Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Kenyataan lain


__ADS_3

Bibit Unggul Mas Duda


Part 103


"Sayang."


Panggilan seseorang membuat Zakki dan Saras menoleh. Damar datang dengan tergopoh menghampiri Saras. Lelaki itu merangkul istrinya dari samping, mendaratkan sebuah kecupan singkat di dahinya.


"Gimana Langit?" tanyanya Lagi.


"Masih diperiksa, semoga dia baik-baik saja. Perjalanan gimana, Mas? Lancar?"


"Lancar, Sayang. Alhamdulillah. Allah tahu aku sedang terburu-buru melihat anakku." Saras mengangguk dan memberi senyuman kepada suaminya itu.


Zakki hanya melihat interaksi kedua orang itu dengan hati teriris. Bohong jika dia tidak cemburu. Cerita cintanya lebih dulu dia tulis sebelum Damar datang, jadi bukan hal gampang menghapusnya begitu saja.


"Loh, Dok. Di sini? Maaf, saking khawatirnya saya lupa menyapa," ucap Damar tulus.


Zakki mengangguk dan tersenyum. Damar mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Zakki.


"Apa kabar, Pak?" tanya Zakki saat jabatan tangan mereka telah terlepas.


"Alhamdulillah sehat. Dokter sehat?"


"Alhamdulillah."


"Orang tua Langit?" Pintu ruangan pemeriksaan Langit terbuka, seorang suster datang dan memanggil.


"Kami, Suster." Saras maju, disusul oleh Damar.

__ADS_1


"Dok, maaf kami tinggal sebentar," pamit Damar sebelum masuk ke ruang pemeriksaan.


"Silahkan, Pak. Saya juga mau bertugas."


Kedua lelaki itu saling mengangguk dan berjalan ke arah masing-masing.


***


"Loh, Pak Damar masih di sini?" sapa Zakki saat dia tak sengaja bertemu Damar di kantin.


"Ah, Dok. Iya, Langit demam tinggi. Hasil pemeriksaan baru keluar nanti, jadi dokter menyarankan agar sementara Langit di sini dulu."


Zakki mengangguk mengerti. "Boleh ikut gabung?" tanyanya yang langsung diangguki Damar.


"Oh, ya. Bagaiamana kabar Sea?" tanya Damar yang membuat Zakki sedikit terkejut.


"Sepertinya? kalian tidak pacaran?" tanya Damar memastikan.


"Tidak. Dia dulu pasien saya. Dan hanya sekedar kenal."


"Ouw. Aku kira kalian pacaran. Sea gadis yang baik, hanya saja nasib tak terlalu baik padanya."


Zakki menaikkan sebelah alis, sepertinya Damar tahu banyak tentang Sea.


"Maksudnya gimana, Pak?"


"Bukannya dia hanya pasienmu? kenapa sepertinya penasaran begitu?" Damar tersenyum jahil. Entah kenapa dia ingin sekali menggoda dokter muda di depannya itu.


Dulu, Damar pernah menganggap Zakki adalah saingan berat. Namun, seiring berjalannya waktu, dia kikis semua tanggapan itu. Saras sudah jadi istrinya sekarang, jadi rasa cemburunya sudah tak beralasan.

__ADS_1


"Hmm ...i-itu, maksudku," Zakki gugup sendiri, bingung harus menjawab apa.


"Sea itu punya saudara kembar, tapi laki-laki. Setahuku kembarannya itu punya penyakit bawaan, dia gak sekuat Sea. Bahkan kalau tidak salah dia perawatan di luar negeri sekarang. Mama dan Papa Sea yang merawat. Jadi, karena inilah Sea lebih sering di rumah sendirian."


Damar menjeda ceritanya, pandangannya menerawang jauh, seolah-olah mengingat mengingat tentang kejadian yang dia tahu.


"Papa Sea pernah cerita, Sea itu sangat nakal, sejak SMA dia selalu berbuat ulah. Namun, menurutku itu semua semata-mata bukan salah Sea. Gadis itu juga butuh perhatian, sedangkan kedua orang tuanya hanya sibuk dengan saudara kembarnya. Memang keadaan Sea lebih kuat, tapi soal urusan kasih sayang, bahkan Spiderman pun masih mati-matian mengejar cinta Marry jane bukan?"


Damar terkekeh di akhir ceritanya, Zakki pun ikut tersenyum. Dia tahu sekarang alasan kenapa beberapa kali memergoki Sea menangis.


"Dok, maaf aku harus kembali. Saras menyuruhku kembali." Damar mengangkat handphonenya, menunjukan bahwa Saras baru saja mengirim pesan.


"Silahkan, Pak. terima kasih waktunya."


"Sama-sama." Damar bangkit dari kursinya. Menyisahkan Zakki yang berpikir keras tentang Sea.


Apa pertengkaran soal apartemen ada kaitannya dengan saudara kembarnya itu? Zakki tak menyangka jika dibalik sikap absurd dan konyolnya Sea tersimpan sebuah permasalahan besar dalam hidupnya.


Zakki menghembuskan napas kasar, harus bagaimana sekarang dia bersikap?


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yuhuu ... Karena kebanyakan masih minta lanjut, yawes ayook dilanjut dan kita ke KUA, Eh🙈🙈


Kita jalan pelan-pelan ya, Guys. Kita kupas semuanya nanti satu persatu. Sama kayak sebuah hubungan, kita jalani pelan-pelan, kita kupas sifat masing-masing, kalau udah cocok baru deh jalan ke KUA, halaaah KUA mulu🙈🙈


Wes pokoe terima kasih masih bersedia singgah di sini. Tapi kalau bisa tetap menetap, ya? Jangan hanya sekedar singgah. Ini hati, bukan jemuran. Eaaaa ...


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘

__ADS_1


__ADS_2