Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Jangan Pergi Tanpaku


__ADS_3

Zakki pontang-panting sendiri saat melihat jam di dinding. Gara-gara kopi Wamena yang semalam dia minum, dia hampir semalaman terjaga dan tak bisa terlelap. Selepas salat Subuh dia baru bisa tertidur, jadi wajar saja dia kesiangan hari ini.


Zakki berjanji akan mengantar Sea ke bandara. Pesawatnya akan terbang pukul 12.00 sekarang pukul 11.00 harusnya Sea sudah berangkat dan menunggu keberangkatannya di bandara.


Zakki mengambil handphonennya, memasukkan asal ke dalam saku tanpa melihat notif yang masuk. Dia menyambar kunci mobil dan bergegas keluar dari apartemen.


Zakki menuju apartemen Sea. Dipencetnya bel berkali-kali tak ada sahutan. Merasa tak ada orang, Zakki langsung mengambil handphonennya lagi dan langsung menghubungi Sea.


"Halo," jawab seseorang di seberang sana.


"Kamu dimana?" todong Zakki langsung.


"Aku di lobi."


"Tunggu aku!"


Tak menunggu jawaban Sea lagi, Zakki langsung mematikan panggilan. Dia langsung berlari menuju lift dan turun ke arah loby.


Di sana ada Sea yang sedang berdiri sendiri dengan satu koper besar di sampingnya.


"Sudah mau berangkat?" tanya Zakki dengan napas terengah-engah.


"Eh." Sea menoleh kaget. Dia sedikit bingung melihat kondisi Zakki yang tak serapi biasanya.


"Aku kira dokter tak jadi mengantarku," ucap Sea seraya berbalik menghadap Zakki sepenuhnya.


"Maaf, aku kesiangan. Kalau gitu, ayo!" Zakki sudah berjalan beberapa langkah, tapi Sea justru menahannya.


"Tapi, Dok. Aku sudah mau dijemput Ardan."


Zakki sontak berhenti, menoleh ke arah Sea dengan mata menyipit. "Kenapa? Bukannya aku sudah bilang akan mengantarmu?"


"Iya, tapi dokter gak ada kabar. Jadi, aku takut terlambat," jawab Sea sembari menunduk.


"Tapi kenapa kamu gak mencoba menghubungiku?"

__ADS_1


"Sudah, tapi gak diangkat."


Zakki langsung mengeluarkan handphonenya. Benar saja, ada sepuluh panggilan tak terjawab dari Sea. Zakki juga lupa, dia sudah men-silent handphonenya sebelum tidur tadi. Pantas saja dia tak mendengar saat Sea menghubunginya.


"Oke, kalau gitu. Aku kembali ke kamar." Zakki berjalan menjauh dari Sea. Tanpa menoleh lagi.


Sea hanya terpaku di tempat melihat punggung Zakki yang makin menjauh dan menghilang di balik lift. Bahkan sampai memasuki lift pun, lelaki itu tak menoleh sedikit pun ke arah Sea.


"Kenapa main pergi aja sih? Dirayu dulu, kek. Dibujuk atau ditahan gitu biar nolak pergi sama Ardan. Ini malah dia yang ngeluyur pergi," gerutu Sea sendiri.


"Ah, iya. Aku lupa. Bagaimanapun manisnya dia semalam, dia tetap Dokter Zakki. Pemuda yang dingin dan cuek."


Sea hanya bisa menghembuskan napas pasrah. Gadis itu memilih duduk di salah satu kursi tunggu. Menunggu kedatangan Ardan yang mengantarnya untuk menepi sejenak dari penolakan-penolakan Zakki.


Ditempat lain, Zakki melempar asal kunci mobil. Dia membanting tubuhnya di sofa. Sia-sia dia buru-buru bangun dan berlarian tadi. Semuanya tak menghasilkan apapun.


Zakki mencoba memejamkan mata lagi, sepertinya tidur akan membuatnya lebih tenang sembari menunggu waktunya dia kembali ke rumah sakit nanti malam.


Zakki gusar, dia membolak-balikkan badan tapi tetap saja rasa kantuknya sudah hilang total. Ada yang membuatnya gelisah, tapi dia tak tahu pasti apa penyebabnya. Ada semacam rasa tak rela, ada sebuah sepi yang menggelanyut di hatinya. Ada rasa tak nyaman yang mengusik ketenangannya. Namun, semakin Zakki mencari alasannya, semakin dia menolak tegas satu kemungkinan jawaban atas resah yang saat ini melanda hatinya.


Zakki bangkit berjalan menuju pantry dan bersiap mengolah makanan. Lelaki itu membuka kulkas, kosong. Dia lupa, selama ini dia memang tak pernah menyimban bahan makanan kecuali saat ada Sea di sana.


Ditengah kebingungannya memikirkan Sea dan isi perutnya, terdengar bunyi bell dari arah depan.


"Siapa yang bertamu? Reno sedang tidak kerja, jadi tidak mungkin."


Zakki berjalan menuju pintu, membukanya sedikit dan melihat siapa yang datang. Zakki terpaku di tempat saat melihat seseorang yang tengah tersenyum manis melihat ke arahnya.


"Nasi di tambah dengan sambal yang pedesnya nendang plus tambahan acar dan rempeyek kacang tak lupa dengan secangkir kopi wamena biar mata makin melek," urai gadis itu dengan mengangkat bungkusan kresek yang berisi dua nasi dan sebelah tangannya ada 2 cup kopi yang dia letakkan pada nampan.


"Kok kamu di sini?" tanya Zakki heran.


"Iya, karena aku tahu dokter pasti lapar. Permisi, Dok. Aku mau masuk!"


Zakki yang masih bingung memiringkan tubuhnya, membiarkan Sea masuk dan melewatinya begitu saja.

__ADS_1


Sea menata makanan yang dia bawa ke atas meja makan. Setelah mengunci pintu Zakki ikut masuk dan duduk di salah satu kursi.


"Kamu gak jadi berangkat?" tanya Zakki sembari melihat Sea yang sibuk dengan makanannya.


"Gak jadi. Mereka yang akan pulang ke sini. Ryu meminta pulang ke sini, mungkin dia rindu negaranya," urai Sea yang diangguki oleh Zakki.


"Terus kenapa kamu tidak pulang ke rumahmu? Maksudku, kenapa tidak menyambut mereka di rumahmu?"


Sea duduk di hadapan Zakki. Dia menyodorkan satu piring makanan dan segelas kopi. Dan menyisahkan makanan yang sama untuknya sendiri.


"Mereka baru pulang besok. Nanti mau mempersiapkan surat-surat dan keperluan Ryu saat di sini. Jadi, aku masih punya waktu sehari untuk menganggumu," ucap Sea dengan tertawa renyah.


Zakki diam, mengamati Sea yang sedang asyik tertawa.


"Sea."


"Ya?"


"Jangan pergi lagi tanpaku," ucap Zakki dengan menatap Sea dengan serius.


Sea menautkan kedua alisnya. Mencerna perkataan Zakki yang sebenarnya dia begitu paham maksudnya. Hanya saja dia masih ragu, benarkah perkataan itu keluar dari mulut Zakki.


"Kasih aku alasan untuk itu," tantang Sea langsung.


"Karena aku sedang berjuang membuka hati untukmu. Jadi, bantu aku agar kamu bisa menetap di sana."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yuhuuu ... gak sampai sebulan dong🤭🤭


Kalian keren banget sih, baru muncul langsung ramai🤭 Jadi makan sayang🤣🤣


Maapin yakk, bulan kemarin lagi diminta penerbit buat ngelarin satu naskah. Dan alhamdulillah pas rampung di akhir bulan.


Tenang ... kali ini ayee gak bakal promosi, takut di timpuk😂😂 Biarpun aku yakin, naskahku yang baru ini gak kalah keren dibanding yang lain🤣🤣 Tetep PD dong.

__ADS_1


Wokeeh ... selamat libur panjang buat kamu yang sedang liburan. Jangan lupa jaga kesehatan dan tetap menggunakan masker, yakk. Kalau bukan kita sendiri yang peduli pada kesehatan tubuh masing-masing, siapa lagi? Yang lain? Cuma dilihatin doang, itupun beberapa ada yang nyukurin😂😂


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘


__ADS_2