Bad Boy Dan Gadis Desa

Bad Boy Dan Gadis Desa
Bab 30. Seimbang.


__ADS_3

Bagas memulai aksinya, ia menaiki motor Twister dengan percaya diri dan menutup kaca helmnya itu. Lalu menarik gas berkekuatan tinggi, demi mendapatkan suara yang ia inginkan.


"Bagas, kita hanya bisa melakukan beberapa kali putaran saja. Setelah itu kita harus segera kembali ke perusahaan, karena Drew baru saja menerima telepon dari tuan Hans dan memintanya untuk mengikuti acara keluarga," ucap Sam memberitahu.


"Baiklah Sam, aku mengerti." Bagas mengangguk paham.


Sedangkan disisi lain, Matt nampak geram mendengar riuh sorak sorai menggema dari arena balap, yang selalu mengelu-elukan nama Twister dan The Monster secara bergantian.


Pria itu segera merampas pengeras suara dari tangan seseorang dan menantang The Monster untuk mengadu kemampuan di arena sirkuit tersebut.


Hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagi kita semua, karena entah ada angin apa, sahabat lama kita yang dikabarkan telah meninggal dunia, tiba-tiba muncul begitu saja dihadapan kita semua.


Untuk itu aku Mattew, menyambut baik sahabat lama kita sebagai sesama pembalap, dengan melakukan tantangan selama beberapa kali putaran.


Selain itu, pembalap yang lain boleh mengikuti tantangan ini atau melihat saja sebagai penonton.


Jika The monster menang, maka dengan segala hormat. Aku Mattew tidak akan meragukan lagi sosok The Monster yang kita lihat sekarang ini.


Matt mengembalikan pengeras suara kepemilik semula dengan kasar dan mengumpat.


"Kita lihat saja, penampilan boleh serupa, tapi kemampuan belum tentu sama. Aku yakin dia hanyalah penipu ulung yang sedang menyamar untuk menggegerkan semua orang," tukas Matt.


...***...


Para pembalap dari beragam kemampuan telah berkumpul digaris start, begitu pula dengan Bagas dan Matt yang sama-sama mengikuti pertandingan persahabatan itu.


Drew yang tidak mau ketinggalan pun, segera bersiap diposisinya sebagai pembalap pemula. Ia tidak memikirkan menang atau kalah, yang terpenting baginya adalah sensasi bertarung dan berada diantara pembalap-pembalap hebat.


"Ayo kita buka kedok si penipu itu!" umpat Matt.


Bagas hanya tersenyum miring dan menarik gas tertanda rasa tidak takutnya. Lalu tak lama kemudian, balapan itu pun dimulai.


Matt memimpin jalannya pertandingan, ia beranda diurutan pertama dari pembalap lainnya. Dengan bangga pria itu tertawa dan berteriak, terutama kepada lawan terberatnya.


Sedangkan Bagas memacu gas dengan kondisi stabil, melewati para pembalap biasa dengan santai dan teratur.


Bagas apa kau mendengarku?


"Ya Sam aku mendengarmu," balas Bagas menjawab panggilan tersebut.


Sam menjelaskan kepada Bagas tentang banyaknya belokan serta tikungan tajam di sirkuit yang sedang mereka hadapi saat ini. Ia juga menegaskan harus berhati-hati terhadap satu orang, yaitu Matt.


"Aku mengerti Sam," ucap Bagas setelah Sam menjelaskan semua kepadanya.

__ADS_1


Sementara itu Drew pun berada didalam pengawasan Sam dan selalu mengawasi jalannya pertandingan agar selalu aman.


Drew apa kau bisa mendengarku!


"Aku bisa mendengarmu Sam," jawab Drew.


Ingat selalu posisimu Drew, bertandinglah sesuai dengan porsimu saja. Jangan menyusul Matt atau menyaingi pembalap pro lainnya!


"Ayolah Sam, jangan larang aku untuk unjuk gigi. Aku ingin bersaing dan menunjukkan kebolehanku dihadapan semua orang," balas Drew keras kepala seperti biasanya.


Jangan bodoh Drew, kalau kau masih tidak mau mendengarkan nasihatku, maka buatlah geng motormu sendiri!


Drew memberengutkan bibirnya dan berdecih. "Sam kau pelit sekali!" umpatnya lalu menurunkan kecepatan dan menjaga jarak agar tidak tersenggol oleh pembalap lain.


Sementara itu, Matt masih di urutan pertama setelah menyelesaikan dua kali putaran. Disusul oleh pembalap kelas menengah, anak dari perusahaan minyak, sedangkan Bagas sendiri berada diurutan kelima.


Begitu pula seterusnya hingga diakhir putaran ke empat, urutan tersebut masih tetap sama dan Matt masih terus memimpin didepan.


"1 putaran terakhir dan aku akan menang! Serangga itu takkan bisa menyusulku!" ucap Matt percaya diri setelah mengetahui posisi The Monster berada diurutan kelima.


Para pembalap kini telah memasuki putaran terakhir, dari yang telah disetujui sebanyak 5 putaran saja. Mengingat balapan tersebut, hanya untuk pertandingan persahabatan. Jadi untuk hasil akhir siapa yang kalah atau menang, itu tidaklah masalah.


Namun hal tersebut tetaplah berpengaruh bagi Matt, karena menurutnya kalah dibalapan manapun akan mempengaruhi reputasi baiknya.


"Menurutmu? Untuk apa aku bertahan hingga sejauh ini?" balas Bagas membuat Sam meremat erat kedua tangannya karena tegang.


Baiklah, aku percaya padamu.


Bagas perlahan menaikkan kecepatannya, ia menggunakan kemampuan berkendara saat berlatih di desa terdahulu.


Beragam rintangan seperti jalanan tidak rata, basah serta licin, jalan berbatu, belokan tajam, atau tikungan, pernah ia lalui dengan beberapa keterampilan yang selalu ia pelajari sebelumnya.


Jadi menghadapi rintangan saat balapan di jalanan beraspal mulus seperti ini, bukanlah masalah besar untuk Bagas.


Perlahan namun pasti, Bagas berhasil menyusul satu persatu pembalap didepannya. Diringi sorak sorai semakin ramai oleh para penonton, yang sedang serius menyaksikan jalanannya balapan.


Terutama saat adegan dimana Bagas berhasil menyalip satu persatu lawan didepannya, yang berhasil menyita perhatian seluruh manusia diarea sirkuit


Dan usaha keras tersebut, membuat Bagas kini berada diurutan kedua dari sepuluh pembalap yang turut meramaikan.


Drew yang berada di posisi ke delapan langsung berseru senang saat mengetahui hal tersebut, begitu pun kru The Monster yang lainnya.


Selain merasa senang, mereka juga semakin tegang, karena posisi Bagas kini tepat dibelakang Matt dan hal apapun bisa saja terjadi.

__ADS_1


Entah itu Bagas dapat menyusul Matt, atau posisi Matt saat ini akan bertahan hingga mencapai garis finish.


Atau bisa juga aksi saling tukar posisi diantara keduanya akan terjadi dan sudah pasti aksi menegangkan tersebut begitu ditunggu-tunggu oleh para penonton.


Sedangkan Matt berdecih dan berpikir keras. "Ternyata aku terlalu meremehkannya," gumamnya menyesali sedikit tindakan lembeknya kali ini.


Dengan keterampilan menutupi jalan lawan, Matt terus menghalangi Bagas agar tidak bisa mendahului dirinya.


Bagas apa kau dengar aku?


"Tentu Sam," balas Bagas.


Matt sedang menunjukkan keterampilannya, kau harus tetap fokus Bagas. Apapun bisa terjadi, tapi yang paling terpenting adalah jangan sampai kau terpancing oleh ulahnya, atau kau akan terperangkap kedalam jebakannya.


"Aku mengerti," balas Bagas.


Perlahan pria itu menahan gas agar kecepatan motornya stabil, sementara Matt sedang asyik meliukkan motornya ke kanan dan kekiri untuk menutupi jalan lawan.


Sesekali Bagas mencari celah yang mungkin bisa dilalui olehnya dan menaikkan kecepatan jika mendapat kesempatan.


Namun Matt tentu tidak semudah itu untuk dilalui, sehingga Bagas harus kembali kepada posisinya.


"Siall!" umpat Bagas. Motornya sempat oleng karena tersenggol badan motor Matt.


Pria itu pun kembali mencari celah setelah berhasil menyeimbangkan kembali motornya. Dan mengambil jalan nekad seperti saat menggendarai motor dipegunungan berjurang.


Bagas mendekati motor Matt sekali lagi, hingga suasana tegang kembali terjadi. Keduanya sama-sama tidak mau mengalah, mereka saling berpacu gas berkecepatan tinggi.


Terlebih garis finish hanya berjarak kurang lebih 100 meter lagi.


Dan digaris lurus tersebut, keduanya sama-sama menempati urutan pertama.


Suasana kembali hening, siapa yang jadi juara balapan kali ini belum ada satu orang pun yang tahu.


Hingga nampaklah rekaman ulang dilayar besar yang ada di sirkuit tersebut. Dimana siaran ulang menunjukkan keduanya telah menyentuh garis finish secara bersamaan.


Dan dapat dipastikan baik Matt maupun Bagas mendapat nilai seimbang atau bisa dikatakan mereka seri dalam hasil akhir.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2