Bad Boy Dan Gadis Desa

Bad Boy Dan Gadis Desa
Bab 48. Arisan.


__ADS_3

Perusahaan Royce.


Tuan Hans mendengarkan berita update terkini yang diberitahukan sebelumnya oleh anak buahnya untuk menonton siaran langsung mengenai seputar balapan di arena balap sirkuit.


Pria paruh baya itu menunjukkan ekspresi wajah yang berbeda-beda, mulai dari kecewa saat mengetahui The Monster yakni putranya masih saja mengikuti balapan secara diam-diam.


Selain rasa kecewa, pria itu juga menunjukkan raut wajah takut, khawatir, gemas serta cemas saat melihat jalannya pertandingan yang menurutnya sangat menegangkan.


Hingga pada akhirnya semua itu terbayarkan sudah, setelah hasil balapan mengumumkan bahwa putranya Drew, berhasil memenangkan kejuaraan.


Sejenak Tuan Hans berpikir, selama ini hidupnya selalu saja kaku, keras dan membosankan kepada semua orang, sampai-sampai ia mendapat julukan sebagai kanebo kering oleh Drew, putranya sendiri.


Kejadian mengharu biru ketika Drew menolong Twister pun, membuat pria paruh baya itu menyadari jika balapan bukan hanya membuat kedua putranya bekerja sama, mereka juga saling melindungi satu sama lain.


Tuan Hans menghembus nafas ke udara, sudah waktunya ia melemaskan urat-urat tegang kepada Drew dan membebaskan putranya itu agar bisa memilih jalannya sendiri.


"Bagaimana dengan Twister? Apa dia sudah mendapat perawatan di rumah sakit?" tanya Tuan Hans peduli.


"Sudah Tuan besar, tuan muda pertama telah mendapat penanganan medis dan hasil melaporkan bahwa tuan muda pertama tidak mengalami luka serius," balas Martino ajudannya.


"Syukurlah, lalu informasi apa yang kau sapat mengenai keluarga yang pernah menampung dan merawat Twisterku saat terluka dulu?" ucap Tuan Hans.


"Mereka dari desa Rawa Bebek dan salah satu keluarga peternak bebek terbesar disana, yang kabarnya hasil ternak bebek keluarga itu dikirim untuk menu bebek peking di restoran Manyu," balas Martino.


"Begitu ya, jadi bebek yang pernah ku makan berasal dari desa tersebut," balas Tuan Hans.


"Benar Tuan besar," balas Martino apa adanya.


"Selain itu apa yang kau ketahui tentang keluarga peternak bebek itu Martino?" tanya Tuan Hans menyelidiki.


Karena ia tidak ingin sampai keluarga penolong putranya menuntut hal yang bukan-bukan kepada keluarganya suatu hari nanti.


"Tidak banyak informasi yang bisa saya dapatkan mengenai keluarga itu Tuan, hanya saja keluarga itu memiliki putri perempuan," balaa Martino.


"Putri perempuan? Itu berarti putraku telah tinggal satu atap dengan putrinya?" ucap Tuan Hans.


"Begitulah Tuan besar, tapi hubungan mereka hanya sebatas kakak beradik," balas Martino.


Tuan Hans mengangguk samar, lalu meminta Martino keluar dari ruangannya. "Ya sudah kalau begitu terima kasih atas informasinya, kau boleh keluar dari ruanganku sekarang," ucapnya.


"Baik Tuan besar," balas Martino lalu pergi.


Tak berselang lama kemudian, Nyonya Sherly datang ke perusahaan dan langsung menemui suaminya.


"Sayang, apa kau sudah melihat berita hari ini? Apa kau tahu, ternyata Twister masih hidup!" serunya senang.


"Ya aku sudah tahu," balas Tuan Hans.

__ADS_1


"Kau sudah tahu? Sejak kapan?" tanya Nyonya Sherly mencebik.


"Sejak kemarin," balas Tuan Hans.


"Kalau sudah tahu dari kemarin kenapa kamu tidak menberitahuku!" balas Nyonya Sherly tidak suka.


"Bukannya tidak mau memberitahumu sayang, hanya belum sempat saja." balas Tuan Hans. "Sudahlah, jangan basa-basi. Kau ingin beli apa dan berapa?" tanyanya kemudian.


Nyonya Sherly tersenyum, lalu memijat pundak suaminya. "Kau memang paling mengerti diriku ini sayang, tidak banyak hanya 200 juta. Ada koleksi tas terbaru dari brand Memes," bisiknya.


Tuan Hans mengerti, lalu mengeluarkan kartu hitam dari dompetnya. "Ini," ucapnya singkat.


Nyonya Sherly menyambar kartu hitam dari tangan suaminya itu dengan cepat, lalu mencium salah satu pipi suaminya. "Thank's sayang! Oh iya, hari ini aku pulang malam ya. Ada arisan di rumah calon besan kita," ucapnya meminta ijin.


Tuan Hans mengangguk mengijinkan. "Ya, titip salamku untuk keluarga tuan Bams sekalian."


"Tentu sayang," balas Nyonya Sherly lalu pergi.


Tuan Hans menghembus nafas panjang, dan memanggil Martino kembali.


"Ya Tuan besar, ada apa memanggilku?" tanya Martino.


"Aku ingin kau mengosongkan jadwalku besok," ucap Tuan Hans.


"Untuk keperluan apa Tuan?" tanya Martino.


Martino menggangguk mengerti, lalu mencacat jadwal atasannya pada agenda penting.


...----------------...


Mansion Tuan Bams.


Bella menggigit kuku jarinya, setelah mengetahui jika Matt dimasukkan kedalam penjara oleh keluarga Drew. Dan ia begitu khawatir, karena takut Matt akan mengadukan hal yang tidak-tidak tentang hubungan mereka.


Wanita itu beruaaha menghubungi ponsel Matt, namun usahanya sia-sia.


"Bagaimana caraku menghubungi Matt," cemasnya.


Mengingat sang ayah dan ibu telah melarang dirinya untuk pergi keluar rumah sebelum hari pernikahannya dengan Drew tiba.


Selain itu, malam ini juga akan ada acara arisan ibu-ibu sosialita yang berlangsung dikediaman rumahnya.


Merasa pusing karena rasa khawatir, Bella akhirnya mengadukan hal tersebut kepada sang ibu dan meminta ijin untuk menemui Matt didalam penjara.


"Mom, tolong bantu aku. Tolong bungkam mulut Matt agar tidak membocorkan rahasia hubunganku dengannya," mohon Bella.


Nyonya Marlyn nampak kesal, lagi sibuk-sibuknya ia menutupi pitak dikepala karena malu sebentar lagi akan ada perkumpulan ibu-ibu arisan, Bella malah mengganggu konsentrasinya.

__ADS_1


"Berisik Bella, kau sudah besar pikirkan sendiri bagaimana caranya. Mommy sedang sibuk merias diri, karena sebentar lagi teman-teman Mommy akan mulai berdatang ke rumah," tepis Nyonya Marlyn.


Bella menghembus nafas kasar. "Baiklah, kalau begitu jangan salahkan aku bila aku kabur dari rumah malam ini untuk menemui Matt!" kecamnya.


Nyonya Marlyn mendesahh kesal. "Baiklah, Mommy akan pinta seseorang untuk menemui Matt dan bicara kepadanya agar tidak membongkar hubungan kalian sebelumnya. Apa kau puas dan tenang sekarang?"


Bella tersenyum senang, lalu memeluk sang Mommy. "Terima kasih Mom, aku mengandalkan bantuanmu!" serunya.


"Sama-sama," balas Nyonya Marlyn. "Sekarang pergilah ke kamarmu dan berdandanlah yang cantik, karena sehabis acara arisan nanti, mommy ingin mengumumkan pernikahanmu kepada teman-teman Mommy."


Bella mengangguk patuh. "Baiklah Mom," balasnya lalu keluar dari kamar Nyonya Marlyn.


Tak berselang lama kemudian, acara arisan ibu-ibu sosialita dikediaman Nyonya Marlyn pun dimulai.


Seperti biasa mereka menunjukkan gaya hidup mewah sehari-hari, terkadang membicarakan tentang putra maupun putri mereka, sambil menyantap beberapa hidangan mewah.


Tak mau ketinggalan, Nyonya Sherly menunjukkan tas mewah merk Memes keluaran terbaru, yang baru saja ia beli kepada teman-temannya itu.


"Sungguh royal sekali suamimu Sher," puji seorang wanita paruh baya tamu undangan arisan itu juga.


"Terima kasih, tapi memang begitulah Hans. Dia sangat mencintaiku, makanya dia selalu royal padaku dan memberikan apapun yang aku pinta," balas Nyonya Sherly bangga.


Semua orang tersenyum, hingga salah satu dari mereka menyinggung tentang keluarga lama tuan Hans dan juga pertandingan balapan siang tadi yang sedang viral.


"Oh iya Sher, kami dengar putra sulung tuan Hans ternyata masih hidup dan telah kembali ke keluargamu. Apa itu benar?" tanya salah satu temannya.


"Iya benar," balas Nyonya Sherly. Raut wajahnya seketika berubah saat semua teman-temannya membahas masalah tersebut.


"Ku dengar anak-anakmu tidak mengakuimu sebagai seorang Mommy, aku jadi takut suatu hari putra-putra tirimu itu akan menjauhkanmu dari suamimu dan membujuknya untuk kembali kepada istri pertamanya," celetuk salah satu teman yang lain.


Nyonya Sherly melebarkan kelopak matanya dan berubah cemas saat mendengar celetukkan tersebut, ada benarnya juga perkataan dari temannya itu.


"Kalau itu benar-benar terjadi, apa yang harus aku lakukan?" batin Nyonya Sherly ketar ketir.


.


.


Bersambung.


...----------------...


Next\=\=> Tuan Hans akan bertemu dengan Tesla dan juga keluarga Sanyoto.


Apa yang akan dikatakan oleh Tuan Hans saat bertemu dengan keluarga Sanyoto?


jawaban ada di bab selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2