
"Aku ingin membatalkan pernikahanku dengan Bella!" ucap Drew sekali lagi, kepada semua orang yang terkejut serta bingung dengan keputusan tiba-tiba tersebut.
"Drew apa yang kau katakan? Kenapa kau tiba-tiba saja ingin membatalkan pernikahan ini?" cecar Twister.
Tuan Hans menatap gusar putranya, lalu melayangkan satu tamparan keras diwajah Drew. "Dasar anak tidak tahu diri, beraninya kau membuat malu keluargaku didepan umum. Tarik kembali kata-katamu tadi! Karena kalau tidak, aku akan membuatmu menderita seumur hidup!" kecamnya tidak main-main.
Drew menatap tajam sang ayah, lalu menatap tajam Bella.
"Kalian ingin tahu kenapa aku ingin membatalkan pernikahanku dengannya?" tunjuk Drew dan mendekati Bella.
"Baik dengarkan ini kalian semua! Aku, Drew Royce. Tidak ingin menikahi wanita yang pernah tidur, bahkan berhubungan dengan pria lain!" ucap Drew setengah berteriak dan tatapan gusar kepada calon istrinya.
"A-apa maksudmu D-drew? K-kenapa kau berkata seperti itu?" ucap Bella terbata-bata.
"Aku tahu semua rahasia buruk tentangmu, Bella! Bagaimana kau berhubungan layaknya suami istri dengan pria lain sebelum menikah denganku, dan kau sengaja menyimpan rahasia besar ini agar bisa membalaskan dendam pria yang sekarang sedang mendekam dibalik jeruji besi! Benar begitu bukan!" sergah Drew, dengan amarah meluap-luap.
Bella terbelalak mendengarnya, begitu pula dengan semua orang yang mendengar kata-kata tuduhan Drew terhadap Bella.
Sedangkan Alia yang terkejut juga segera menunduk dan memijat keningnya, untuk mengurangi rasa cemas, sesekali berharap agar namanya tidak ikut terseret kasus.
"T-tidak, aku tidak seperti yang kau ucapkan itu Drew," balas Bella membantah, sambil menggeleng dan menatap semua kerumunan orang disekitarnya. "Ku mohon pada kalian semua, percayalah padaku," ucapnya hampir menangis.
Tuan Bams yang marah karena tidak terima dengan tuduhan Drew kepada putrinya pun, segera menarik bahu Drew dan melayangkan satu tamparan keras pada wajahnya.
"Berani sekali kau berkata sembarangan tentang putriku!" sarkasnya emosi.
"Drew!" pekik semua orang yang mengenal dan menyayangi Drew, saat melihat wajah pria itu babak belur.
Drew berdecih dan mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya. "Aku tidak berkata bohong, semua yang ku katakan tadi adalah benar. Dan aku mendengar pembicaraannya Bella bersama dengan wanita itu!" tunjuk Drew pada Alia.
Alia sontak mengangkat wajahnya dan menggeleng. "K-kenapa kamu menuduhku dan membawa-bawa namaku? Apa yang kami bicarakan, kami tidak berbicara seperti itu. Lagi pula mana buktinya," balasnya mengelak.
"Aku memang tidak punya bukti, tapi aku memiliki saksi yang mendengarkan perbincangan kalian di kamar 200," balas Drew menatap Tesla.
__ADS_1
Seluruh pandangan orang-orang serentak menatap Tesla, dalam beragam reaksi serta beragam tanggapan.
"Siapa dia dan kenapa kita harus percaya kepadanya?" ucap Alia tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun dari Tesla.
Twister mendekati Tesla dan merangkulnya. "Dia adalah adik angkatku dan aku selalu percaya dengan apa yang dikatakan olehnya. Tesla sekarang katakan kepada semua orang, apa yang kau dengar tadi di kamar 200," ucapnya meminta.
Tesla mengangguk, lalu menceritakan segala sesuatu yang ia dengar. Sebuah percakapan antara Bella dengan Alia, dimana isi dari percakapan tersebut memang mengarah kepada tuduhan Drew.
"Itulah yang aku dengar dan kebetulan Drew juga mendengarnya bersamaku," ucap Tesla sebagai penutup.
Twister menatap Alia dengan tatapan menakutkannya, dan ternyata dugaan pria itu tentang Alia adalah benar. "Itukah alasanmu ingin dijodohkan denganku, karena kau punya niat tersembunyi untuk membalaskan dendamnya Matt. Dan kau juga Bella!" sergahnya kesal.
Alia dan Bella sontak tergagap. "T-tidak! Tidak seperti itu," ucap mereka bersamaan.
Bella kemudian berlari menuju kedua orang tuanya dan meminta perlindungan. "Mommy, Daddy. Mereka telah menuduhku yang bukan-bukan, tolong berikan aku keadilan Daddy," isaknya menangis.
Tuan Bams merasa geram, lalu melayangkan protes kepada Tuan Hans. "Tuan Hans, aku benar-benar tidak terima dengan tuduhan putramu itu. Jika Drew tidak ingin menikah dengan Bella, setidaknya janganlah membuat tuduhan palsu!" ucapnya geram.
"Benar, kalian ini sungguh keterlaluan. Putriku sudah bersedia menikah dengan pria yang tidak ia cintai, tapi beginilah balasan kalian kepada putriku! Lagi pula kenapa kalian harus mempercayai penuturan gadis kampung itu! Jangan-jangan gadis itu punya maksud tersembunyi dan kau ingin merebut Drew dari Bella" sergah Nyonya Marlyn membela putrinya.
Namun Twister dan Drew menghadang Nyonya Sherly. "Bagi kami, kau lah yang orang luar!" tekan Drew dan disetujui oleh Twister.
Masalah tersebut pun akhirnya merambah kemana-mana, bahkan masa lalu kelam Nyonya Sherly sampai diangkat kembali oleh kedua putranya yang telah muak dengan sikap sang ibu tiri.
Hingga habis kesabaran Tuan Hans dalam menghadapi kedua putranya, saat melihat istrinya itu dipermalukan juga dimuka umum. Ia pun melayangkan sebuah tamparan kepada salah satu putranya.
Namun sebuah tangan menahan lengannya dengan cepat. "Cukup Hans, kau boleh menyakitiku tapi kau tidak berhak menyakiti kedua putraku!" sergah Nyonya Bianca habis kesabaran juga.
"Mommy," ucap Twister dan Drew bersamaan.
"Aku percaya dengan kedua putraku dan juga Tesla," ucap Nyonya Bianca penuh keyakinan.
"Bianca," ucap Tuan Hans tidak menyangka.
__ADS_1
"Aku yakin, gadis inilah akar dari masalah yang terjadi hari ini. Pertama kau menuduh Bella memiliki hubungan dengan Matt dan menghasut Drew agar membatalkan pernikahannya, kedua kau juga lah yang membuat Twister membatalkan pertunangannya dihari bahagia Drew!"
"Dan aku tahu kenapa alasanmu melakukan itu semua, dan itu adalah kau punya dendam pribadi kepada perusahaan Royce karena desamu sedang mengalami kerusuhan akibat lahan yang ingin dijadikan perumahan oleh suamiku!" tukas Nyonya Sherly membeberkan.
"Jangan bawa-bawa desa gadis ini, jika memang kedua wanita itu tidak bersalah, maka mereka tidak harus bersembunyi dibalik ketiak orang tuanya!" tekan Nyonya Bianca.
"Benar Mommy, mereka bersalah, makanya mereka takut. Aku jujur dan aku dengar dengan kedua telingaku ini, bahwa mereka mempunyai maksud tersembunyi setelah berhasil menikah dan masuk ke dalam keluarga kita!" ucap Drew.
"Benar-benar picik! Beruntunglah kedua putraku tidak menikah dengan wanita-wanita jahat itu," balas Nyonya Bianca menatap tajam.
"Dasar wanita janda! Jangan sok menjadi pahlawan untuk kedua putraku! Memangnya kau siapa hah! Kau bukanlah bagian dari keluarga Royce, jadi kau tidak berhak ikut campur!" sentak Nyonya Sherly.
Nyonya Bianca nampak naik pitam mendengarnya dan melayangkan satu tamparan keras diwajah Nyonya Sherly, hingga wanita itu meringis kesakitan.
"Jaga bicaramu pelakor! Aku adalah ibu kandung dari kedua pria ini dan aku berhak atas masa depan mereka berdua! Sedangkan kau siapa? Kau bahkan lebih rendah daripada keset di dapurku!" hina Nyonya Bianca.
Nyonya Sherly melebarkan kedua matanya dan merasa malu saat dirinya dipermalukan didepan umum. "Kau wanita pelayan rendahan, aku akan menuntutmu dan akan menghancurkan restoranmu itu. Lihat saja nanti!"
"Jangan bawa-bawa restoranku, karena aku sedang berada diluar jam bekerja. Bahkan aku sedang tidak memakai seragam chefku dan berdirinya aku disini, karena sebagai ibu kandung mereka berdua. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mereka!" tegas Nyonya Bianca.
Drew dan Twister tersenyum bangga melihat keberanian sang ibu, apalagi melihat ibu tirinya itu seperti kehilangan kata-kata, bahkan kehilangan mukanya.
Sedangkan Bella yang masih bersembunyi dibalik ketiak sang ayah, mulai kesal akan gagalnya rencana menghabisi nyawa Drew.
Ia pun perlahan-lahan mengeluarkan sebilah pisau yang tersembunyi dari balik gaunnya, selagi perhatian semua orang tengah tertuju kepada pertikaian Nyonya Sherly dan Nyonya Bianca.
Sebilah pisau yang memang telah ia siapkan sebelumnya untuk menghabisi nyawa Drew saat malam pertama tiba nanti.
Akan tetapi fungsi pisau tersebut saat ini bukanlah untuk melenyapkan Drew, melainkan ditujukan kepada seorang wanita yang tengah berdiri sendiri disamping Drew.
"Matilah kau wanita jallang!!" sarkas Bella emosi, dengan acungan pisau mengarah kepada Tesla.
.
__ADS_1
.
Bersambung.