Bad Boy Dan Gadis Desa

Bad Boy Dan Gadis Desa
Bab 140. Keributan.


__ADS_3

Sementara itu Twister dan Sam masih dalam perjalanan menuju desa Rawa Bebek, perjalanan mereka sempat tertunda sebab Mutia tiba-tiba saja menelepon karena ingin menunjukkan sesuatu.


Yaitu bukti-bukti rekaman seperti percakapan Luna dengan keluarganya yang menunjukkan sifat asli mereka disaat tidak ada keluarga Royce, serta rekaman CCTV yang berada lorong kamar Drew, saat Luna ingin memasuki kamar Drew dimana sebelum insiden itu terjadi.


Kala itu Mutia dan bi Nonik bersepakat untuk mengumpulkan bukti mengenai sifat buruk Luna secara diam-diam, dengan cara merekam apapun yang berkaitan tentang kepribadian Luna beserta keluarganya, dimana pun mereka jika sedang berdiskusi dan berkumpul bersama.


Lalu mereka mengumpulkannya menjadi satu agar dapat dijadikan sebagai barang bukti untuk ditunjukkan kepada tuan Hans diwaktu yang tepat. Dan Mutia memberikan semua itu kepada Twister, serta meminta bantuan Sam untuk menyalin rekaman CCTV rumah ke dalam ponsel.


Sedangkan Twister dan Sam berharap bukti tersebut mampu membuat tuan Hans berpikir jernih, dimana Drew tidak berniat melakukan perbuatan asusila kepada Luna. Dan dengan begitu, Twister juga berharap agar ayahnya tidak menekan Drew lagi untuk menikah dengan wanita yang tidak dicintai oleh adiknya itu.


Twister menatap jam dipergelangan tangannya, dan waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Apapun bisa terjadi di rumah keluarga angkatnya itu, akan tetapi pria tampan ini berharap tidak terjadi sesuatu hal yang buruk atau kenekatan Drew dalam bertindak.


...***...


Kembali lagi ke situasi di rumah Pak Sanyoto.


"Bukan begitu Drew?" ucap Tuan Hans dengan senyum tipis menghiasi wajahnya.


Drew mengangguk pasrah dan menunggu reaksi apa yang akan dikeluarkan oleh kedua orang tua Tesla setelah tahu kebenarannya.


Seketika Pak Sanyoto dan Ibu Tyas nampak pias mendengar kenyataan tersebut, terlebih saat Drew mengakui kebenaran yang tengah diungkapkan oleh ayah kandungnya, yaitu Drew telah bertunangan dengan wanita lain.


"Jadi kamu telah membohongi kami berdua? Kenapa kau sungguh tega sekali melakukan itu Drew? Kau datang ke rumah ini dengan alasan pekerjaan dan kau juga terus saja menyebut kami berdua ini dengan sebutan mertua, dan kami tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena kau telah berjanji akan menunggu putriku dan kami percaya padamu, jika kau akan selalu mencintai Tesla dan akan selalu bersamanya meski apapun rintangan yang datang menghadang," ucap Ibu Tyas merasa sedih.


"Oh itik kecil kesayangan Papa yang malang, dia pasti sedang bersedih saat ini dan kejamnya Papa tidak bisa menemanimu disaat sendirian begini," lirih Pak Sanyoto merasakan sedih dan teringat akan putrinya.


"Pantas saja kau melarang kami untuk menghubungi Tesla dan memberitahukan keberadaanmu di rumah ini! Kau bilang sendiri kalau hubungan kalian berdua sedang baik-baik saja, tapi nyatanya kau telah mencampakkan putriku!" isak Ibu Tyas merasa sakit hati.


Drew menggeleng. "Jangan berkata seperti itu Om, Tante. Percayalah padaku, walau aku telah bertunangan dengan wanita lain, namun dihatiku cuma ada Tesla seorang dan aku masih sangat mencintai dia," balasnya meyakinkan.


"Omong kosong! Kau telah bertunangan dengan wanita lain, tapi kau masih berani-beraninya bilang cinta pada putriku. Setelah kami tahu kebenaran ini, ada baiknya kau segera pergi dari rumahku ini dan jangan pernah lagi kau menjalin hubungan dengan Tesla maupun dengan keluargaku!" sentak Ibu Tyas tak segan mengusir.


Drew nampak tertunduk lemah dan kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Tuan Hans agar segera menangkap Drew dan membawanya secara paksa. "Bawa dia pulang dan jangan biarkan dia kabur lagi dari rumahku!"


"Baik Tuan!" patuh anak buah Tuan Hans.

__ADS_1


Bersamaan dengan hal tersebut, mobil yang dikendarai oleh Nyonya Bianca telah tiba ditempat kejadian perkara.


"Lepaskan Drew dan jangan bawa dia pergi!" sergah Nyonya Bianca yang baru saja turun dari mobilnya.


Semua mata menuju kearah suara tersebut dan Drew tersenyum menatap dua wanita yang sangat ia sayangi.


"Mommy, Tesla ..." lirih Drew dengan rasa rindu dalam hatinya saat melihat Tesla.


Sedangkan Tesla pun menatap Drew yang nampak berantakan, ada kerinduan juga dalam hatinya. Akan tetapi ia selalu mengingat perlakuan buruk tuan Hans terhadapnya dan juga status Drew yang kini bukan lagi kekasihnya.


"Drew ... " batin Tesla.


"Bianca! Jangan ikut campur!" sergah Tuan Hans tidak suka ada orang lain menghalangi jalannya.


Nyonya Bianca menarik Drew agar berdiri disisinya. "Drew adalah putraku, jadi aku berhak atas putraku sendiri dan kalian tidak berhak membawanya secara paksa seperti itu, termasuk kau Hans!" ucapnya tidak terima.


"Bianca!" sergah Tuan Hans marah. Namun Drew membuat penghalang diantara kedua orang tuanya.


"Jangan sakiti Mommy!" ucap Drew tidak menerima.


Sementara itu Tesla yang melihat kedua orang tuanya yang sedang menangis pun segera datang menghampiri dan mereka langaung berpelukan saat berkumpul.


Tesla menjelaskan bahwa dirinya hanya tidak mau kedua orang tuanya bersedih atas kesedihan yang ia alami. Dia juga sudah mengikhlaskan Drew menjalin hubungan baru dengan wanita lain.


Tapi Drew yang mendengar pernyataan Tesla nampak tidak terima, ia segera menghampiri Tesla yang tengah berkumpul bersama keluarganya untuk menjelaskan bahwa dia akan tetap mencintai Tesla dan menunggunya.


Namun bersamaan dengan hal tersebut, terdengar suara wanita memanggil nama Drew.


"Drew!" pekik Luna yang berlari menghampiri. "Drew, aku merindukanmu!" ucap Luna lalu memeluk erat Drew dihadapan semua orang tanpa ragu.


Drew nampak tercengang, begitu pula dengan yang lainnya.


"Menyingkir dari hadapanku!" sergah Drew berusaha melepaskan pelukan Luna yang semakin mengerat di tubuhnya.


"Tidak Drew, aku tidak akan melepaskanmu. Sekarang ikutlah pulang ke rumah, karena sebentar lagi kita akan menikah. Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu dan membuatmu selalu bahagia," cerocos Luna menunjukkan rasa kepedulian dengan raut wajah sedihnya.

__ADS_1


"Pulanglah, calon istrimu memintamu untuk kembali!" sindir Pak Sanyoto mengusir Drew, sambil menutupi wajah Tesla agar tidak melihat adegan peluk memeluk dihadapannya itu.


Melihat tingkah tidak sopan Luna, Nyonya Bianca segera menarik lengan Luna agar berhenti memeluk putranya.


"Wanita tidak tahu malu, apa kau tidak mendengar kata Drew tadi heh? Singkirkan lenganmu darinya!" ucap Nyonya Bianca merasa emosi melihat Luna bergaya seperti pelakor yang mengingatkan dirinya kepada istri kedua suaminya.


Nyonya Sherly nampak kesal melihat kejadian tersebut dan ia maju ke depan membela Luna. "Heh Bianca! Janganlah kamu kasar kepada calon menantuku! Yang harusnya kau bilang tidak tahu malu itu adalah dia! Sudah tidak memiliki hubungan apapun tapi masih kegatelan ingin dekat-dekat dengan putraku!"


Ibu Tyas berubah gusar mendengar tuduhan dari nyonua Sherly dan tanpa ragu menampar wajah Nyonya sherly, hingga semua orang tercengang dibuatnya.


"Heh siapa kamu berani menampar wajahku!" sergah Nyonya Sherly menatap nanar.


"Aku adalah orang tua dari putri yang kau sebut wanita kegatelan!" balas Ibu Tyas tidak terima, dengan tidak lupa memberi satu tamparan lagi diwajah nyonya Sherly disisi lainnya.


"Dasar wanita ja-lang!" sergah nyonya Sherly.


"Kau yang ja-lang! Oh jadi ini dia wanita yang dimaksud oleh nyonya Bianca? Wanita ja-lang tidak tahu malu yang sudah tega merebut suami orang lain? Lalu berkoar-koar mengatai orang lain sebagai wanita ja-lang," ucap Ibu Tyas berdecih najiss.


Nyonya Sherly membelalakkan kedua matanya. "Tidak perlu kau berkata yang tidak-tidak terhadap orang lain, kau hanya perlu menjaga putrimu itu agar tidak merusak hubungan putraku dengan calon menantuku!"


"Siapa yang kau bilang putramu? Drew adalah putraku, camkan itu Sherly!" sergah nyonya Bianca menyerobot.


Keributan masih terjadi diantara keluarga itu, bahkan orang tua Luna ikut-ikutan membela putrinya yang menjadi sasaran amukan dari amarahnya ibu Tyas karena dianggap sebagai bibit pelakor.


Sedangkan Drew yang melihat Tesla berada di tengah-tengah keributan, dengan cepat menariknya agar menjauh dan pergi ikut bersamanya ketempat yang sepi.


"Ikut denganku!" ucap Drew menarik lengan Tesla dan bermaksud membawanya pergi.


"Tidak! Lepaskan aku! Aku tidak mau pergi bersama denganmu lagi!" tolak Tesla. Akan tetapi Drew tetap menggenggam erat tangan Tesla dan membawanya pergi, karena ia ingin menyampaikan sesuatu.


Lalu bersamaan dengan hal tersebut, Twister dan Sam pun akhirnya tiba di tempat keributan dan mereka segera melerai perkelahian dibantu oleh Martino serta anak buahnya yang lain.


"Kalian semua berhentilah berkelahi!" ucap Twister dengan nada tingginya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2