Bad Boy Dan Gadis Desa

Bad Boy Dan Gadis Desa
Bab 125. Tertangkap.


__ADS_3

Kamar.


Twister berjalan mendekati Mutia yang tengah terdiam, lalu memeluknya dari belakang. "Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu memikirkan masalah tadi?" tanyanya kemudian.


"Iya, aku memikirkan kejadian tadi. Aku begitu terkejut dengan sikap dan tingkah mereka yang berani menuduhku seperti itu. Belum lagi mommy Sherly seperti sangat membela Luna," balas Mutia tidak habis pikir.


"Maaf aku belum cerita kepadamu mengenai buruknya dia, tapi memang begitulah ibu tiriku. Dia begitu pandai dalam memainkan perasaan dan aku yakin kejadian tadi merupakan pengaturan yang dia lakukan demi mewujudkan sesuatu," balas Twister.


"Tapi apa yang ingin mereka wujudkan?" tanya Mutia.


"Entahlah, tapi aku yakin itu semua ada hubungannya dengan Luna dan Drew."


Mutia terdiam dan memikirkan segalanya, ia merasa yakin mertua tirinya itu ingin menikahkan Luna dengan Drew, dan menyingkirkan Tesla agar hubungan keduanya berjalan lancar.


Tapi kenapa Luna dan nyonya Sherly menuduhkan begitu keras? Apa mereka berdua juga ingin menyingkirkan dirinya dalam rumah itu agar berkuasa atas rumah ini?


Mutia menghela nafas panjang. "Semoga itu hanya perasaanku saja," batinnya.


"Kenapa? Apa yang kamu pikirkan? Apa kau takut mereka akan berlaku macam-macam kepadamu?" tanya Twister seakan membaca pikiran istrinya.


"Benar aku sedikit khawatir dengan hal itu, tapi yang aku khawatirkan bukan hanya itu saja. Aku khawatir dengan hubungan Drew dan juga Tesla, apa mereka bisa melewati rintangan ini? Apalagi setelah ada Luna dan wanita itu mendapat dukungan penuh dari mommy Sherly, ditambah lagi Daddy tidak menyetujui hubungan Drew dan Tesla. Apa mereka akan sanggup melewatinya?" balas Mutia menuturkan.


Twister terdiam kembali, memang ia sangat khawatir tuan Hans akan memisahkan Drew dari Tesla, serta nyonya Sherly yang begitu mendukung Luna sebagai pendamping Drew.


Membuat masalah tersebut akan menjadi semakin rumit, mengingat sifat keras kepala Drew yang tidak mau diatur oleh orang lain dan bisa saja terjadi pertengkaran hebat antara Drew dan juga sang ayah nantinya.


"Sayang, apa kau tidak mau membantu Drew? Setidaknya beri pengertian kepada Daddy agar dia menyetujui hubungannya dengan Tesla, atau paling tidak jangan memaksa Drew agar tidak menikah dengan wanita yang tidak ia cintai," pinta Mutia.


Twister menghela nafas panjang. "Aku tidak tahu bagaimana lagi harus memberi pengertian kepada Daddy, karena itu sangat sulit dilakukan selama masih ada mommy Sherly di dekatnya. Sekuat apapun kita berusaha, aku yakin pendapat kita atau pikiran Daddy akan selalu bisa dipatahkan olehnya."


"Kau benar," balas Mutia terdengar lesu.


"Sudahlah jangan terlalu banyak dipikirkan, masalah apapun yang terjadi nantinya. Biarkan Drew yang menyelesaikannya sendiri, karena dengan begitu, ia bisa banyak belajar bersikap lebih dewasa dan bijak dalam mengambil setiap keputusan yang ia pilih. Aku percaya kepada Drew, dia pasti tidak akan mengecewakan adikku Tesla," ucap Twister yakin.


Mutia mengangguk dan tersenyum. "Semoga saja," balasnya mendukung.


Twister tersenyum lembut dan memutar tubuh Mutia agar berhadapan dengannya. "Sekarang pikirkan tentang masa depan kita, apakah disini sudah ada tanda-tanda kehidupan?" tanyanya mengelus perut Mutia.


Mutia menggenggam tangan Twister dan tersenyum. "Usia pernikahan kita masih seumur jagung, mana bisa langsung jadi."


"Kau benar juga, kalau begitu aku harus terus berusaha keras demi mendapatkannya," balas Twister.

__ADS_1


Mutia tersenyum malu, mengerti maksud dan kemana arah tujuan dari perkataan suaminya itu. "Kau baru saja pulang dari luar kota, apa tidak capek?"


Twister menggeleng. "Tentu saja tidak," balasnya lalu merampas bibir ranum Mutia yang selalu saja memabukkan, kemudian menuntunnya naik keatas peraduan untuk menikmati nikmatnya penyatuan.


...----------------...


Keesokan harinya.


PT. Oto Motor.


Tuan Hans datang bersama dengan para ajudannya dan masuk ke dalam perusahaan Drew begitu saja.


"Mana Drew?" tanya Tuan Hans kepada Sam.


"D-dia tidak ada disini tuan besar," jawab Sam sesekali menelan ludahnya susah payah.


"Kemana dia? Apa kau menyembunyikannya lagi?" tanya Tuan Hans tanpa basa basi.


Sam mengeluarkan keringat dingin. "Matilah aku," batinnya takut. "T-tidak Tuan, Drew tidak ada bersama saya dan saya juga tidak tahu ada dimana dia sekarang."


Tuan Hans menajamkan pandangannya kepada Sam, sambil menarik kerah baju pria itu hingga mendengkat kearahnya. "Sam, sebaiknya kau jujur padaku, ada dimana dia?" ucapnya seperti mengancam.


Sam mengangguk takut. "I-iya Tuan besar, kemarin malam dia menginap di rumah saya. Tapi pagi ini sebelum saya bangun, dia telah pergi entah kemana dan tidak mengabari apapun kepada saya," jawabnya mengaku juga.


Sam tertunduk lesu, itulah yang ia takutkan jika terlalu banyak ikut campur mengenai masalah keluarga Royce. Ia akan dibuat jatuh hingga ke titik nol, apabila menyinggung tuan Hans.


Karena bukan tanpa sebab, Sam yang termasuk kalangan tidak mampu, menerima bantuan pendidikan hingga tamat sarjana adalah berkat bantuan dari keluarga Royce sendiri.


"Maaf Tuan besar," ucap Sam mengaku salah.


Tuan Hans mendengus kesal, lalu keluar dari perusahaan Drew dan berniat berkeliling lagi demi mencari putranya yang telah kabur.


"Cari Drew sampai ketemu!" sentak Tuan Hans terdengar menggema, hingga semua karyawan di perusahaan tersebut terdiam seketika.


Sedangkan disisi lain, Drew yang mendapat kabar kalau ayahnya sedang mencari dirinya pun kembali melajukan kendaraannya secepat mungkin.


Hingga tibalah Drew di depan pintu gerbang kampus, tempat Tesla menuntut ilmu dan segera menarik Tesla untuk ikut pergi bersamanya sebelum Tesla masuk kedalam.


"Ada apa Drew? Kenapa kau ada disini jam segini? Apa kau tidak kerja? Lalu kenapa kau tergesa-gesa seperti itu? Apa telah terjadi sesuatu?" cecar Tesla bertubi-tubi.


"Ikutlah denganku," pinta Drew.

__ADS_1


"Kita mau kemana? Aku ada kelas hari ini," balas Tesla enggan ikut.


"Kau harus ikut denganku, kita harus pergi dari kota ini," balas Drew.


Tesla menaikkan salah satu alisnya. "Apa? Pergi dari kota ini? Ada apa denganmu Drew?"


"Aku tidak punya banyak waktu, ikutlah atau kita akan terlambat," balas Drew mendorong paksa Tesla agar masuk ke dalam mobilnya.


"Tidak mau! Aku tidak mau pergi! Keluarkan aku dari sini!" pekik Tesla menolak.


"Maaf, tapi aku tidak punya pilihan lain."


Setelah keduanya masuk ke dalam mobil, Drew segera memacu kendaraannya untuk menuju suatu tempat.


Akan tetapi belum sampai satu kilometer mobil itu melaju, sebuah mobil mewah menghadang laju kendaraannya. Sehingga Drew mau tidak mau harus menghentikan mobilnya dan mereka hampir terpental kedepan jika keduanya tidak menggunakan sabuk pengaman.


"Akh!" pekik Tesla. "Drew kenapa kau berhenti mendadak seperti itu!" ucapnya memegangi kepala dengan kedua tangannya.


"Sial kita terlambat!!" Drew memukul kencang stir mobilnya dan mengumpat kasar setelah mengenali milik siapa mobil didepannya itu.


Tesla menatap wajah Drew yang hanya menatap lurus ke depan dan raut wajahnya berubah tidak mengenakkan, membuat Tesla seketika cemas dengan kejadian setelah ini.


Lalu ia pun berganti menatap sebuah mobil yang melintang menghalangi jalan didepannya dan kedua netranya itu langsung terbelalak setelah tahu siapa yang tengah berada di dalam mobil tersebut.


"Apa itu daddymu? Tapi kenapa dia ada disini dan apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Tesla benar-benar bingung sekarang ini.


Drew menelan ludahnya kasar. "Pegangan yang kuat," pintanya tanpa menjawab kebingungan Tesla, lalu memundurkan mobilnya dengan segera bermaksud untuk mengindari mobil sang ayah agar tidak tertangkap.


Namun lagi-lagi sebuah mobil menghadang jalan lain dibelakang Drew, hingga posisinya kini ia terjepit diantara dua mobil.


"Siall!!" gusar Drew melihat mobil yang dikendarai oleh Martino turut menghadang lajunya.


Tesla menatap ke sekeliling dengan debaran kuat pada jantungnya, ia merasa seperti buronan yang sedang tertangkap polisi dan akan segera diadili dalam waktu dekat.


Namun apa yang menyebabkan semua hal itu terjadi?


Ia benar-benar tidak mengerti.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2