah agar kau tidak berubah keputusanmu itu?" ucap Drew.
"Benar," balas Twister mengangguk.
"Pantas saja, kau benar-benar hebat sekali. Kalau begitu bisakah kau membantuku, Twister?" pinta Drew bertanya.
"Membantumu apa?" tanya Twister.
"Bantu aku beritahu pada daddy, agar daddy mau membatalkan pernikahanku dengan Bella?" balas Drew.
"Kau ingin membatalkan pernikahanmu dengan Bella? Tapi kenapa? Bukankah hubungan kalian baik-baik saja, bahkan kalian sudah menetapkan tanggal pernikahan?" tanya Twister tidak mengerti dengan keputusan tiba-tiba Drew.
"Ya, itu karena aku tidak mencintai Bella, kau tahu kan, daddy-lah yang memaksaku untuk menikahi wanita itu. Waktu itu tidak ada dirimu disampingku, jadi aku iya kan saja permintaannya daripada pusing," ucap Drew.
"Tapi, sekarang ini ada dirimu Twister. Aku mohon hentikan pernikahanku dengan Bella," sambung Drew kemudian.
__ADS_1
Twister menghela nafas panjang. "Maaf Drew, bukannya aku tidak mau. Tapi untuk masalah yang seperti ini, itu diluar kuasaku
Drew berubah lesu. "Ada apa Twister, apa daddy memberikan syarat berat lain kepadamu selain meneruskan perusahaannya? Sampai kau tidak mau membantuku membatalkan pernikahan yang tidak ku inginkan itu? tanya Drew menduga.
"Kau tahu Drew, walau daddy menyetujui semua syarat-syarat dariku sebelumnya. Namun syarat dariku itu tidak akan berlaku jika aku tidak memenuhi syarat darinya juga," balas Twister.
"Syarat apa lagi yang daddy inginkan darimu Twister?" tanya Drew.
"Daddy tidak ingin aku turut campur mengenai masalah pernikahanmu dengan Bella, karena aku sendiri juga akan menikah dengan wanita pilihan Daddy dan aku tidak boleh menolak akan hal itu."
"Dan satu hal lagi Drew, daddy akan mengenalkanku dengan wanita pilihannya itu dihari pernikahanmu," balas Twister menjelaskan.
Drew menghela nafas pasrah, ia tidak menyangka jika sang ayah ternyata ingin mengatur jodoh kakaknya juga. "Jadi kau tidak bisa membantuku, bahkan kita tidak bisa membantu satu sama lain."
"Ya, apapun itu hadapi saja. Kecuali jika kau mau berbuat nekat," ucap Twister.
"Berbuat nekad? Apa itu?" tanya Drew tidak mengerti.
"Ya seperti membawa kabur anak gadis orang lain dan mengajaknya kawin lari," celetuk Twister bergurau.
Twister terkekeh. "Ya siapa tahu kamu menolak menikah dengan Bella karena sudah punya pacar dan ingin mengajaknya kawin lari."
Drew mendesahh kesal. "Ah sudah lah, daripada membicarakan wanita, lebih baik kita menikmati masa lajang ini dengan membicarakan balapan."
...***...
"Apa kau mau ikut kawin lari denganku?" tanya Drew kepada Tesla yang sedang memberi makan bebek.
"Dasar gila! Memangnya aku ini wanita apa sampai kau berpikir aku akan mau melakukan itu hah!" cebik Tesla kesal.
"Ya aku juga sebenarnya tidak mau kawin lari denganmu, tapi mau bagaimana lagi. Tanggal pernikahanku sudah semakin dekat, dan aku tidak ingin pernikahan itu terjadi," oceh Drew sambil terus mengikuti kemana langkah kaki Tesla pergi.
"Tidak mau! Lagipula aku tidak peduli dengan masalahmu," balas Tesla menolak.
"Atau begini saja, kau bantu aku agar berpura-pura menjadi pacarku di depan daddy dan berkata kalau kau begitu mencintaiku dan tidak mau kehilanganku. Lalu katakan jika hubungan kita ini serius!" ucap Drew menganggap mudah.
__ADS_1
"Tidak mau, cari saja wanita lain. Aku tidak mau berurusan dengan orang tuamu yang kaku dan juga keras kepala itu! Lagipula berbohong itu dosa, aku tidak mau dikutuk nantinya!" tolak Tesla.
"Kali ini saja, tolong bantu aku. Aku berjanji akan melakukan apapun dan menuruti semua keinginanmu jika kau mau membantuku," ucap Drew memberi penawaran.
Tesla berhenti memberi makan bebeknya sejenak, lalu menatap tajam Drew. "Pertama, aku tidak tertarik dengan dirimu. Kedua, aku tidak peduli dengan masalahmu dan yang ketiga, aku tidak ingin berurusan dengan keluargamu apalagi dengan ayahmu itu."
"Jadi Drew Royce yang terhormat, aku pinta padamu untuk mencari kandidat lain saja!" jawab Tesla menjelaskan.
Drew menghembus nafas kasar, sambil berkacak pinggang menatapi Tesla yang masih asyik memberi makan bebek-bebek peliharaannya.
"Pergilah dari sini Drew, kau membuat bebekku tidak mau makan karena takut!" ucap Tesla mengusir.
"Dasar wanita tidak tahu diuntung, padahal aku telah memberikanmu penawaran yang tinggi. Tapi kau dengan sok menolak tawaran ku itu, lihat saja nanti aku akan mencari wanita yang bisa ku ajak bekerja sama!" sergah Drew kesal.
Dan karena saking kesalnya ia tidak melihat ada bebek pak Sanyoto yang bernama Sardi sedang membuang hajat, hingga Drew terpeleset akibat menginjak kotoran tersebut.
"Aduh!" pekik Drew yang jatuh.
"Bebek sialann, pemiliknya dan peliharaannya sama saja. Sama-sama menyebalkan!" cebik Drew mengumpat kasar sambil berjalan keluar dari kandang bebek dengan raut wajah jijik.
Melihat kejadian tersebut Tesla seketika terkekeh dan itu membuat Drew yang mendengarnya semakin emosi, dengan segera pria itu berjalan memdekati Tesla kembali dan menepak mangkuk berisi dedak hingga jatuh berhamburan ke tanah.
"Kau! Kenapa melakukan itu! Lihatlah makanannya jadi berhamburan semua!" sergah Tesla marah.
Karena kesal wanita itu hendak menghajar Drew, namun dedak yang basah membuat jalanan dari tanah itu menjadi licin.
Hingga pada akhirnya kaki Tesla terpeleset, setelah menginjak tumpahan pakan bebek. Membuatnya terjungkal ke depan, dan tanpa sengaja menubruk tubuh Drew yang berada dihdapannya.
Drew refleks menahan dengan melingkarkan kedua tangannya pada pinggang ramping Tesla saat tubrukan itu terjadi, agar mereka tidak terjatuh ke tanah. Hingga adegan saling pandang memandang keduanya itu pun terjadi.
Sedangkan Twister yang kebetulan sedang berada didekat kandang, melihat kejadian cepat itu dari kejauhan dan ia tersenyum.
.
.
__ADS_1
Bersambung.