
Perusahaan Tuan Bams.
Sementara itu disisi lain, Tuan Anjas memberitahu kejadian hari ini kepada Tuan Bams.
"Bagus! Buat si pria bulat itu kewalahan menghadapi setiap masalah, sampai ia sendiri menyerah untuk menyerahkan lahannya kepada kita," ucap Tuan Bams.
"Tentu Tuan Bams, setelah kebakaran, teror dikediamannya dan juga demo hari ini. Aku yakin pria bulat itu sedang kepusingan sekarang ini," balas Tuan Anjas tersenyum miring.
"Itu sudah pasti, apalagi jika ia mengetahui jika perusahaan Royce telah memberikan kekuasaan penuh kepada dirimu untuk megambil lahan itu," ucap Tuan Bams sama tersenyumnya.
"Benar, walau bukan proposal asli. Tapi aku yakin, si Sanyoto pasti mempercayai hal tersebut dan ini semua tidak lepas dari peran serta si kepala pejabat desa disana. Dia begitu mahir berakting, sampai-sampai semua orang percaya bahwa dia akan membantu si Sanyoto dalam mencari dalang kejahatan," ucap Tuan Anjas tertawa geli.
"Itu berarti tidak sia-sia kita usaha kita membayar lebih pada si pejabat desa korup itu dalam membuat kegaduhan di desa mereka," ucap Tuan Bams tersenyum puas.
"Anda benar Tuan Bams," balas Tuan Anjas.
Tuan Bams tersenyum senang. "Ini akan seru Tuan Anjas, aku tidak sabar menunggu kabar dari si pria bulat itu, dia akan memberi perhitungan apa kepada tuan Hans."
"Entahlah, tapi kita harus merayakan ketegangan itu jika benar-benar terjadi," balas Tuan Anjas mengangkat cangkir wine nya.
Tuan Bams tertawa lalu mengangkat cangkir wine-nya juga untuk minum bersama dengan Tuan Anjas. "Kau benar Tuan Anjas, kita akan merayakannya saat pertengkaran itu terjadi."
"Bella ku, setidaknya putriku akan merasa senang sesaat setelah mendengar kabar baik ini dan setidaknya ia bisa terhibur sejenak didalam penjara, tempat menyedihkan itu," batinnya sambil meremas cangkir itu setelah meneguknya hingga habis.
...----------------...
Perusahaan Royce.
Tuan Hans begitu bersemangat mengajari Twister dalam mengurus bisnis properti di perusahaan bersama dengan putra sulungnya. Ia tidak henti-hentinya tersenyum senang dan hal itu tentu saja membawa dampak positif bagi semua pekerja yang bekerja di perusahaan tersebut.
Rasa bahagia dalam hati serta suka cita bergemuruh menjadi satu, kegembiraan yang baru pertama kali ia rasakan selama seumur hidupnya dalam menjalankan bisnis keluarga.
Dimana akhirnya ia bisa bekerja bersama dengan sang putra, tanpa harus membuat perjanjian atau pemaksaan seperti saat sebelumnya dan hal itu jugalah yang membuat keduanya saling bekerja dengan baik satu sama lain.
Seperti saat sekarang ini, Tuan Hans mengajak Twister untuk duduk mengikuti rapat kantor dan Twister dengan senang hati patuh terhadap perintah sang ayahnya.
Selain untuk belajar berbisnis, tuan Hans juga bermaksud ingin memperkenalkan putranya kepada seluruh karyawan yang bekerja di perusahaannya itu.
"Perkenalkan, dia adalah Twister Royce! Selain putraku, dia juga yang nantinya akan menggantikan posisiku disini setelah aku pensiun," ucap bangga Tuan Hans memperkenalkan Twister kepada staff direksi beserta jajarannya.
"Salam kenal semuanya," sapa Twister ramah.
"Salam kenal," sapa mereka serempak.
Ketampanan Twister, serta wibawa dari pria itu yang sudah tidak diragukan lagi, nyatanya mampu membuat para pekerja wanita berubah menjadi salah tingkah. Hingga menimbulkan kesan tersendiri di dalam hati mereka masing-masing.
__ADS_1
"Ris, ku dengar pak Twister akan bekerja satu team denganmu dan ia akan menjadi atasanmu dibagian keuangan," bisik Mira kepada Risty.
"Benarkah?" tanya Risty tersenyum senang.
"Benar dan yang lebih menggembirakannya lagi adalah pria itu belum menikah," bisik Mira memberitahu kabar baik dan tersenyum.
Risty berdebar tidak karuan dan merasa senang mendengarnya. "Kalau begitu aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini, siapa tahu aku bisa membuatnya tertarik padaku," balas Risty memperbaiki penampilannya agar sempurna.
Memang wanita itu memiliki wajah cantik serta bertubuh sekksi, yang mana jika ia berlenggok, maka musnahlah seluruh kewarasan pria dalam sekejap, apalagi jika menatap dua pegununan sintal serta bokonng suntik silikonnya yang menonjol bak kue mochi.
Membuat siapapun pria meneteskan liurnya seperti ti pat kai.
Hingga pada akhirnya wanita berpenampilan menarik itu pun, memperkenalkan dirinya dihadapan Twister sebagai bawahan yang akan membantu dan bekerja bersama dengan Twister dalam satu managemen keuangan.
Dengan memamerkan sedikit kecantikkannya, ia berharap agar sang atasan baru terpikat olehnya. "Saya Risty," ucap Risty mengulurkan lengan kanannya.
Twister menyambut uluran tangan itu dan tersenyum datar. "Saya Twister, mohon kerjasamanya."
"Itu sudah pasti Pak," balas Risty menatap Twister penuh damba. "Dia keren," batinnya memuji.
"Terima kasih," balas Twister ramah.
"Sama-sama," balas Risty mengekor dibelakang Twister dengan membawa beberapa dokumen yang harus dikerjakan oleh atasan barunya.
Tak lama setelah itu, Twister menempati ruang kerjanya dan Risty memberitahu beberapa pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan oleh Tuan Hans dan harus dikerjakan oleh Twister untuk saat ini.
"Jadi pengen duduk diatas pangkuannya," pikir Risty mulai nakal dan liar.
"Mana yang harus saya kerjakan?" tegur Twister membuyarkan lamunan Risty.
"Oh maaf Pak, ini!" balas Risty segera mengambilkan dokumen dan memberikannya kepada Twister.
"Terima kasih," ucap Twister menyambut berkas tersebut dan mengerjakannya dengan serius. "Jika saya butuh sesuatu, nanti saya akan panggil. Jadi sekarang kau boleh keluar dari ruangan ini," ucapnya kemudian.
Terdengar biasa namun cukup menusuk untuk Risty sendiri.
"Baik Pak," balas Risty mendengus, rasanya kesal di acuhkan seperti itu. "Nyonya Sherly saja bisa mengaet hati Pak Direktur utama, masa aku tidak bisa," batinnya membandingkan diri sendiri dengan istri pelakor dari pemilik perusahaan ini.
Dan ia begitu yakin, dirinya mampu mengikuti jejak panutannya itu.
...----------------...
Kampus.
"Oke pelajaran kita sampai disini saja, kerjakan tugas yang Bapak berikan tadi!" titah sang Dosen menutup pelajaran hari ini.
__ADS_1
"Baik Pak!" seru mahasiswa-siswi serempak.
Marisa menyenggol Tesla yang melamun saja. "Ada apa Tes? Kenapa bengong aja daritadi?" tanyanya.
"Iya daritadi aku lihat kamu sangat lesu dan tidak bersemangat, ada apa? Ceritalah?" tanya Tiara menimpali.
Tesla menghela nafasnya panjang dan menggeleng lemah. "Entahlah, perasaanku tidak enak sejak kemarin. Aku merasa akan terjadi hal buruk kepada orang terdekatku," balasnya merasa demikian.
"Itu kan hanya perasaan saja, mungkin kamu terlalu lelah dan banyak pikiran karena tugas kuliah kita menumpuk," ucap Marisa.
"Hem, bisa jadi. Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman kota sepulang kuliah nanti," saran Tiara.
"Boleh juga, siapa tahu pikiran kita yang mumet ini bisa kembali segar," balas Marisa setuju. "Bagaimana Tes, ayo kita jalan!" ajaknya.
Tesla mengikuti kemana langkah kaki Tiara dan Marisa yang menariknya untuk pergi, dengan perasaan gelisah dihati. Entah apa yang terjadi, siapa yang akan mengalami kejadian buruk.
Wanita itu masih terus memikirkannya.
Beberapa saat kemudian, ponsel Tesla berdering dan gadis desa itu pun mengangkat panggilannya.
"Hallo Ma," sapa Tesla.
"Sayang, Papamu. Papa mu nekad pergi ke kota seorang diri!" balas Ibu Tyas cemas.
"Mau apa Papa kesini Mah?" tanya Tesla.
"Papamu mau ketemu sama daddy Twister sayang, dan yang membuat mama khawatir adalah Papa pergi dalam keadaan emosi. Bisakah kau menjemputnya di terminal?" balas Ibu Tyas.
"T-tapi kenapa dan untuk apa Mah?" tanya Tesla tidak mengerti dengan keadaan keluarganya.
"Mama tidak bisa cerita sekarang sayang, sekarang jemput saja Papamu dan tolong tenangkan emosinya ya," pinta Ibu Tyas.
"B-baiklah kalau begitu," balas Tesla lalu mematikan panggilan tersebut.
"Ada apa Tesla? Kenapa mamamu terdengar cemas seperti itu?" tanya Marisa dan Tiara ingin tahu.
"Aku tidak tahu jelasnya seperti apa, tapi aku harus menjemput papaku di terminal sekarang," balas Tesla.
Ia pun segera meraih tasnya dan pergi dari kampus menuju terminal, dengan hati yang dipenuhi oleh rasa penasaran dan juga cemas bercampur menjadi satu.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
...----------------...
Mohon maaf ya, kalau penulis update babnya tidak menentu. Dan yang bab 87 baru saja up hari ini karena tertahan di NT nya dari kemarin sore.