Bad Boy Dan Gadis Desa

Bad Boy Dan Gadis Desa
Bab 25. Menerima konsekuensi.


__ADS_3

Kantor.


Setelah keributan yang dilakukan oleh Tesla tadi, gadis itu akhirnya disidang didalam ruangan tertutup. Dengan beberapa orang didalamnya termasuk Drew yang ikut disidang oleh Nyonya Bianca, karena telah memberi dukungan untuk Tesla saat sedang asyik menyumpal mulut Bella.


Nyonya Bianca memijat pelipisnya yang berdenyut, sambil menatapi Drew dan Tesla secara bergantian.


"Aku benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah lakumu Tesla, sebagai seorang pekerja, kau seharusnya mengerti apa itu etika dalam bekerja. Tapi apa yang aku lihat hari ini, kau telah mengecewakanku," ucap Nyonya Bianca mengutarakan rasa kecewanya


"Maaf chef, tapi aku tidak bisa diam saja saat melihat orang lain dihina. Darahku rasanya panas sekali dan ingin memberi pelajaran kepada orang itu karena telah berbicara sembarangan kepada orang yang lebih tua," balas Tesla.


Ia mengepal erat tangan kanannya yang terlihat masih berlumuran bumbu bebek peking dan juga nasi serta sambal ijonya.


"Benar Mom, kali ini aku setuju dengan apa yang dilakukan oleh Tesla. Wanita itu memang pantas diberikan pelajaran," timpal Drew membela.


"Diam kamu Drew!" sentak Nyonya Bianca dan menatap tajam putranya itu.


"Kau juga salah, kenapa tidak melerai keributan tadi? Kau malah asyik bertepuk tangan dibarisan orang-orang dan mendukung perbuatan tidak terpuji gadis ini dengan meneriakinya paling kencang!"


"Sebagai pemilik restoran selama dua puluh tahun lebih, ini kali pertamanya aku merasa malu dihadapan semua orang yang datang ke restoranku. Aku merasa kalian lah yang menghinaku lebih daripada Bella merendahkanku," ucap Nyonya Bianca mengelus dadanya yang terasa sesak.


Tesla seketika menundukkan kepala, namun bukan rasa bersalah karena telah memberi Bella pelajaran, melainkan kepada sosok wanita paruh baya dihadapannya yang terlihat putus asa dan kecewa sekali.


"Maafkan aku chef, maaf karena aku tidak bisa menahan emosiku. Maaf juga karena ulahku nama baik restoranmu menjadi tercemar," ucap Tesla menyesali perbuatannya.


Nyonya Bianca menghembus nafas kasar ke udara dan menggeleng setiap kali melihat Tesla. "Kau putri dari desa yang terkenal akan keramah tamahan dan juga sopan santunnya."


"Tadinya aku berpikir, sikapmu pasti seramah dan sebaik warga desa serta keluargamu disana. Tapi setelah melihat tingkah kasarmu tadi kepada tamuku, aku merasa kalian warga desa hanya berpura-pura baik saja."


"Chef, maaf jika aku menyela perkataanmu. Kami warga desa kami memanglah terkenal akan keramah-tamahannya dan memiliki sifat sopan dan juga etika yang baik, tapi ada suatu masa ketika kami juga tidak bisa diam saja saat melihat ada seseorang yang diperlakukan tidak baik," balas Tesla membela diri.


"Ini masalah pribadiku, bukan siapa yang harus kau bela seperti seorang pahlawan kesiangan. Rasa peduli memang baik dan terpuji, tapi aksi kasar seperti itu aku tidak bisa mentorerilnya," balas Nyonya Bianca.


"Jadi Tesla, maaf aku tidak bisa memperkerjakan dirimu di restoranku ini lagi," ucapnya kemudian.


"Mom, kenapa kau memecatnya hanya karena masalah sepele?" serobot Drew.


"Masalah sepele kau bilang? Apa kau tidak berpikir lebih jauh saat melihat kejadian tadi Drew? Bagaimana restoran yang sudah ku bangun susah payah ini akan kehilangan kejayaannya, lalu apa kau berpikir bagaimana nasib karyawan restoran yang lain, saat nama usaha ini hancur oleh ulah satu orang? Apa kau ingin menanggung kewajiban mereka yang menggantungkan nasib karena bekerja disini?" tutur Nyonya Bianca menjelaskan.


Drew seketika diam, ia menatap Tesla yang sama terdiamnya.


"Maaf chef, aku mengakui kesalahanku dan menerima apapun keputusanmu," balas Tesla.

__ADS_1


"Bagus, kalau begitu mulai sekarang kau bukan lagi bagian dari restoran ini. Kau sudah ku bebaskan dan segeralah bereskan barang-barang milikmu!" titah nyonya Bianca.


"Mom, kenapa kau langsung memecatnya? Kenapa tidak diberi peringatan pertama terlebih dahulu?" ucap Drew menyela.


"Tidak bisa, kesalahannya telah fatal. Jika itu kesalahan kecil, aku masih bisa memakluminya karena dia masih pegawai baru. Tapi ketika dia melakukan kesalahan dengan membuat tamuku merasa dirugikan, maka aku tidak bisa memakluminya lagi."


"Lagipula ini sebagai contoh untuk karyawan yang lain, bagaimana peraturan ini dibuat dan kita harus bersikap baik melayani tamu yang hadir," ucap Nyonya Bianca menjelaskan.


Tesla menghela nafas panjang, sadar akan dirinya yang salah maka ia pun menerima konsekuensi dari perbuatannya itu.


...----------------...


Mansion Tuan Bams.


Bella duduk di meja riasnya, sambil memandangi bibirnya yang jontor, karena terkena serangan pedas dari Tesla saat makan di restoran tadi.


"Dia bukan wanita tapi monster!" gerutu Bella, sambil mengoleskan pelembab pada bibirnya yang bengkak.


"Bisa-bisanya wanita itu tertawa disaat orang lain sengsara, apa dia tidak tahu siapa aku hah! Lihat saja nanti, kalau aku tidak bisa membalas perbuatan memalukannya itu padaku. Maka jangan panggil aku Bella Kusuma!" sesumbarnya.


Sesekali meringis menahan sakit, akibat urat lehernya juga ikut tertarik saat memberontak tadi.


"Kecil-kecil tenaganya kuat sekali," ucapnya kemudian sambil memegangi lehernya yang tegang.


"Semoga saja dia bisa membantuku," gumam Bella sambil menekan nomor tujuan.


"Hallo!" sahut seorang pria melalui ponselnya.


"Hallo Matt!" jawab Bella.


"Iya, ada apa menghubungiku? Bukankah kau sudah memutuskan hubungan kita karena perjodohanmu dengan keluarga kaya heh!" ketus Matt.


"Matt, maafkan aku. Daddy yang memaksaku melakukan perjodohan ini," balas Bella.


"Kalau kamu merasa terpaksa, kenapa tidak kau tolak saja permintaannya itu? Dan bilang kalau kau sudah memiliki calon pendamping yang kau inginkan!" ucap Matt kesal.


"Matt, sudah ku bilang padamu sebelumnya bukan. Kalau Daddy tidak menyukaimu karena kau seorang pembalap," balas Bella.


"Alasan! Keluargamu pasti menggunakan alasan rendahan seperti itu agar kau bisa bersanding dengan keluarga kaya," tukas Matt.


"Matt, jangan berkata seperti itu. Selamanya aku tetap mencintaimu, hanya saja keadaan kita yang tidak memungkinkan," balas Bella.

__ADS_1


"Ck! Kalau kau benar-benar mencintaiku, maka berikanlah sesuatu yang berharga milikmu itu padaku Bella!" ancam Matt.


"Matt, bukannya aku tidak mau memberikan itu padamu. Tapi apa yang akan terjadi kalau keluargaku mengetahuinya, mereka bisa membunuhku!" balas Bella.


Matt terdengar mendengus kesal. "Huh! Kau selalu saja menolak ajakanku dengan alasan seperti itu. Ya sudah lebih baik aku matikan saja ponselnya dan jangan pernah hubungi aku lagi!" tegasnya.


"T-tunggu!" cegah Bella.


"Apa lagi? Aku tidak punya waktu meladeni dirimu!"


Bella mendesaah panjang. "Baiklah Matt, aku akan memberikannya padamu. Tapi setelah kau berhasil melakukan sesuatu untukku," balas Bella.


Matt tersenyum miring. "Bagus sayang, kenapa harus lama sekali berpikir hem? Baiklah, kau ingin aku melakukan apa untukmu?" tanya Matt.


"Maaf Matt, harusnya aku tidak bertele-tele lagi denganmu. Begini, ada seseorang yang mengangguku tadi dan aku ingin kau memberi pelajaran kepada seseorang," balas Bella meminta.


"Kalau begitu orang itu harus diberi pelajaran secepatnya, karena telah berani macam-macam denganmu. Sekarang katakan padaku sayang, siapa orang yang telah berani mengganggumu? Aku akan menghajarnya!" ucap Matt bertanya.


"Seorang pelayan bernama Tesla yang bekerja di Restoran Manyu," balas Bella.


"Seorang wanita?" tanya Matt memastikan.


Bella mengangguk. "Benar."


"Oke itu gampang, aku akan mengurusnya. Dan kau harus menepati janjimu setelah aku berhasil membereskannya," ucap Matt menekankan.


"Baik Matt, aku berjanji," jawab Bella lalu panggilan itu terputus.


.


.


Bersambung.


...----------------...


Next \=\=> Matt akan mengganggu Tesla seusai dengan permintaan Bella.


Akankah Matt berhasil?


Siapakah sosok pria yang datang menyelamatkannya?

__ADS_1


Tunggu di bab selanjutnya.


__ADS_2