
Keesokan harinya.
Restoran Manyu.
Bunga-bunga begitu indah menghiasi seisi ruangan pada bagian dalam restoran berbintang lima itu, yang disulap seindah mungkin dengan berbagai hiasan berwarna putih dan merah muda perlambang sucinya cinta dalam ikatan hubungan.
Serta dekorasi pendukung lainnya terpampang nyata untuk menambahkan kesan cantik dan elegan menjadi satu di dalam ruangan restoran tersebut, yang telah di booking secara khusus dan pertama kalinya juga digunakan untuk acara penting dari putera sang pemilik tempat itu.
Keluarga Tesla telah mempersiapkan diri di dalam ruangan, menunggu detik-detik kedatangan dari keluarga pihak pria, dengan hati yang terus berdebar.
Pak Sanyoto dan Ibu Tyas nampak rapih dan anggun, berdiri di depan muka pintu untuk menyambut keluarga calon besannya, yang sebentar lagi akan memasuki ruangan.
Sedangkan keluarga Drew sendiri telah tiba di tempat tujuan dan berbaris rapih sambil memegang baki hias berisi barang seserahan lamaran pernikahan.
Mereka membawanya dengan sukacita dan satu persatu dari mereka mulai memasuki ruangan dan duduk di tempat yang telah disediakan.
Sementara itu Nyonya Bianca begitu senang saat acara penting untuk putranya telah tiba, ia menggandeng Drew dimuka pintu. Menunggu semua pembawa baki masuk seluruhnya kedalam ruangan.
Ia menatap Drew yang sangat tampan dan menyandarkan kepala didada putranya. "Hari ini Mommy senang, karena kamu akhirnya bisa bersatu dengan wanita yang kamu cintai," ucapnya menangis haru.
Drew mengusap air mata ibunya. "Kau memang benar Mommy, hari aku sangat bahagia karena akhirnya aku bisa mendapatkan wanita yang aku mau. Tapi semua itu juga berkat dirimu, terima kasih karena telah menyiapkan tempat yang begitu indah."
Nyonya Bianca mengangguk dan memeluk putra bungsunya, lalu setelah tiba giliran nama Drew dipanggil, mereka berdua pun melangkah masuk ke dalam ruangan.
Ruangan yang telah disiapkan oleh Nyonya Bianca jauh-jauh hari, dan begitu matang untuk hari pertunangan putranya itu dan air mata bahagia terus mengiringi disetiap langkahnya.
Drew tersenyum sumringah saat melihat Tesla telah menampakkan wujudnya, dan begitu tidak sabar ingin duduk berdekatan dengan calon istrinya itu.
"Dia nampak cantik bukan?" goda Nyonya Bianca kepada Drew.
Drew mesem tidak terkendali dan terus menerus melihat Tesla, hingga tibalah waktu penyematan cincin pertunangan. Drew pun melabuhkan satu kecupan manis di kening Tesla dan tersenyum lembut sambil menggenggam erat wanita pujaan hatinya itu.
Setelah acara berakhir Drew dan Tesla kini telah resmi bertunangan, harapan dari kedua keluarga mereka adalah hubungan tersebut berjalan dengan lancar hingga jenjang pernikahan.
Dan Drew rencananya akan mengadakan resepsi pernikahan di hotel miliknya sendiri di desa Rawa Bebek, sekaligus melakukan resepsi di sekitar rumah kediaman Sanyoto.
__ADS_1
...----------------...
Seminggu kemudian.
Desa Rawa Bebek.
Drew bersama dengan teamnya tengah mengadakan peresmian hotel dan restoran yang baru saja rampung dibangun di desa Rawa Bebek, dan rencananya hotel serta restoran tersebut akan dibuka untuk tamu umum sebulan setelah hari peresmian.
Dan sebelum hotel itu dibuka untuk tamu umum, Drew akan mengadakan hari bahagianya bersama dengan Tesla pada esok hari, disebuah Ballroom hotel berkapasitas seribu tamu undangan, dengan fasilitas mewah dan juga layanan kelas atas untuk para tamunya.
Selain sebagai tempat mereka melakukan resepsi pernikahan perdana di hotel tersebut, Drew juga bermaksud akan menjadikan foto-foto pernikahannya itu sebagai iklan dan juga contoh untuk promosi-promosi paket wedding dalam hotel lainnya.
"Selamat ya Tuan Drew, semoga bisnis hotelmu ini berjalan dengan lancar dan selalu sukses," ucap salah satu tamu undangan dalam acara peresmian hotel milik Drew.
"Amin! Terima kasih Pak Broto, hotel ini tidak akan bisa berdiri sempurna, jika bukan karena bantuan kontruksimu," balas Drew berterima kasih.
Tuan Hans yang turut hadir diacara peresmian hotel itu pun merasa bangga, walau hotel Drew masih belum dibuka untuk umum. Namun rencana serta trobosan Drew kedepannya sangatlah memuaskan untuk diterapkan.
Dan ia sangat yakin Drew mampu menjalankan bisnis barunya itu serta berjalan dengan lancar hingga meraih kesuksesan.
"Daddy merasa senang, pembukaan hotel dan restoran ini adalah awal perjalanan baru untukmu memulai bisnis. Daddy berharap kamu mampu menjalankan bisnis barumu ini dengan baik dan membawa kesuksesan," ucap Tuan Hans.
"Tidak mengapa, jangan dipikirkan. Daddy senang kamu punya semangat seperti itu, tapi Daddy rasa pelunasan itu tidaklah perlu," balas Tuan Hans.
"Tidak perlu? Apa maksud Daddy?" tanya Drew tidak mengerti.
"Daddy akan hapus semua hutang-hutangmu pada Daddy dan anggap saja itu sebagai hadiah karena kerja kerasmu membangun ini semua," jawab Tuan Hans mengikhlaskan.
Drew tersenyum lebar dan memeluk ayahnya. "Terima kasih Daddy!"
"Sama-sama, acara peresmian gedung sudah selesai. Mari kita kembali beristirahat, besok adalah acara penting dan Daddy ingin kamu terlihat sempurna," ucap Tuan Hans.
"Baiklah," patuh Drew.
Lalu mereka masing-masing memilih kamar hotel untuk di tempati selama beberapa hari, sebagai tempat untuk beristirahat sampai resepsi pernikahan Drew selesai diadakan.
__ADS_1
...***...
Keesokan harinya.
Hari ini adalah hari penting bagi Drew, sekaligus hari paling berbahagia baginya. karena sebentar lagi ia akan mengikat janji suci pernikahan bersama dengan Tesla.
"Akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya," gumam Drew sambil membenarkan dasi pada kerah kemeja, dengan debaran menggila pada jantungnya.
Drew menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan, itu ia lakukan secara terus menerus, demi menetralisir rasa gugup yang melanda dirinya saat ini.
Hingga tibalah pada waktunya, Drew akhirnya bertemu dengan Tesla di tempat mereka akan mengikat janji suci.
Drew tidak berhenti memandangi calon istrinya itu, ia tengah menatap takjub dan mengagumi kecantikan Tesla yang baru pertama kali ia lihat dalam balutan gaun pengantin, berjalan anggun mendekat kearahnya.
Dan Drew semakin gugup, ketika Tesla telah berdiri tepat dihadapannya. Ia sampai meremass jari-jari tangannya sendiri, karena sudah tidak sabar menyelesaikan semua ritual yang menurutnya mendebarkan itu.
Tak butuh waktu lama, mereka saling mengucapkan sumpah setia, lalu menyematkan cincin pernikahan di jari manis satu sama lain. Hingga pada akhirnya pendeta pun akhirnya meresmikan Drew dan Tesla sebagai sepasang suami istri yang sah dan keduanya telah resmi menikah dihadapan semua orang.
Drew tidak kuasa menahan tangis bahagianya, ia tersenyum sambil terisak dan hal itu membuat semua tamu yang hadir disana turut merasakan haru bahagia.
Terutama Pak Sanyoto, ia begitu senang sekaligus sedih saat kebenaran telah diumumkan, jika putrinya itu secara sah menjadi milik pria lain.
Selain Pak Sanyoto, Nyonya Bianca juga turut menangis diacara sakral itu. Ia memeluk Twister yang duduk disebelahnya, dan masih tidak menyangka akhirnya Drew menikah juga.
Berbeda dengan mereka, sepanjang acara Nyonya Sherly hanya cemberut dan tepuk tangan seikhlasnya saja. Hingga pada penghujung acara itu selesai, wanita paruh baya itu tidak menunjukkan rasa bahagianya.
Karena bukan tanpa sebab, Nyonya Sherly hanya duduk di deretan bangku tamu dan bukanlah di bangku keluarga inti kedua mempelai.
.
.
Bersambung.
...----------------...
__ADS_1
Next\=\=> Akan ada kegaduhan di acara resepsi pernikahannya Drew. Siapa yang melakukan hal tersebut?
Tunggu jawabannya di bab selanjutnya.