
Restoran Manyu.
Malam harinya Bella mendatangi restoran Nyonya Bianca seorang diri, sedangkan Drew telah tiba terlebih dahulu sebelum Bella.
"Drew, kenapa kau tidak datang bersamaan dengan Bella?" tanya Nyonya Bianca.
"Memangnya kenapa? Yang penting kami sudah datang," jawab dingin Drew dihadapan Bella.
"Bella, maaf ya. Drew tidak menjemputmu, kau jadi datang seorang diri kesini. Tapi terima kasih ya karena sudah menyempatkan diri untuk mampir ke restoran Tante," ucap Nyonya Bianca.
Bella tersenyum kecut. "Tidak apa Tante," balasnya.
Nyonya Bianca menuntun lengan Bella dan mengajaknya duduk di tempat kosong yang sudah disiapkan. "Ya sudah, ayo kita duduk."
"Iya Tante," balas Bella menurut.
"Ayo Drew kamu juga," ajak Nyonya Bianca menarik lengan Drew agar duduk bersama dengan mereka.
Lalu memanggil salah satu waitressnya untuk menghampiri meja mereka dan meminta agar dilayani. Dan kebetulan Tesla yang mendapat tugas tersebut, karena dirinua sedang kosong melayani pengunjung.
"Selamat malam Nona, ini menu dari restoran Manyu." Tesla memberikan satu set menu diatas meja mereka.
Bella memindai seluruh penampilan Tesla dari ujung kaki hingga ujung rambut, penampilan sederhana namun sanggup membuatnya bertanya-tanya dalam hati.
"Sejak kapan ada pelayan wanita seperti ini, setahuku waktu makan malam bersama dengan tuan Hans aku tidak melihat dia."
Bella menggeleng, lalu memalingkan wajahnya untuk melihat daftar menu. Sesekali melirik Drew yang kedapatan sedang curi-curi pandang melihat Tesla.
Bella mendengus, lalu menutup daftar menu iti dengan kasar. "Pelayan, berikan aku makanan terbaik disini!" titahnya sedikit penekanan. Seolah memberitahukan akan status sosialnya disana.
"Baik Nona," patuh Tesla kemudian pergi menuju dapur sambil membawa nota pesanan.
Bella mengulas senyum lalu memainkan jarinya diatas meja dan memandangi sekitar restoran milik nyonya Bianca.
"Ku akui restoranmu ini lumayan bagus tante, bergaya klasik namun tetap terlihat modern. Sudah begitu makanannya juga enak," ucap Bella memuji.
"Terima kasih atas pujianmu Bella, tante senang kalau kamu merasa demikian," balas Nyonya Bianca.
"Sama-sama," balas Bella. "Oiya nanti, apa pelayan tadi adalah orang baru?" tanyanya kemudian.
Nyonya Bianca mengangguk. "Benar, namanya Tesla. Dia bekerja paruh waktu disini," balasnya.
Bella membulatkan bibirnya. "Oh jadi dia bekerja paruh waktu."
"Iya memangnya kenapa sayang. Apa kamu mengenalnya?" tanya Nyonya Bianca.
__ADS_1
"Tidak tante, cuma bertanya saja. Soalnya beberapa hari lalu yang lalu, saat makan malam bersama dengan om Hans, aku belum melihatnya bekerja disini," balas Bella.
"Iya, Tesla dan teman-temannya memang baru bekerja beberapa hari disini." Balas Nyonya Bianca.
Tidak lama kemudian Tesla membawakan nampan berisi beberapa menu untuk meja nyonya Bianca, lalu meletakkan menu tersebut dan menyajikannya dengan rapi.
"Silahkan menikmati hidangan yang telah tersaji," ucap Tesla ramah.
"Terima kasih," balas nyonya Bianca tersenyum.
Bella senantiasa memperhatikan tingkah laku Drew yang selalu mencuri kesempatan untuk melirik Tesla.
"Permisi, pelayan yang tadi!" panggil Bella.
Tesla menoleh dan kembali ke meja dimana Bella memanggilnya. "Ya Nona, ada yang bisa aku bantu?"
"Potongkan daging bebekku!" titah Bella angkuh.
Drew menatap tajam Bella. "Kenapa harus dipotongkan, ada garpu dan pisau disamping piringmu."
"Bella, maaf. Dia pegawai baru disini, dan dia juga belum diajarkan memotong daging untuk pengunjung yang datang kesini," balas nyonya Bianca.
"Kalau dia pegawai baru, apa salahnya tidak memcoba memotongkan daging bebek ini untukku," ucap Bella.
"Sayang, memotong daging bebek membutuhkan teknik khusus, agar bisa mendapatkan irisan daging yang sempurna. Dan untuk itulah harus waitress senior yang melakukannya," balas Nyonya Bianca.
Nyonya Bianca menatap Tesla yang sama menatapnya juga. "Baiklah, aku akan mengajarimu bagaimana memotong daging bebek peking ini."
Tesla mengangguk dan memperhatikan nyonya Bianca menunjukkan keahliannya, sesekali menggerutu dalam hati. "Merepotkan sekali, padahal lebih enak menggunakan tangan untuk mematahkan tulang agar terpisah dari dagingnya daripada menggunakan pisau seperti itu."
"Bagaimana Tesla, apa kau bisa melakukannya?" tanya Nyonya Bianca setelah selesai memotong daging bebek.
"Akan aku coba chef," balas Tesla.
Lalu gadis itu mencoba mempraktekkan apa yang nyonya Bianca tunjukkan padanya tadi, dan Tesla mengaku dirinya merasa kesulitan saat melakukannya.
Seperti potongan daging tidak rata, peralatan memotong yang tergelincir. Bahkan ada potongan kecil pada daging bebek terpental begitu saja hingga mengenai pengunjung lain.
Tesla menghela nafas panjang dan menyadari sesuatu, bahwa memotong daging itu tidaklah semudah kelihatannya.
"Maaf chef aku tidak bisa," ucap Tesla meminta maaf.
"Tidak apa, aku mengerti. Memotong daging apalagi daging bebek yang masih utuh seperti ini membutuhkan keahlian khusus dan kau masih belum sampai ditahap itu," jelas nyonya Bianca. "Sekarang kembalilah bekerja," sambungnya.
Tesla mengangguk patuh. "Baik chef."
__ADS_1
Bella mengulas senyuman dan memanggil Tesla kembali. "Maaf, aku memaksamu melakukan hal yang tidak bisa kau lakukan. Tapi menuangkan air dalam gelas, tentu kau bisa bukan?" pintanya sambil menyodorkan gelas kosong.
"Tentu saja, jangankan mengisi air dalam satu gelas kecil, mengisi air dalam satu gentong besar juga aku bisa," balas Tesla mulai terpancing emosi.
"Tesla," tegur nyonya Bianca. "Kita harus melayani pengunjung dan memenuhi keinginannya," ucapnya kemudian.
"Ya layani pengunjung, tapi pengunjung juga harus menjaga batasannya. Apa kau tidak bisa menuang air dalam gelasmu sendiri?" ucap Drew turut merasa sebal.
"Drew," tegur nyonya Bianca.
"Maaf, harusnya aku tidak meminta yang aneh-aneh. Aku terbiasa hidup dengan layanan terbaik dari para pelayan di keluargaku, jadi aku tidak terbiasa melakukan hal seperti ini sendiri," ucap Bella menunjukkan ketidakberdayaannya.
Tesla memutar bola matanya malas. "Dasar manja," batinnya mengerutu.
"Tenang saja, aku akan melayanimu dengan baik Nona," ucap Tesla.
Bella tersenyum puas. "Benarkah? Terima kasih kalau begitu dan mulai sekarang tolong layani aku dengan baik."
"Tidak masalah Nona," balas Tesla dan menuangkan air minum untuk Bella.
Drew tidak mau ketinggalan, dia juga menyodorkan gelas kosong, agar Tesla melayani dirinya.
"Tuangkan air dan layani aku juga!" titah Drew.
Tesla menatap Drew yang sama menatapnya juga. "Baiklah," balasnya.
Bella membuang wajahnya segera dan berdecih, karena Drew selalu saja menyerobot antrian untuk dilayani dengan alasan.
"Aku duluan yang meminta dilayani olehnya," tepis Bella.
"Kita makan dimeja yang sama dan aku juga pengunjung disini, jadi aku ingin meminta hakku sebagai seorang tamu," balas Drew tidak mau mengalah.
Nyonya Bianca hanya bisa mendesaah panjang saat melihat ketiga manusia dihadapannya itu, dimana Tesla sedang diperebutkan oleh Bella dan Drew agar dilayani terlebih dahulu.
Dan hal tersebut tentu saja mengundang perhatian pengunjung restoran yang sedang makan disekitar mereka.
"Kalian berdua berhentilah bertingkah kekanak-kanakkan!" ucap nyonya Bianca menekankan. Lalu ia menatap Tesla. "Tesla, kau bisa pergi sekarang."
"Baik chef," patuh Tesla. Sesekali menghela nafas lega, karena akhirnya terbebas dari aksi rebutan tersebut.
Bella menaruh sendok dan garpunya. "Aku merasa tidak puas disini," ucapnya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.